Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Wawasan / Berat Sampah Plastik di Lautan Menyaingi Ikan di Tahun 2050
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Berat Sampah Plastik di Lautan Menyaingi Ikan di Tahun 2050

Manhajuna.com – Lautan di dunia mungkin akan memiliki lebih banyak sampah plastik daripada ikan pada tahun 2050, berdasarkan laporan Ellen MacArthur Foundation dan diterbitkan oleh World Economic Forum (lengkapnya di sini).

Fakta tentang sampah plastik:
1- Sampah plastik dari kantong plastik telah meningkat 20 kali dalam 50 tahun terakhir 
2- Kebanyakan kemasan plastik hanya digunakan sekali kemudian dibuang 
3- Sepertiga dari semua kemasan plastik tak terkumpulkan
4- 40 persen dari plastik berakhir di tempat pembuangan sampah 
5- Hanya lima persen dari plastik dapat di daur ulang secara efisien 
6- Produksi Plastik akan meningkat menjadi 1.124.000 ton pada tahun 2050 

Sumber: World Economic Forum

Penelitian yang dirilis pada hari Selasa (19/02/2016), menemukan bahwa 32 persen dari semua kemasan plastik lolos sistem pengumpulan dan berakhir di ekosistem alam, termasuk lautan.

Saat ini, 8 juta ton plastik berakhir di lautan setiap tahun – setara dengan truk sampah plastik setiap menit.

Pada level saat ini, akan meningkat jadi dua truk menit pada tahun 2030, dan empat truk tiap menit pada tahun 2050 – dimana pada saat itu nanti akan terdapat plastik yang beratnya menyamai ikan.

“Salah satu masalah terbesar yang menjadi fokus adalah plastik yang digunakan untuk sekali pakai dan kemudian dibuang,” kata Dianna Cohen, CEO dari Koalisi Polusi Plastik, kepada Al Jazeera.

Berdasarkan wawancara dengan lebih dari 180 ahli di lapangan, laporan itu menemukan bahwa kebanyakan kemasan plastik hanya sekali digunakan sebelum dibuang.

“Tidak ada sistem yang dapat mengambil bahan plastik ini kembali setelah digunakan,” kata Cohen. “Ini berdampak pada seluruh ekosistem di laut. Jika Anda berasal dari negara yang mata pencaharian atau sumber protein utamanya dari laut, maka mungkin ikan yang Anda makan menelan plastik, tak bisa terlepas dari plastik, dan sekarat karena perut penuh dengan plastik.”

Cohen meminta pemerintah untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah sampah plastik lebih jauh dengan memaksa produsen untuk mengambil kembali plastik yang digunakan dalam kemasan.

Cohen menambahkan, “Kita semua memiliki kekuatan untuk melakukan sesuatu untuk mengurangi jumlah plastik yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari”.

Sumber: Al Jazeera

Sampah Plastik di Indonesia

Sementara itu di Indonesia, sebagai langkah nyata terkait kepedulian terhadap penanggulan masalah sampah, berdasarkan laporan okezone, akan diberlakukan peraturan kantong plastik berbayar di 17 kota Indonesia: Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon dan Papua. Ini dilakukan bertahap dimulai dari ritel modern. Kebijakan ini diharapkan akan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan tas yang ada di rumah seperti ibu-ibu jaman dulu yang membawa keranjang belanja ke pasar.

Jumlah timbulan sampah kantong plastik terus meningkat signifikan 10 tahun terakhir
sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik per tahun digunakan oleh masyarakat Indonesia. 
Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen kantong plastik menjadi sampah. Sumber: Okezone

Dari laporan Kompas, menurut Kepala Subdirektorat Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ujang Solihin Sidik menilai, Bandung merupakan kota yang paling siap menjalankan kebijakan kantong plastik berbayar. Bandung telah memiliki peraturan yang ringkasnya berupa pemberian insentif Pajak pada obyek pajak milik wajib pajak berbadan hukum yang mengupayakan kantong plastik atau kantong alternatif ramah lingkungan dan/atau mengurangi penyediaan kantong plastik. Sebagai gambaran, untuk Bandung saja terdapat 300 ton sampah kantong plastik tiap harinya (kira-kira bisa menutupi 50 lapangan bola).

Mari kita dukung dan awasi penegakan peraturan dan pelaksanaan program yang sangai baik ini, dan dari kita pribadi tentunya mengurangi penggunaan kantong plastik semaksimal mungkin!

(Manhajuna/IAN)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *