Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Muslimah / Kesalahan Umum dalam Membesarkan Anak (II)
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Kesalahan Umum dalam Membesarkan Anak (II)

Berikut adalah beberapa poin tambahan untuk melanjutkan pembahasan sebelumnya terkait kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh orang tua

Menunda proses pendidikan anak

Menunda pendidikan anak tidaklah benar. Justru pendidikan harus dimulai sedini mungkin. Orang tua harus mulai membimbing dan mengarahkan anak, memerintahkan untuk melakukan sesuatu atau melarangnya dari hal yang lain yang merugikan baik dirinya sendiri atau orang lain. Menjanjikan (tentu ditepati) hadiah untuk hal baik yang dilakukan anak, atau nasihat (bahkan hukuman) atas perbuatan yang buruk, serta penanaman kecintaaan akan kebenaran serta kebencian akan keburukan. Adalah akhlak dan agama menjadi prioritas bagi orang tua untuk dipupuk semenjak kecil.

Kurang bijak dalam menghukum anak

Menghukum anak untuk setiap kesalahan yang dilakukan dengan cara mempermalukannya atau membuat mereka merasa rendah diri sangatlah tidak baik. Sekiranya menghukum, jangan di depan saudara atau teman-temannya. Sebaiknya hukuman diberikan ketika si anak sedang sendiri. Menunjukkan sikap yang tepat dengan menjaga harga diri anak, secara langsung menanamkan pada anak sikap respect terhadap.

Jangan memberikan hukuman terlalu berat. Jika ada kesepakatan terkait hukuman bagi pelanggaran peraturan yang telah ditetapkan, maka ikutilah kesepakatan tersebut. Utamakanlah nasehat yang baik dan bijak, yakinkan mereka kenapa mereka harus menjauhi segala yang buruk. (Baca Juga : Bijak dalam Menghukum Anak)

Terlalu Berharap atau Membebani Anak

Pada titik berkebalikan dengan terlalu memanjakan anak, orang tua juga tidak boleh membebani anak terlalu besar melebihi batas kemampuannya. Setiap anak memiliki fase perkembangan. Biarkan anak melalui fase tersebut setahap demi setahap, sedikit demi sedikit tanpa memaksakan kehendak.

Mengharapkan anak untuk selalu banyak berprestasi dalam berbagai bidang adalah kesalahan fatal. Orang tua mesti memahami anaknya dengan kelebihan dan kekurangannya. Jika ada kelemahan, arahkan dengan simpatik untuk pantang menyerah dan bekerja keras terutama pada potensi yang dimilikinya.

Over protective

Tidak ada orang tua yang menginginkan hal buruk menimpa anaknya. Orang tua tidak boleh lepas kontrol atau membiarkan anaknya sama sekali tanpa arahan dan penjagaan. Namun, terlalu berlebihan dalam melindungi anak juga tidak baik. Ketakutan, kekhawatiran yang melebihi batas jika terjadi sesuatu menimpa anak, justru tidak memberikan manfaat bagi anak sama sekali bahkan membahayakan perkembangan anak itu sendiri.

Menghindari anak dari bahaya adalah hal yang baik, tapi bukan berarti tidak mengizinkan anak memiliki sedikit kebebesan terutama hal yang tidak signifikan membahayakannya. Apalagi hal tersebut sebenarnya bermanfaat untuk mereka dalam bereksplorasi menambah keahlian dan pengetahuan. Main pasir misalkan, hampir semua anak kecil senang bermain pasir, walau akan kotor, orang tua boleh mengizinkan mereka apabila tidak ada dampak bahaya berarti, seperti alergi.

Lain-lain

Memperlakukan anak dengan tidak adil dibanding anak lainnya atau suka membanding-bandingkan anak, Mengabaikan perasaan anak ketika menangis dengan hanya menyuruhnya diam tanpa memperdulikan alasan kenapa mereka menangis dapat melukai perasaannya. Mengolok-olok ketika mereka berbicara atau mengungkapkan sesuatu, adalah diantara sikap-sikap lainnya yang mesti dihindari orang tua.

Pada akhirnya semua orang tua menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Namun, keinginan tersebut akan sulit sekali terwujud atau bahkan jadi harapan kosong belaka, jika orang tua sendiri tidak mengevaluasi diri dan menghentikan segala kebiasaan buruk dalam membesarkan anak-anaknya.

**

Referensi:

http://www.islamweb.net/en/article/193918/common-mistakes-in-raising-children

(Manhajuna/FM)

(Visited 400 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Menyayangi Anak dengan Cara yang Sesungguhnya

Saudaraku Yang Dirahmati Allah…. Pernahkah anda lewat di sebuah pasar kemudian ada pedagang kaki lima …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *