Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Kalau Begitu Siapa Ibunya Uzza ?
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Kalau Begitu Siapa Ibunya Uzza ?

Oleh: Ustadz Drs. DH. Al Yusni

Manhajuna.com – Saat pengikut Rasulullah SAW. semakin banyak, pemuka Quraisy bersepakat untuk mendekati para sahabat Rasulullah SAW. Mereka akan membujuk sahabat Rasulullah untuk menyampaikan informasi tuhan dan budaya mereka. Agar pengikut Rasulullah SAW. Kembali kepangkuan agama mereka.

Pemuka Quraisy mengangkat Thalhah bin Ubaidillah sebagai duta mereka untuk menjelaskan perihal ketuhanan dan budaya tradisional kabilah Quraisy. Sehingga para sahabat pengikut Rasulullah SAW. dapat memahami informasi mereka dengan harapan kembali pada agama nenek moyang mereka.

Maka Thalhahpun menemui Abu Bakar. Mulailah ia melancarkan propagandanya dengan menyatakan, “Wahai Abu Bakar, aku mau mengajakmu menyembah Latta dan Uzza”.

Saat itulah, timbul keinginan Abu Bakar untuk menguji Thalhah. Abu Bakar berkata, “Siapakah Latta dan Uzza ?”

Thalhah menjawab dengan penuh keyakinan, “Latta adalah tuhan kami dan Uzza adalah putri tuhan kami”.

Abu Bakar bertanya kembali seolah keheranan, “Kalau Uzza putri tuhan, siapakah ibunya ?”

Thalhah membisu. Begitu juga dengan teman-temannya yang ada di tempat itu. Thalhah bertanya kepada teman-temannya. Namun tidak seorang pun yang mampu menjawabnya.

Akhirnya Thalhah berkata, “Wahai Abu Bakar, kamu menjadi saksi bahwa aku percaya tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah”.

Sejak saat itu, Thalhah memeluk agama Islam. Hatinya lebih mudah condong pada kebenaran dan peringatan Allah SWT. tidak seperti para pemuka Quraisy lainnya yang menolak kebenaran. Sehingga mereka disesatkan setan. Sebagaiman turunnya surat Az Zukhruf ayat 36:

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Q.S. Az-zukhruf: 36)

Sesungguhnya persoalan theology ketuhanan sudah selesai sejak dahulu. Tidak ada keraguan lagi. Mereka memahami betul urusan memegang prinsip beragama ini. Mengapa sekarang menjadi bias???

(Manhajuna/GAA)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

2045513Haji041443093494-preview780x390

Keutamaan Dan Amalan Hari-Hari Tasyriq

Oleh: Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA Manhajuna.com – Tasyriq adalah nama atau sebutan bagi tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *