Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Konsultasi / Ilmu Tarekat
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Ilmu Tarekat

Assalamu’alaikum Wr. Wb,

Pak Ustad mohon penjelasan tentang ilmu tasawuf yaitu tarekat (Naqsyabandiyah). Karena saya membaca 2 buku tentang tarekat yang satu sama lainnya saling bertentangan. Buku satu mengiyakan tentang ilmu tersebut karena merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tetapi buku satunya mengingatkan bahwa ilmu tersebut bertentangan dengan ayat-ayat Al Qur’an dan menjurus syirik, menurut saya wilayah yang diperdebatkan berbeda (wilayah syariat dan tarekat ) Saya tidak mempersoalkan penyimpangan dari ajaran tersebut, bagaimanapun juga setiap penyimpangan selalu ada pada setiap ilmu/ organisasi, bukan berarti ilmu tsb tidak berguna/bermanfaat. Sebetulnya saya lebih setuju dengan pendapat pertama karena dengan kebesaran Allah jugalah kita dapat mempelajari ilmu ghaib tersebut. Terima kasih atas penjelasannya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ananda
Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Sebenarnya yang paling sering membuat perbedaan justru ketidak sepakatan masing-masing pihak dalam mendefinisikan tarikat itu sendiri. Ada yang mendefinisikan dengan ddefinisi yang terlalu luas sehingga masih memungkinkan adanya jenis tarikat yang selamat dari bid’ah dan syirik. Sebaliknya, ada juga yang terlalu sempit mendefinisikannya, sehingga ketika menyebutkan tarikat, yang terproyteksi di dalam imaginasinya adalah memang yang syirik-syirik itu.

Maka keduanya tidak terlalu salah ketika menghukumi tarikat. Tarikat itu mungkin ada benarnya ketika definisinya diperluas. Dan tarikat itu memang sarangnya kemusyrikan ketika definisinya sempit.

Yang mendefinisikan secara luas, bisa saja mengatakan bahwa tarikat itu merupakan sebuah metode atau cara dalam rangka bertaqarrubkepada Allah. Dan untuk itu, ada jenis-jenis tarikat yang tetap terikat dengan tata cara yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW dan para ulama salafus shalih. Dan selama tujuan dan caranya tidak bertentangan dengan apa yang telah digariskan oleh Rasulullah SAW, maka bisa dikatakan tarikat itu baik.

Sebalilknya, mereka yang mendefinisikan bahwa tarikat itu syirik dan bid’ah, sejak awal hanya menyebutkan jenis-jenis tarikat yang tujuan dan tata caranya keluar dari koridor syariah Islam. Dan secara kasat mata, yang paling sering muncul dalam benak kita memang jenis yang ini, sehingga wajar pula bila ada yang memvonis bahwa semua jenis tarikat itu keliru jalan.

Untuk itu, ketika kita ingin membahas tentang tarikat, tidak ada salahnya bila kita samakan dahulu definisinya, agar kita perlu bersitegang dengan sesama saudara kita sendiri.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Referensi : Kumpulan Fatwa Pusat Konsultasi Syariah.

(Manhajuna/AW-GAA)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Kemuliaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah SWT. berfirman: “Demi fajar, Dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *