Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Bahaya Memakan Makanan yang Haram
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Bahaya Memakan Makanan yang Haram


Oleh: Muhammad Faadil

Manhajuna.com – Makanan merupakan kebutuhan primer bagi setiap manusia. Hingga detik ini, sudah sekian banyak makanan yang sudah masuk ke dalam tubuh kita. Tapi, apakah kita selalu memperhatikan, bahwa makanan yang kita konsumsi setiap hari adalah makanan yang halal? Jika iya, maka Alhamdulillah, berarti kita sudah terhindar dari bahaya bahaya makanan haram. Akan tetapi jika ada makanan haram yang masuk ke dalam tubuh kita, maka ada beberapa efek dan pengaruh buruk yang akan terjadi pada diri kita. Makanan haram bisa disebabkan memang dzatnya yang haram, seperti: daging babi, daging anjing, minuman keras. Ataupun bisa juga makanan yang diperoleh dari hasil yang haram seperti: mencuri, uang haram.

Beberapa dampak buruk dan pengaruh dari mengkonsumsi makanan haram, antara lain:

Tidak Terkabulnya Doa-Doa

Rasulullah SAW bersabda: “Seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan do’anya? (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut, sangatlah jelas bahwasannya apabila makanan ataupun minuman yang kita konsumsi merupakan sesuatu yang haram maka akan menjadi penghalang dikabulkannya doa. Maka jika ada doa-doa kita yang tidak dikabulkan oleh Allah SWT, bisa jadi ini adalah salah satu penyebabnya.

Tidak Diterimanya Amal Ibadah oleh Allah SWT

Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “ Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah”. Rasulullah menjawab, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak untuknya” (HR. At-Thabrani)

Mencampakkan Pelakunya ke Neraka

Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya.” (HR At Tirmidzi).

Bisa kita simpulkan bahwasannya setiap makanan haram yang kita konsumsi akan berdampak buruk pada pada diri kita. Maka apabila kita sudah terlanjur memakan makanan yang haram dan tidak bisa dikeluarkan lagi dari tubuh kita sebaiknya kita memohon ampunan kepada Allah SWT agar dosa kita diampuni. Tetapi apabila makanan haram yang telah kita konsumsi merupakan hak orang lain, selain memohon ampunan kepada Allah SWT, diwajibkan pula untuk menunaikan hak pemilik makanan tersebut.

Semoga kita semua senantiasa menghindari dan terhindar dari makanan yang haram.

(Manhajuna/IAN)

Muhammad Faadil

Muhammad Faadil, adalah seorang mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di King Saud University, Riyadh Saudi Arabia

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *