Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Ayam Panggang
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Ayam Panggang

Diterjemahkan oleh (*): Ustadz Rijal Mahdi.,Lc.,MA

Sepasang suami-isteri sedang makan dirumahnya dan di meja makan sudah terhidang “ayam panggang” sebagai menu utamanya.

Ketika menikmati ayam panggang yang nikmat itu, mereka didatangi oleh seorang lelaki mengetuk pintu rumah untuk meminta sesuap nasi.

Tuan rumah itu membentakknya dan menyuruh pemuda itu untuk pergi.

Hari silih berganti, minggu demi minggu, bulanpun cepat berlalu, demikianlah sunnatullah, yang tadinya kaya sekarang jatuh miskin, yang biasanya dapat menikmati makanan yang enak, sekarang sulit memenuhi kebutuhan primernya.

Kemiskinan itu akhirnya menyebabkan perceraian sepasang suami isteri itu. Lelaki itu menjatuhkan talaq dan menceraikan isteri tercintanya.

Bak pepatah: “Bunga tak setangkai, kumbang tak seekor”.

Itulah pepatah yang cocok menggambarkan perjalanan sepasang suami isteri itu. isterinya menikah dengan lelaki lain diluar khayalan dan skenario manusia.

Saat ini cerita beralih pada sepasang suami isteri yang masih dalam bulan madunya. Keduanya sedang berada di meja makan yang dipenuhi hidangan yang sangat lezat.

“Ayam Panggang” juga menjadi menu utama kedua pengantin baru itu.

Ketika mereka menikmati hidangan, tiba-tiba mereka mendengar ketukan pintu dari seorang lelaki yang sedang meminta sesuap nasi.

Berikan ayam panggang ini kepadanya! Kata suaminya dari meja makan. Isterinya pun bergegas ke meja makan mengambil ayam panggang dan memberikannya kepada lelaki faqir yang sedang kelaparan itu.

Setelah lelaki faqir itu pergi, suasana berubah dengan tangisan isterinya.

Sayaaaaaaaang!!! Kenapa kamu menangis? Tanya sang suami kepada isterinya barunya.

“Ternyata lelaki faqir itu adalah mantan suamiku, ayam panggang tadi mengingatkanku pada suasana makan siang kami ketika kami masih bersama” Kata isterinya.

Suaminya pun langsung menyahut. “akulah laki-laki yang dulu diusir oleh suamimu ketika kalian sedangan menikmati makan siang dengan ayam panggang yang lezat itu”.

Bukankah Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan? Dan Rasulullah adalah orang yang paling dermawan pada bulan ramadhan!

Mari bersedekah, walapun dengan sebiji kurma dan seteguk air!

(Manhajuna/IAN)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

2045513Haji041443093494-preview780x390

Keutamaan Dan Amalan Hari-Hari Tasyriq

Oleh: Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA Manhajuna.com – Tasyriq adalah nama atau sebutan bagi tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *