Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Muslimah / Mewaspadai Internet Bagi Anak-anak
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Mewaspadai Internet Bagi Anak-anak

Manhajuna.com – Internet bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal yang positif sekaligus bermanfaat bagi anak-anak. Semisal mencari bahan tugas sekolah, penelitian, menambah wawasan/ilmu baru dan lain sebagainya. Tapi di sisi lain, internet bisa sangat membahayakan anak-anak jika dibiarkan tanpa kontrol/pengawasan, atau karena orang tua sama sekali tidak paham.

http://beritakaltara.com/wp-content/uploads/2014/10/1.POTO-ANAK.jpg
beritakaltara

Dan perlu diingat, bisa jadi hal yang bahaya berawal dari ketidak sengajaan. Katakanlah, anak-anak ingin mencari informasi dengan kata kunci ‘lego’, lalu tanpa sengaja mengetik ‘lengan’, dan wups, hasil pencarian bisa mengarah pada gambar-gambar yang mungkin tidak pantas dilihat.

Potensi bahaya Internet

Sebagai orang tua, memang sangat sulit (atau tidak mungkin) mengontrol 100% interaksi anak-anak dalam dunia internet. Tapi bukan berarti lepas sama sekali, orang tua harus paham tanda-tanda, sikap-sikap apa yang perlu diperbuat. Dan yang paling penting orang tua jangan sampai buta terhadap internet dan bahayanya.
Diantara beberapa alasan kenapa internet bisa berpotensi mendatangkan bahaya bagi anak-anak:

  1. Sangat mudah sekali membuat identitas palsu di internet, apakah melalui media sosial, mail dan media interaksi lainnya. Contoh sederhana, sangat mungkin sekali ada yang mengaku masih seumuran dengan anak-anak kita ketika mereka melakukan perkenalan, padahal sudah dewasa
  2. Begitu banyak ‘predator anak-anak’ semisal pedhophil berkeliaran di internet. Tak diragukan lagi, sudah banyak contoh kasus, dimana anak-anak terjebak dan jadi korban para pedhophil melalui interaksi internet.
  3. Tidak semua informasi yang diposting di internet bisa jadi rahasia. Apakah itu mail, group chat, apalagi informasi yang dengan sengaja di posting untuk siapapun melalui media sosial. Semisal group chat/mail, terkadang percakapan di group itu di index oleh mesin pencari, sehingga dapat dilihat oleh siapapun.
  4. Begitu luas dan terbukanya informasi di internet. Terkadang bahaya berawal dari ketidak sengajaan, seperti contoh di awal tulisan. Dan sangat lumrah ketika site-site yang tidak diingin kan datang melalui hasil pencarian yang pada awalnya tidak dimaksudkan. Namun karena ketidak tahuan, atau penasaran, anak-anak bisa terjebak karena keasyikan mengakses informasi di site tersebut.

Tanda-tanda pada anak

copasbuku

Mewaspadai internet untuk anak-anak tentu bukan berarti menghalangi anak-anak sama sekali sehingga tidak bisa menggunakan internet, tapi sebagai orang tua, kita harus tahu dan aware dalam mengamati prilaku anak dalam memanfaatkan internet.

Berikut diantara tanda-tanda anak mungkin sedang dalam bahaya dalam interaksi internet:

  1. Mereka menghabiskan waktu yang sangat lama dalam mengakses internet, terutama malam hari
  2. Mereka langsung menutup browser/laptop ketika orang tua mendekat, begitu berusaha rahasia dalam mengakses internet
  3. Ditemukan gambar pornografi di perangkat komputer/gadget mereka
  4. Mereka mendapatkan panggilan telepon dari orang yang tidak kita ketahui, atau mereka sendiri yang melakukan panggilan terhadap nomor yang tidak dikenali, serta menghabiskan waktu lama dalam bercakap
  5. Mereka mendapatkan email, hadiah, kiriman dari orang yang tidak kita kenal
  6. Perubahan sikap lainnya seperti, menjauh dari keluarga, begitu bahagia setelah selesai online di internet, atau sebaliknya menjadi sangat depresi. Bisa jadi mereka mulai/sedang merintis hubungan dengan orang tak dikenal, yang sekaligus bisa jadi pemangsa anak-anak, tanpa mereka sadari.

Langkah-langkah pencegahan dan penanganan

Langkah-langkah praktis dalam mengantisipasi dan menangani bahaya terhadap anak-anak akibat dari interaksi dunia maya:

  1. Yang paling utama adalah orang tua mengerti terhadap internet itu sendiri, sekaligus belajar bagaimana cara mem-block konten-konten yang berbahaya.
  2. Letakkan perangkat komputer/laptop di ruang bersama (misal ruang keluarga), bukan di ruang private, sehingga lebih mudah mengawasi anak-anak
  3. Bangun kedekatan pribadi yang harmonis, saling percaya dengan anak-anak, sehingga mereka menjadi terbuka terhadap orang tua. Dan anak pun tidak ragu berbagi informasi pribadi, seperti password mail, password media interaksi sosialnya dengan orang tua.
  4. Tandai situs-situs apa saja yang menjadi favorit bagi anak-anak, buatkan bookmark, sehingga mereka bisa langsung dengan mudah mengaksesnya tanpa perlu mencari terlebih dahulu. Karena ketika mencari, bisa jadi salah memasukkan kata kunci yang bisa jadi mengarahkan anak-anak pada konten yang berbahaya.
    liputan6
  5. Habiskan waktu online bersama dengan anak-anak sesering dan sebanyak mungkin. Biarkan mereka memperlihatkan kepada kita apa yang mereka senangi ketika berselancar di internet.
  6. Ingatkan dan larang anak-anak untuk memberikan informasi pribadi seperti mail, photo, nomor telepon dan seterusnya, kepada siapapun yang tidak dikenal, baik melalui chat, mail dan lain-lain. Informasi pribadi yang dilepas ke dunia maya akan semakin mempermudah akses para penjahat di dunia maya untuk mendekati anak- anak kita. Larang anak-anak untuk bertemu secara langsung dengan orang yang hanya dikenal secara online. Jangan mendownload gambar dari sumber yang tidak jelas.
  7. Sama diketahui, bahwasanya internet bisa diakses melalui perangkat mobile. Bijak dalam memberikan perangkat mobile kepada anak tepat pada waktunya. Dan ketika sudah layak diberikan, pantau apa saja yang dilakukan anak melalui perangkat mobilenya, dengan siapa saja mereka melakukan kontak.
  8. Buat peraturan yang di sepakati bersama dengan anak-anak terkait akses internet, apa yang boleh, apa yang tidak boleh, berikan penjelasan dengan penuh penghargaan tanpa intimidasi. Serta bangun diskusi yang sehat dengan anak untuk memahami apa saja yang bisa menjadi ancaman atau bahaya melalui internet.
  9. Jika anak-anak mendapatkan ancaman, teror, kiriman dan hal yang terkait melalui interaksi online, laporkan ke pihak berwenang.

Demikian catatan dan rangkuman yang masih jauh dari lengkap terkait informasi anak-anak dan internet, mari sama-sama menggali lebih jauh, mempelajari tools yang bisa dimanfaatkan untuk memblokir informasi yang berbahaya.

Lindungi anak-anak kita, dan jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar kita dan anak keturunan kita senantiasa terlindung dari berbagai macam bentuk kejahatan dan kezaliman yang berawal dari interaksi dunia internet (Manhajuna/FM).

Sumber:

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

perbedaan-mani-madzi-wadi

Antara Mani, Madzi, dan Wadi

Assalamualaikum wr. wb. Ustadz, saya mau bertanya apa perbedaan antara air mani, madzi, dan wadi? …

One comment

  1. internet memang selalu ada plus minusnya, disini peran orang tua sangatlah penting

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *