Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Alquran / Kisahku Mengatasi Kesusahan
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Kisahku Mengatasi Kesusahan

Oleh: Abdullah Al-Huwail

Diterjemahkan oleh: Dr. Muzakkir M. Arif

Saat itu, seorang syaikh mengamatiku dan menebak kesusahanku, karena nampak pada wajahku yang sedih, pandanganku yang sayu; dan tubuhku yang semakin kurus.

Beliau bertanya padaku:
“Masalah apa yang sedang engkau hadapi sampai engkau kelihatan sakit seperti ini?”.
“Kesulitan apa yang menimpamu sampai membuat hatimu terluka seperti ini?”.

Saya menjawab:
“Kesusahan merasuki diriku karena ada makar buruk terhadap diriku. Kegelisahan membuatku tidak bisa fokus karena kesulitan yang menimpa diriku. Kesedihan selalu menyertaiku karena kesulitan yang terus bersamaku. Itulah yang membuatku selalu bermuka masam sebagaimana yang syaikh saksikan.
Saya sering menghembuskan nafas dari mulut karena beban yang berat ini, dan dunia terasa sangat sempit bagiku”.

Syaikh menanggapi curhatku:
“Saya turut bersedih dengan rasa sakit yang engkau derita. Dadaku tersayat dengan curhatmu. Tapi saya akan sampaikan kepadamu satu rahasia yang dapat menghibur orang yang kesusahannya menemani pembaringannya, orang yang tidak bisa tidur karena kesulitan yang menimpanya”.

Syaikh melanjutkan empatinya:
“Saya pernah memberikan resep ini kepada seorang muslimah yang curhat kepadaku lewat telepon, yang merasa susah karena belum dikaruniai keturunan. Setelah dia mengamalkan resep ini, tak berapa lama, dia meneleponku dan menyampaikan kepadaku kabar gembira bahwa dia hamil. Alhamdulillah. Padahal sebelumnya, banyak dokter spesialis kandungan yang telah memvonis dia tidak bisa hamil”.

Syaikh meneruskan wejangannya:
“Resep rahasia ini tidak mengenal kata mustahil. Tidak tunduk pada vonis para dokter spesialis. Tidak juga patuh pada kebiasaan dan kelaziman”.

Saya bergegas memotong pembicaraan Syaikh:
“Percepat Syaikh!. Berikan padaku resepnya. Saya telah dikepung kesusahan, seperti gelang yang mengepung tangan”.

Beliau menjawab tenang:
Do’a Nabi Yunus -‘Alaihissalam-.

(لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ)

LA ILAHA ILLA ANTA, SUBHANAKA, INNIY KUNTU MINAZH-ZHALIMIN

“Tak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang orang yang zhalim”.

Beliau membacakan hadits tentang do’a ini.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash -Radhiyallahu ‘Anhu- meriwayatkan:
“Kami pernah duduk bersama Nabi -Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- lalu beliau bersabda:
“Maukah kamu aku ajarkan kepadamu satu bacaan, jika seseorang ditimpa kesusahan, atau bahaya apapun di dunia ini, lalu ia membaca bacaan ini, niscaya Allah melepaskan dia dari semua itu?”.

Kami menjawab:
“Kami mau”.

Beliau menjawab:

Do’a Dzin Nun (Nabi Yunus) -‘Alaihissalam-.

( لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ )

[HR. Al-Hakim, disahihkan oleh Al-Albani]

Dengan wajah ceria saya menyambut resep tersebut:
“Terima kasih ya Syaikh. Antum telah mengingatkan saya tentang penghilang rasa susah yang sungguh saya lupakan”.

(لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ)

“Tak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang orang yang zhalim”.

Kuulang ulangi bacaan ini sebanyak banyaknya, setiap pagi, setiap sore. Saya sangat berharap solusi dari Allah melalui bacaan itu setiap saat. Saat saya sendirian, maupun pada saat saya di depan orang lain.

Tak berapa lama saya mengamalkan ini, Allah menurunkan solusi kepadaku. Allah menggagalkan makar dari mereka yang mengupayakan keburukan untukku. Allah melindungi saya dari keburukan mereka. Sesungguhnya Allah maha kuat, lagi maha perkasa.

Saudaraku yang sedang dirundung rasa susah.

Ulang ulangilah do’a ini sepenuh keyakinan, dengan rasa butuh yang mendalam kepada Allah, rasa harap yang penuh kepada Allah, dengan menghadirkan penghayatan keagungan Allah, kemaha-pemurahan Allah, kelemahan semua makhluk di hadapan Allah. Yakinlah bahwa pasti Anda dikaruniai oleh Allah solusi, kemenangan, ketenangan, keamanan.

Ali bin Abi Thalib -Radhiyallahu ‘Anhu- pernah mengatakan:

“Aku heran pada orang yang sedang ditimpa kesulitan atau kesusahan, mengapa ia tidak membaca:

(لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ)

Sungguh itu telah dibaca oleh Nabi Yunus -‘Alaihissalam-, lalu Allah berfirman:

Maka Kami kabulkan untuknya (Yunus) dan Kami selamatkan dia dari kesulitan; dan demikianlah Kami menyelamatkan orang orang yang beriman“. QS: Al-Anbiya: 88

Anda sedang dililit utang?. Atau sedang mengalami kesulitan ekonomi?.

Ulang ulangilah sebanyak banyaknya:

(لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ)

Anda sedang menganggur?. Tidak punya pekerjaan?. Kehilangan pekerjaan?. Menginginkan pekerjaan tertentu?.

Perbanyaklah membaca:

(لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ)

Anda ingin menikah?.
Ingin menjaga kesucian dari zina?.
Anda merasa tidak sanggup dari segi ekonomi?.
Anda merasa jodoh itu jauh?.
Jangan berhenti membaca ini dengan khusyu’:

(لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ)

Anda menghadapi orang yang membenci Anda?.
Anda merasa bahwa ada makar yang sedang direncanakan untuk mencelakakan Anda?.
Jangan lepas dari bacaan mulia ini:

(لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ)

Anda sedang sakit?.
Sakit Anda bertambah parah?.
Sudah lama berobat tapi tak kunjung sembuh?.
Berobatlah dengan bacaan ini secara bersambung sambung:

(لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ)

Bacaan ini adalah pelampung keselamatan, sekoci solusi, hujan rahmat dari Allah.

Siapa yang belum mencobanya, ia belum mengetahui kemuliaannya. Maka cobalah sepenuh keyakinan kepada Allah, sepenuh rasa tergantung hanya kepada Allah, sepenuh rasa butuh hanya kepadaNya, niscaya Anda akan mendapatkan bukti dari apa yang saya sampaikan ini. Semoga Allah memberkahi kita semua.

(Manhajuna/IAN)

(Visited 53 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Bentuk-bentuk Rahmat Allah pada Manusia

Alih bahasa: Muthahhir Arif Allah Swt berfirman: “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *