Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kolom / Ahlan Ya Ramadan, Seputar Masalah Berbuka Puasa
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Ahlan Ya Ramadan, Seputar Masalah Berbuka Puasa

Oleh Ust. Abdullah Haidir, Lc.


Manhajuna – Kebahagiaan berbuka puasa adalah kegembiraan di antara dua kegembiraan yang dijanjikan bagi orang yang berpuasa. Ciptakan suasana gembira dan senang di sekitar kita, baik dalam ucapan dan tindakan. Jika tidak ada halangan, berbukalah bersama keluarga lengkap, ini adalah moment berharga untuk menciptakan kehangatan dan keakraban. Segeralah berbuka jika telah dipastikan atau kuat dugaan telah masuk waktu Maghrib. Demikian sunah yang diajarkan Rasulullah saw. Berbeda dengan kalangan Syiah yang menunda berbuka hingga malam telah gelap sebagai sunahnya.

Patokan waktu berbuka adalah terbenamnya matahari, atau masuknya waktu Maghrib. Jika azan maghrib berkumandang dan diketahu waktunya tepat, maka dapat berpatokan pada azan tersebut. Jika ada dua azan yang berlainan waktunya, namun diketahui mana yang lebih teliti dan sesuai waktu, dialah yang hendaknya diikuti. Namun jika azannya terlambat, atau di daerah sekitar tidak ada azan dan dia sudah yakin masuk waktu maghrib atau sudah kuat dugaannya, maka dia tetap boleh berbuka dan sunah menyegarakannya. Namun jangan berbuka ketika masih ragu.

Rasulullah saw berbuka sebelum shalat dengan beberapa butir ruthab (korma muda), kalau tidak ada, maka dengan  beberapa butir tamr (korma matang), kalau tidak ada, dia cukup meminum seteguk air putih (HR. Tirmizi)

Dzikir saat berbuka:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

“Haus telah hilang, urat telah basah, pahala telah ditetapkan insya Allah.”(HR. Abu Daud)

Ini lebih shahih dibanding zikir yang cukup dikenal dalam riwayat Abu Daud yang lainnya yang dihukumi dhaif sejumlah ulama hadits, yaitu;

اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka.” (HR.Abu Daud)

Selain zikir, disunahkan berdoa saat berbuka, karena itu pun termasuk waktu yang mustajabah, sebagaiman saat berpuasa juga saat yang mustajabah. Silakan berdoa apa saja dari kebaikan yang kita inginkan atau mohon keselamatan dari bencana yang tidak kita inginkan. Tidak ada doa khusus dalam masalah ini. Jalan-jalan sore menunggu waktu berbuka (ngabuburit), banyak memiliki dampak negatif. Lebih bermanfaat jika digunakan utk tilawah, zikir atau membantu keluarga menyiapkan berbuka.

Jika seorang muazin (orang yang azan) mengetahui bahwa azannya ditunggu-tunggu banyak orang, maka hendaknya dia azan dahulu sebelum berbuka, atau minum sedikit untuk membatalkan puasanya lalu langsung azan. Agar orang-orang tidak meninggalkan sunah menyegerakan berbuka.

Penumpang pesawat yang masih melihat matahari bersinar, tidak boleh berbuka, walau negeri di bawahnya sudah masuk waktu berbuka. Tunggu hingga matahari terbenam dari tempatnya di pesawat. Di negeri yang masih ada siang dan malam, maka patokannya berbuka dan mengawali puasanya tetap, berbuka saat terbenam matahari dan mulai puasa saat terbit fajar, walaupun menyebabkan puasanya sangat lama atau sangat singkat. Jika dia berpuasa dengan waktu sangat panjang dan tidak kuat menanggungnya, dibolehkan dia berbuka dan mengqadhanya di lain waktu. Tapi jika di negeri tersebut tidak terdapat malam, atau siang, maka dia sesuaikan dengan negeri terdekat yang memiliki waktu siang dan malam.

Berbuka hingga kenyang dibolehkan. Tapi yang dilarang dan masuk dalam israf yang dilarang dalam Al-Quran adalah terlalu kenyang atau yang membuatnya malas beribadah atau membahayakan dirinya. Bersikaplah wajar, pertengahan dan tidak terlalu berlebihan. Usahkan memilih makanan yang sehat, jangan turuti hawa nafsu saat berbuka dengan makanan yang mengundang selera, namun tidak baik bagi tubuh…
Saat buka puasa, pengendalian syahwat nampaknya harus tetap dijaga, khususnya terhadap makanan. Upayakan jangan ketinggalan shalat Maghrib berjamaah bagi laki-laki karena puasa. Hindari pula buka puasa di depan acara televisi. Biasanya akan membuat dirinya lama duduk sambil makan dan boleh jadi akan membuatnya terlambat shalat.

Selamat berbuka puasa…..semoga Allah berkahi…

Depok, 1434 H

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Haji dan Perubahan

Oleh: Ustadz Abdullah Haidir, Lc. Watak dasar kehidupan adalah adanya perubahan. Tidak ada perubahan, berarti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *