Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Muslimah / Menyayangi Anak dengan Cara yang Sesungguhnya
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Menyayangi Anak dengan Cara yang Sesungguhnya

Saudaraku Yang Dirahmati Allah….

Pernahkah anda lewat di sebuah pasar kemudian ada pedagang kaki lima penjual mainan anak menjajakan barang dagangannya seraya berteriak: “Sayang anak….. sayang anak”.

Istilah sayang anak adalah sesuatu yang sangat lekat di benak setiap orang tua –apalagi bagi seorang ibu-. Itu memang sudah fitrah dari Allah kepada setiap orang tua terhadap anaknya.

Bahkan karena sayang anak tersebutlah, banyak orang tua yang banting tulang siang malam, atau pergi jauh merantau meninggalkan kampung halaman, agar kehidupan anak-anaknya tercukupi.

Namun saudaraku  yang dirahmati Allah…. seringkali sayang anak hanya dipahami dari sisi materi. Orang tua merasa telah mewujudkan kasih sayangnya kepada anaknya, manakala dia telah memenuhi segala keinginan anaknya dari sisi materi, apalagi jika dia memiliki kemampuan untuk itu. Padahal tidak jarang, hal tersebut justru menjadi bumerang bagi masa depan anak.

Saudaraku yang dirahmati Allah.

Yang perlu kita pahami dengan baik adalah, bahwa sayang kita kepada anak kita adalah  berarti perhatian kita yang menyeluruh terhadap perkembangan anak kita, baik  fisiknya, imannya, akhlak-nya, pergaulannya, ibadahnya dan lain sebagainya yang dia perlukan untuk masa depannya.

Karena sayang anak, yang paling pertama adalah mesti kita perhatikan perkembangan imannya. Ajarkan dia untuk mengenal Allah dan jauhkan dia dari segala sesuatu yang dapat merusak keimanannya. Misalnya terhadap tayangan televisi yang bersifat khurafat, perdukunan dll.

Perhatikan pula ibadahnya, bagaimana shalatnya, bacaan al-Qurannya, dzikirnya. Kemudian perhatikan pula pergaulannya, siapa teman-temannya, kemana tempat bermainnya dll. Tentu semua itu dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia anak anda, tidak dengan kekerasan, tapi dengan kasih sayang.

Sayang anak tidak menghalangi kita untuk marah, jika memang pada tempatnya. Bahkan Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam yang sangat sayang kepada umatnya (apalagi kepada anak kecil) mengajarkan kita untuk memukul sang anak jika pada usia sepuluh tahun belum juga melakukan shalat.

Namun di sisi lain, jangan tinggalkan belaian lembut anda, bahasa yang manis dan senyuman yang tersungging di bibir anda atau bahkan door prize (kejutan hadiah) yang membuat anak menjadi dekat kepada anda.

Dan jangan lupa, banyak-banyaklah berdoa untuk kebaikan mereka. Jangan sekali-kali berdoa untuk kecelakaan mereka, betapapun anda sangat marah terhadap mereka. Karena doa orang tua mujarab.

Jika anda jauh dari mereka, kasih sayang terhadap anak anda dapat diwujudkan lewat pesan-pesan yang anda tulis lewat surat-surat anda, atau lewat saluran telepon atau sms. Jangan pernah bosan untuk melakukannya, walau berulang-ulang. “Tidak mempan-nya” nasehat anda selama ini, bukan berarti tertutup habis pintu kebaikan baginya. Ulangi lagi terus nasehat-nasehat anda dengan pendekatan yang baik dan cara-cara yang bijak. In shaa Allah semua itu akan menjadi tabungan pahala anda dan pembuka pintu hati anak anda.

Selamat berusaha !!

Sumber: Buku Nasihat dari Hati ke Hati oleh Ustadz Abdullah Haidir, di muraja’ah olehUstadz Fir’adi Nashrudin, Lc. Penerbit Maktab Dakwah Sulay, Riyadh, Arab Saudi.

(Manhajuna/IAN)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

viva.id

Mewaspadai Internet Bagi Anak-anak

Manhajuna.com – Internet bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal yang positif sekaligus bermanfaat bagi anak-anak. Semisal mencari …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *