Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kegiatan / Formatra Kembali Sukses Selenggarakan Silaturahim dan Temu Warga Indonesia
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Formatra Kembali Sukses Selenggarakan Silaturahim dan Temu Warga Indonesia

Manhajuna – Jumat tanggal 30 Agustus 2013, FORMATRA kembali melaksanakan Silaturahim dan Temu Warga Indonesia di Riyadh yang bertempat di istirohah Jinan (Exit 16), Riyadh, Arab Saudi. Acara ini dihadiri sekitar 800 orang terdiri warga Indonesia di Riyadh dan tamu undangan. Beberapa diantaranya mulai dari staff KBRI Riyadh, mahasiswa, guru dan pelajar Sekolah Indonesia Riyadh (SIR). Hingga pekerja dari sektor formal maupun informal yang umumnya tergabung dibawah berbagai Majlis Ta’lim di Riyadh. Suasana keakraban, kekeluargaan dan keceriaan tampak dalam acara silaturahim ini. Di tempat ini juga terdapat sejumlah sarana rekreasi berupa lapangan futsal, dan wahana bermain untuk anak-anak batita. Dan banyaknya warga negara Indonesia yang hadir pada acara ini dimanfaatkan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) untuk mensosialisasikan Pemilihan Umum 2014.

Acara silaturahim ini di mulai pukul 08.30 dan Setelah pembukaan dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an kemudian sambutan oleh ketua Panitia Bapak Jufri Ihsan dan ketua FORMATRA, Ust. Lutfi Firdaus, Lc. Dalam sambutannya, ketua Formatra menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran masyarakat Indonesia dalam acara silaturahim ini. Beliau juga mengucapkan rasa Terima kasih kepada panitia, para donatur diantaranya KBRI Riyadh, PPLN , Indomie dan dengan acara ini diharapkan dapat terwujud jalinan silaturahmi yang baik antara warga Indonesia dan majlis taklim di Riyadh,karena slogan yang selalu didengung-dengungkan FORMATRA adalah menjalin ukhuwah diantara majlis taklim sehingga bukan masalah perbedaan yang di kedepankan apalagi masalah furuiyah akan tetapi persatuan, keakuran dan keakraban.

Dalam kesempatan ini, Bapak Dubes RI untuk Arab Saudi, Drs. Gatot Abdullah Mansyur menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1434H dan permohonan maaf lahir dan batin serta berharap ke depannya kita dapat meningkatkan lagi amal ibadah dan beliau juga menyampaikan bahwa KBRI sangat mengapresiasi acara tahunan yang di selenggrakan formatra ini.
Selanjutnya beliau memberikan arahan dan informasi khususnya yang berkaitan dengan Perkembangan Politik Timur tengah yang sedang hangat saat ini dan menghimbau kepada masyarakat ,mahasiswa Indonesia agar tidak turut campur dengan urusan politik Arab spring yang sedang bergejolak saat ini. Beliau juga menghimbau kepada masyarakat Indonesia yang ada di Riyadh untuk mengikuti pemilu luar negri bulan april 2014 mendatang .

Adapun Materi tausyiah disampaikan oleh Dr. Basuni imamuddin,S.S,MA (Atdikbud) KBRI Riyadh. Dalam tausyiahnya, beliau meyampaikan ciri seseorang yang memiliki amal terbaik diantaranya adalah mampu mensyukuri nikmat yang berikan Allah SWT, kemudian beliau menjabarkannya dengan contoh-contoh yang sederhana yang mudah di pahami. Beliau juga menjelaskan tentang empat macam pertanyaan pada hari kiamat 1) tentang umurnya dipergunakan untuk apa; 2) Masa mudanya dihabiskan untuk apa; 3) Hartanya didapat dari mana dan dibelanjakan ke mana; 4) Apa yang dilakukan dengan ilmunya.

Acara terakhir adalah sumbangan lagu nasyid dari sala satu hadirin yang di khususkan untuk saudara –saudara di Mesir, Syiria, Palestina yang kemudian di lanjutkan dengan Drama TKI yang berjudul “Sang Babeh” yang di komandoi Bang Boim cs. Drama yang menghibur ini disambut meriah para hadirin, tawa dan senyum pun tak terelakan ketika menonton aksi kocak para pemerannya.

Acara demi acara pun selesai namun sebelum acara ditutup di bagikan doorprize yang dipandu oleh Ust. Sholahuddin, Lc. Dengan pembawaan yang santai dan sedikit kocak mampu menghidupkan suasana dan memancing gelak tawa para peserta, hadiah utama berupa satu buah tablet, 5 buah jam tangan, 6 buah ponsel Samsung habis dibagikan.

Rangkaian acara berakhir sekitar pukul 11.00 siang. Acara kembali dilanjutkan setelah sholat Jum’at dengan bekam gratis, cek gula darah, asam urat, konsultasi dokter, dst. Sepanjang pelaksaan acara juga diisi dengan bazaar. Suasana di tanah air pun menjadi kental terasa dengan makanan khas Indonesia seperti bakso, lontong sayur, es cendol, es campur, pepes, cincau soft drink, sate ayam , lontong pecel, mie ayam, tekwan, pakaian, mainan dll. Semua rangkain acara berakhir sekitar pukul 16.00.  (MT, AJ)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Kemuliaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah SWT. berfirman: “Demi fajar, Dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *