Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kabar / Index Kebahagiaan Arab Saudi Nomor 3 Tertinggi di Dunia
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Index Kebahagiaan Arab Saudi Nomor 3 Tertinggi di Dunia

Manhajuna.com – Arab Saudi menduduki posisi ketiga dalam jajak pendapat sebagai negara-negara paling bahagia di dunia (happiest countries in the world). Dalam daftar yang menampilkan hampir tidak ada negara Eropa. Penelitian itu dilakukan oleh WIN / Gallup International, sebuah asosiasi polling yang mewawancarai 66.040 orang dari 68 negara.

happy_index

Posisi Kerajaan Arab Saudi berada di bawah negara Fiji dan Kolombia. Dengan suhu rata-rata sekitar 26 C di bulan Januari, Negara kepulauan Fiji yang indah jelas memiliki keuntungan. Fiji memiliki rata-rata suhu sepanjang tahun 26 C dan kelihatannya warganya bahagia. Dan di dekatnya Mexico masuk ke peringkat ke delapan sebagai negara paling bahagia.

Temuan survei menunjukkan bahwa, bisa jadi orang memiliki persepsi yang berbeda terkait arti “kebahagiaan”, atau kekayaan materi, kebebasan ideologi dan stabilitas sipil tidak mesti berbanding lurus dengan kebahagiaan pribadi.

Cina dan Fiji merupakan dua negara yang paling penuh harapan (hopeful nations), China juga negara yang paling optimis nomor 3 di dunia terhadap kemakmuran ekonominya (economic prosperity). Nigeria adalah yang paling optimis tentang ekonomi mereka.

Eropa, sementara itu, nyaris tidak satupun masuk ke 10 negara paling bahagia. Hanya Islandia, yang memiliki salah satu persentase tertinggi perempuan yang bekerja di luar rumah, satu-satunya negara Eropa berada pada 10 peringkat teratas (top 10)–berbagi posisi kesepuluh bersama dengan China. Italia adalah negara yang paling merasa tidak memiliki harapan dari 68 negara yang disurvei, sementara Yunani adalah negara yang paling tidak bahagia ketiga – sedangkan Perancis dan Italia menduduki peringkat 10 negara paling tidak bahagia.

Tahun 2015 berakhir, 66% dari responden survei WIN / Gallup International mengatakan bahwa mereka bahagia, turun sedikit dari 70% pada tahun 2014. Dari 66.040 orang yang disurvei, 10% mengatakan bahwa mereka tidak bahagia, naik 4% dari 2014. Secara keseluruhan, itu berarti bahwa dunia: lebih bahagia dengan selisih 56% (total persentase kebahagiaan dikurangi total persentase ketidakbahagiaan). Pada 2015 negara dengan index kebahagiaan tertinggi di dunia adalah Kolombia (85%), berbeda sangat jauh dengan negara yang paling tidak bahagia di dunia yakni Irak dengan persentase -12%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45% dari dunia optimis untuk prospek ekonomi tahun 2016, dua kali lipat lebih tinggi dari orang-orang yang pesimis (22%) . Barangkali tidak mengejutkan bahwa Yunani adalah negara yang paling pesimis (index optimis -65%), berhubung berbagai masalah keuangan berat yang mereka alami saat ini. Negara yang paling optimis dengan prospek ekonominya di tahun 2016 adalah Nigeria (61% optimis). Dari sisi demografi, terlihat bahwa anak muda (usia dibawah 34 tahun) jauh lebih optimis, 31% optimis, dibanding generasi yang lebih tua (usia diatas 55 tahun) dengan index optimis hanya 13%.

Sebagai bagian dari analisis WIN / Gallup International, negara-negara di dunia dikelompokkan menjadi tiga tingkatan: Sejahtera-prosperous (G7); berkembang dengan potensi tinggi – emerging (G20 tidak termasuk G7 ) dan Aspiring (negara-negara selain G7 dan G20). Walaupun ada perbedaan besar dalam tingkat pendapatan di tiga tingkatan, index kebahagiaan di ketiga tingkatan sama-sama tinggi (Prosperous 42%, Emerging 59% dan Aspiring 54%)–jadi bukan berarti negara dengan tingkat pendapatan rendah memiliki index kebahagiaan yang juga rendah. Namun, temuan pada index harapan dan optimisme ekonomi sangat bervariasi di seluruh tingkatan. Menurut jajak pendapat global, negara-negara Properous, memiliki index harapan dan optimisme ekonomi dengan masing-masing 6% dan -16%; dibandingkan negara-negara Emerging yang memiliki tingkatan harapan yang tinggi (50%) dan jauh lebih optimis tentang prospek ekonomi masa depan (36%). Sementara itu, negara-negara Aspiring berada di antara Prosperous dan Emerging dengan index harapan dan optimisme ekonomi masing-masing 29% dan 16%.

Jean-Marc Leger, Presiden Asosiasi, mengatakan: “Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh gejolak bagi banyak negara di seluruh dunia, meskipun sebagian besar negara di dunia masih menjadi tempat yang menyenangkan. 45% dari negara dunia optimis mengenai prospek ekonomi untuk 2016, naik 3 persen dibandingkan tahun lalu. ”

Sementara Indonesia tidak termasuk 10 besar tertinggi maupun terendah (baik index harapan, index keoptimisan terhadap situasi ekonomi atau index kebahagiaan).

Sumber: saudigazette.com.sa

(Manhajuna/ATP/IAN)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Buruan, Pendaftaran Mahasiswa Baru LIPIA 2016 (Cabang Medan, Surabaya dan Makasar)

Manhajuna.com – Alhamdulillah telah dibuka pendaftaran mahasiswa baru (Khusus ikhwan saja) jenjang I’dad lughowi untuk tahun akademik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *