Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Alquran / Makna Lafaz Basmalah
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Makna Lafaz Basmalah

بِسْم ﴿

Seharusnya kalimat (بِسْم) ditulis dengan  (بِاسْمِ), namun karena sering digunakan, huruf alifnya dibuang untuk memberikan kesan ringan dalam bacaannya. [1]

Huruf (بِـ) dalam kalimat (بسم) menunjukkan adanya keterkaitan dengan kata kerja yang mendahuluinya. Kata kerja tersebut tidak tampak secara tulisan, namun dapat ditangkap dari pekerjaan apa yang akan dia laksanakan. Maka ketika seseorang mengawali membaca al-Quran dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim, pada hakekatnya dia sedang mengatakan, “Saya membaca Al-Quran ini dengan menyebut nama Allah…” ketika seseorang hendak bangun dari duduknya, lalu dia mengatakan (بسم الله) maka pada hakikatnya dia sedang mengatakan: “Saya bangun dengan menyebut nama Allah ..” [2]  dan begitulah seterusnya.

الله ﴿

Kata ini dikenal sebagai lafaz yang mulia (Lafzul-Jalalah). Dia merupakan nama bagi Tuhan Tabaraka waTa’ala. Bahkan dikatakan bahwa dia merupakan nama yang paling mulia karena disifati dengan semua sifat-sifat yang ada, sebagaimana firman Allah Ta’ala, [3]

“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera Yang mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan. Maha suci Allah dari apa yang mereka perseketukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang mempunyai nama-nama yang paling Baik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dial-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Hasyr: 22-24)

Ibnu Abbas –sebagaimana diriwayatkan dalam tafsir At-Thabari- mengatakan bahwa: Lafaz [الله] (dari segi bahasa) adalah sesuatu yang disembah oleh segala sesuatu dan oleh setiap makhluk. [4]

Maka kalimat [بِسْمِ الله] maksudnya adalah: أَبْتَدِئُ بِكُلِّ اسْمِ الله , makna-nya adalah: “Aku memulai dengan semua nama Allah Ta’ala”, karena kata [اسم] berbentuk mufrod mudhof (kata tunggal yang disandarkan kepada kalimat berikutnya, yaitu kalimat [الله], maka hal tersebut mengandung pemahaman mencakup semua nama milik Allah ta’ala (Asma’ul Husna).[5]

Dalam kalimat tersebut juga terkandung permohonan per-tolongan kepada Allah Ta’ala atas setiap perbuatan yang akan dia kerjakan. Karena itu seorang muslim dianjurkan untuk membaca Bismillah (Tasmiah) jika hendak mengawali setiap perbuatannya, seperti mengawali pembicaraannya, tulisannya, buku-bukunya dan semua kebutuhan mereka.

Catatan Kaki:

  1. Tafsir Al-Baghawi, 1/49
  2. Tafsir At-Thabari, 1/78
  3. Tafsir Ibn Katsir, 1/122
  4. Tafsir At-Thabari, 1/82
  5. Taisirul Karim ar-Rahman, hal. 39

Sumber: Untaian Hikmah Dalam Tafsir Surat Al-Fatihah, oleh Abdullah Haidir, Lc, di murajaah Ummu Rumaisha.

Baca Juga: Kedudukan dan Tempat Diturunkannya Surat Al-Fatihah

(Manhajuna/IAN)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

poros_kebenaran

Bergabunglah dalam Poros Kebenaran!

Allah Ta’ala telah menciptakan manusia dengan memiliki watak dasar (fitrah) keimanan dan taqwa, dan sebaliknya …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *