Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Wawasan / Biar Lelah Kerjamu Menjadi Pemberat Amal Timbanganmu (Bag.2-selesai)
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Biar Lelah Kerjamu Menjadi Pemberat Amal Timbanganmu (Bag.2-selesai)

etos 2Oleh: Erwin Nugroho ST, MM, CMRP.

Klik Bagian 1

Manhajuna – Selalulah berusaha bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki latar belakang yang beraneka ragam.  Karena sesungguhnya siapa kita amat ditentukan dengan siapa saja kita pernah bergaul dan bekerja.

Ada beberapa kesalahan umum yang terjadi dan harus kita hindari saat bekerja

  1. Berprasangka buruk dan mengadu domba

Bekerja di lingkungan multi etnis dan bangsa menyebabkan kurangnya kedekatan kita dengan teman sekerja. Kurangnya hubungan baik ini bisa menyebabkan kita terjebah dengan prasangka-prasangka buruk terhadap atasan, teman kerja atau bawahan kita.

Tanpa disadari prasangka buruk ini dapat memicu pada perilaku mengadu domba pada saat kita menyampaikannya kepada orang lain. Di samping itu, sikap berprasangka buruk terhadap orang lain di dalam bekerja juga dapat memancing sikap iri dan dengki yang amat sangat dijauhi di dalam perilaku seorang muslim.

  1. Memandang remeh pekerjaan

Semua hal besar pasti dimulai dengan sebuah langkah kecil. Semua orang di dalam sebuah perusahaan memiliki kontribusi terhadap kinerja perusahaan tersebut. Sikap memandang remeh pekerjaan kolega dapat memancing sikap sombong kita dengan merasa lebih tinggi dan hebat serta merendahkan orang lain.

Demikian juga sebaliknya, ketika kita merasa bahwa apa yang kita kerjakan itu adalah pekerjaan ‘’remeh temeh’’ maka seketika itu juga kita merasa rendah diri. Perasaan rendah diri bisa membuat kita terjatuh pada sifat yang jauh dari rasa Syukur kepada apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita.  Di dalam keseharian sikap ini juga dapat menurunkan produktifitas kerja kita karena kita merasa apa yang kita lakukan tidak berarti bagi perusahaan. 

  1. Berlebih-lebihan bersikap terhadap lawan jenis

Intensitas hubungan yang tinggi sesama rekan kerja, terkadang menjadi pintu masuk bagi Syaithan untuk menggelincirkan kita di dalam berhubungan dengan lawan jenis saat bekerja. Syaithan akan berusaha memperindah apa yang tampak pada kolega kita yang bukan mahrom sehingga semua yang ada padanya bisa terlihat sangat sempurna. Cerdas, Teliti, Perhatian, Trampil dan Berpenampilan menarik adalah bumbu-bumbu yang akan tampak sangat jelas di mata kita. Dan bahkan ia bisa terlihat jauh lebih ‘’índah’’ dibandingkan dengan pasangan resmi kita.

Hendaklah kita tetap menjaga adab-adab saat bekerja dengan lawan jenis dengan selalu menghindari situasi berkholwat atau berduaan saat berdiskusi tentang pekerjaan, membatasi topik perbincangan hanya seputar pekerjaan, menjaga jarak nyaman antara pria dan wanita, serta selalu beristighfar dan berdoa kepada Allah, SWT agar selalu dijauhkan dari setiap keburukan.

  1. Ketika tiba saatnya menerima penghasilan

Bersyukur adalah sesuatu yang mudah diucapkan dan ada tantangan sendiri ketika akan melaksanakannya. Dalam masalah harta, ada dua pertanyaan yang kelak akan ditanyakan di mahkamah Allah SWT, asalnya dan kemana ia dibelanjakan.

Saat kita menerima apa yang telah kita upayakan setelah berpayah-payah bekerja, hendaklah kita bersyukur kepada Allah SWT dengan menunaikan hak-hak orang lain yang terdapat di dalam rezeki kita, berdoa kepada-Nya agar rezeki yang telah dikarunia memiliki barokah, dari apa yang dimakan dari sebagian rezeki itu dapat menguatkan diri dan keluarga dalam mengerjakan amal shaleh. Dan pada akhirnya, dengan rezeki itu pula, Allah dengan rahmat-Nya memasukkan ke dalam Surga-Nya.

 “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (Q.S. An-Naml : 19).

  1. Ridho Orang Tua

Yang terakhir dan paling penting adalah, mintalah ridho dari orang tua terhadap apa yang kita lakukan terutama dalam masalah pekerjaan. Karena pekerjaan kita sekarang ini tidak terlepas dari doa dan dukungan dari orang tua kita. Karena bisa jadi siapa kita sekarang dan rezeki dari pekerjaan yang kita dapat sekarang bukanlah karena kehebatan fisik, otak  dan usaha kita melainkan karena doa-doa dan keshalehan orang- orang tua kita.

“Keridhoan Allah ada pada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan-Nya ada pada kemurkaan kedua orang tua” (Riwayat Tirmidzi)

Sebagai penutup, bekerja bagi sebagian besar orang dapat menyita lebih dari separuh waktunya di saat terjaga dari bangun tidur hingga lelap tidur lagi. Karenanya kehati-hatian dan kesabaran dalam koridor kebaikan dan ketaatan saat bekerja bisa jadi merupakan salah satu kunci kita untuk mendapat ridho Allah SWT. Karenanya bersabarlah hingga lelahmu bekerja menjadi amal pemberat timbangan amalmu di hadapan Allah SWT dan menjadikan Rahmat Allah SWT turun kepadamu

“Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah” (HR Ahmad).

(Manhajuna/ED/AA**)

Tentang Penulis

Erwin Nugroho ST, MM, CMRP.

Latar belakang pendidikan penulis adalah  di bidang Teknik Mesin dan Manajemen Operasional dari Universitas Indonesia serta anggota dari asosiasi profesional di bidangnya. Penulis adalah seorang profesional yang telah bekerja di beberapa perusahaan dalam dan luar negeri dalam 15 tahun terakhir. Delapan (8) tahun terakhir dihabiskannya di perusahaan Join Venture Multinasional berlokasi di Qatar, Timur tengah yang karyawannya terdiri dari 66 kebangsaan. Selain bekerja beliau juga memiliki hobi mengajar baik di sekolah formal maupun informal dalam bidang mata pelajaran umum maupun bidang keIslaman. Beliau juga sempat menjadi Key Note speaker dan pembicara pada forum bidang keahlian beliau pada konferensi untuk perusahaan-perusahaan di wilayah Timur Tengah. Beliau juga dikenal aktif di berbagai organisasi dan institusi keIslaman  sejak usia sekolah hingga saat ini.

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Indikasi Sukses Ramadhan

Oleh: Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA Manhajuna.com – Ramadhan merupakan salah satu momentum paling istimewa dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *