Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Amalan 10 Akhir Ramadhan
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Amalan 10 Akhir Ramadhan

Oleh Ust. Sholahuddin Abdul Rahman, Lc.

1. Menjauhi istri dgn tidak melakukan hubungan, menghidupkan malam dgn qiyamullail, tilawah, dzikir, istigfar dll dan membangungkan keluarga untuk melakukan ibadah.

كان النبيُّ صلى الله عليه وسلم إذا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وأَيْقَظَ أَهْلَه (مسلم)

Bila sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan telah masuk, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengencangkan sarungnya (menjauhkan diri dari menggauli isterinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” [HR. Muslim]

«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ، مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ»

Rasululah shallallahu alaihi wasallam bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir (Ramadhan) dalam melakukan suatu ibadah yang beliau tidak sungguh-sungguh pada selain itu.” (HR. Muslim, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

2. Memperbanyakkan sedekah kepada kaum kerabat dan fakir miskin. Hadits riwayat Bukhari menyatakan Nabi Muhammad paling pemurah membuat kebajikan lebih-lebih lagi pada Ramadhan ketika Rasulullah dikunjungi Malaikat Jibril.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Dari Ibnu bin ‘Abbas, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan beliau bertambah pada (bulan) Ramadhan ketika malaikat Jibril datang menemui nya. Jibril biasanya datang menemui beliau setiap malam pada (bulan) Ramadhan untuk membaca al-Qur’an kepada nya. Sungguh kedermawanan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam lebih baik daripada angin yang berhembus.” [HR. Bukhari]

3. Membaca, mempelajari dan mengkaji al-Quran kerana hadis riwayat Bukhari tsb di atas menyatakan: “Jibril menemui Nabi Muhammad pada setiap malam Ramadan dan bertadarus al-Quran”. Dan turunnya Al Qur’an di bulan Ramadhan juga mengajarkan kepada kita untuk menjadikannya sebagai moment yang tepat untuk tilawah, tadarus, menghapal, berinteraksi, mengkaji dan mengamalkannya.

شَهْرُ‌ رَ‌مَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْ‌آنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْ‌قَانِ

(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah.[QS. Al Baqarah: 185]

Disamping Keutamaan membaca Al Qur’an yg sangat banyak dan dijanjikan oleh Allah.

4. Beriktikaf di masjid terutama pada 10 hari terakhir Ramadan karena ini cara terbaik untuk menjauhkan diri melakukan perkara yang dilarang, sebaliknya memberi rangsangan untuk melakukan perkara yang diperintah. Diharapkan dengan beriktikaf akan ditemui lailatul qadar yg memang terjadi pada 10 malam terakhir. Makna dan hakikat i’tikaf adalah: Memutuskan hubungan dengan segenap makhluk untuk fokus beribadah kepada Allah di dalam masjid. Sebagaimana yang telah dilakukan Nabi yang senantiasa beri’tikaf pada 10 hari terakhir dari Ramadhan, hingga Allah mewafatkan beliau.

5. Memperbanyak berdoa seperti doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah: Allahumma innaka afuwun tuhibbul afwa fa’ fu anni
Ibnu Abbas berkata: “Semua doa pada malam itu diterima terkecuali doa orang meminum arak, anak yang durhaka kepada ibu bapa, orang yang selalu bertengkar dan mereka yang memutuskan silaturahim”.

6. Berzikir menyebut nama Allah, firman Allah,

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ} (205) سورة الأعراف

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai [QS. Al A’raf: 205]

7. Tetap rutin menunaikan sholat sunat Rawatib, Tarawih dan sholat2 sunat lain. Ingat keutamaan sholat rawatib: dibuatkan rumah di surga dll…

8. Silakan tambahkan kalau masih kurang…

Semoga kita termasuk orang yang memaksimalkan 10 malam terakhir Ramadhan dan mendapatkan malam lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan… amin.

(AFS/Manhajuna)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Indikasi Sukses Ramadhan

Oleh: Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA Manhajuna.com – Ramadhan merupakan salah satu momentum paling istimewa dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *