Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Hiduplah Seperti Air
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Hiduplah Seperti Air

Manhajuna – Tidak sedikit dari kita yang memiliki filosofi “hiduplah seperti air”. Namun hanya sedikit dari kita yang betul-betul mamahami bagaimana sifat air sebenarnya. Jika ingin meiliki filosofi “hiduplah seperti air”, ada beberapa sifat yang harus kita miliki.

1. Selalu Bergerak
Air yang sehat adalah air yang selalu bergerak. Air yang diam, akan membawa penyakit dan kematian. Seekor ikan akan mati jika ditarok dalam ember yang tidak diganti-ganti airnya. Serta air yang mengendap adalah tempat nyamuk bersarang dalam gelap.

Jiwa yang diam dan tak bergerak, tak lebih dari mayat hidup yang tak dibutuhkan sama sekali. Karena itu Rasul mengatakan khairunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bisa memberikan manfaat buat orang lain). Orang yang diam dan tak bergerak tak akan mampu menebar berkah dan manfaat. Orang yang diam adalah mati. Atau bahkan sumber dari masalah itu sendiri. Seperti pengangguran yang selalu mengharapkan belas kasih dari Ilahi.

2. Memiliki target dan Tujuan
Semua air di dunia mempunyai target dan tujuan yang sama. Yaitu muara. Mereka akan terus berusaha mati-matian menuju target utamanya. Tak akan berbelok sama sekali.

Orang yang tak memilliki target dalam hidup, layaknya orang-orang yang sama sekali tak ingin hidup. Dalam bekerja kita harus punya tujuan dan target. Dalam belajar kita juga harus punya tujuan. Bahkan kita diciptkan juga ada tujuan. Hanya untuk menyembah Tuhan.

3. Sabar
Air adalah salah satu makhluk Allah yang paling sabar. Ketika ia terperangkap dalam sebuah cekungan, ia akan sabar menunggu teman, lantas perlahan bisa keluar dari cekungan. Atau perlahan ia akan menunggu perihnya bakaran cahaya matahari, agar ia bisa menguap, lantas menuju muara tujuan utamanya.

Sabar tak pernah berhujung, karena itu pahala orang-orang sabar unlimited, tanpa batas. Sabar itu cahaya. Tapi cahaya matahari. Ada perih dan sakit yang ditinggalkannya. Orang yang tak sabar, seperti mengharapkan pohon berbuah sebelum berbunga. Orang yang tak sabar, akan Allah hukum tidak akan pernah mendapatkan apa yang diimpikannya.

4. Selalu Bergerak Kebawah.
Semakin banyak jumlah air, semakin cepat geraknya menuju muara. Terus turun ke hilir, kemudian berujung ke muara.

Tawadhu’ adalah hal paling penting dalam hidup. Tak pernah merasa tinggi. Karena ketinggian adalah hak Allah yang tak boleh seorangpun mengambilnya, walaupun hanya sekecil sel yang tak seorangpun bisa melihatnya. Orang yang tak tawadhu’, tak lebih dari katak yang merasa paling besar dalam tempurungnya.

5. Husnuzhan
Air adalah makhluk Allah yang sangat percaya pada takdir. Ia sangat yakin bahwa apapun yang terjadi padanya, adalah hal terbaik yang Allah karuniakan untuknya. Karena ia adalah sumber kehidupan manusia, kemanapun ia ditaroh, ia akan tetap memberikan kehidupan. Ia tak pernah mengeluh lantas Allah tahan dari tujuannya menuju muara. Namun ia tetap yakin bahwa ia tetap akan sampai pada tujuan utamanya.

Orang yang selalu suuzhan, tak lebih dari lalat yang hanya bisa melihat kotoran disamping gunungan makanan lezat. Orang yang suuzhan adalah orang yang perlahan menyusupkan penyakit dalam hidupnya.

(Manhajuna/GAA)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Kemuliaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah SWT. berfirman: “Demi fajar, Dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *