Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Muliakan Saudaramu
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Muliakan Saudaramu

Muliakan SaudaramuOleh : Zhanjabila Mumtaz

Manhajuna – Sejenak kita simak hadis riwayat Thabrani dari Ibnu Mas’ud, sabda Nabi SAW, “Karena merekalah Allah menghidupkan dan menolak bencana.” sabda Nabi ini terdengar begitu berat sehingga Ibnu Mas’ud bertanya, “Apa maksud karena merekalah Allah menghidupkan dan mematikan?”

Rasulullah SAW. bersabda, “Karena mereka berdo’a kepada Allah supaya diperbanyak, maka Allah memperbanyak mereka. Mereka memohon agar para tiran dibinasakan, maka Allah binasakan mereka. Mereka berdo’a agar turun hujan, maka Allah turunkan hujan. Karena permohonan mereka, maka Allah menumbuhkan tanaman di bumi. Karena do’a mereka, Allah menolak berbagai bencana.”

Allah sebarkan mereka di muka bumi. Pada setiap bagian bumi ada mereka. Kebanyakan orang tidak mengenal mereka. Jarang manusia menyampaikan terimakasih khusus kepada mereka. Kata Rasulullah, “Mereka mencapai kedudukan mulia itu bukan karena banyak shalat atau puasa.” Sahabat bertanya, “karena apa mereka mencapai derajat itu ?” “Bissakhai wan-nashihati lil muslimin”, kata Rasulullah SAW. Dengan kemurahan (kedermawanan) dan memberi nasehat yang tulus kepada kaum muslimin.

Hadis diatas memberitahukan kita tentang keutamaan wali Allah, yaitu wali abdal. Abdal menurut bahasa berarti pengganti, mereka dinamakan abdal karena jika meninggal di suatu tempat, Allah akan menunjukkan penggantinya.

Subhanallah, betapa sifat kedermawanan dan kecintaan yang tulus kepada saudara kita seiman menjadikan derajat kita begitu mulia di sisiNya, Ia ijabah doa-doa hambaNya tanpa keraguan. Meskipun mungkin ditengah masyarakat ia bukan seorang yang terpandang yang dengan kedudukannya ia dipuji dan dengan hartanya ia dipuja. Bukan pula dengan banyaknya shalat dan puasa ia menjadi ria meskipun Allah telah siapkan pintu-pintu surga bagi hambaNya yang banyak shalat dan puasa.

Bahkan seringkali kita tidak menghargai orang yang derajatnya rendah dimata masyarakat, yang fakir dan miskin, padahal boleh jadi mereka tidak dikenal oleh penduduk bumi tetapi dikenal oleh penduduk langit sebagaimana kisah tabiin yang mulia, ialah Uwais Alqarni.

Ia tidak dikenal banyak orang dan juga miskin, banyak orang yang mengolok-olok dan menertawakannya, pekerjaannya hanyalah penggembala domba dan ia sangat berbakti pada ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. sehingga Nabi berkata kepada para sahabat, jika kalian bertemu dengan Uwais bin Amir maka mintalah kepadanya untuk memintakan ampunan kepada Allah.

Hadis riwayat Imam Muslim dalam kitab shohihnya bahwa Rasulullah SAW. bersabda, : “Akan datang kepada kalian Uwais al Qorni dengan rombongan berasal dari yaman. Ia pernah memiliki penyakit kulit belang (al barosh), kemudian ia sembuh darinya kecuali hanya tersisa seukuran keping dirham. Ia memiliki seorang ibu dan ia sangat berbakti kepadanya. Jika ia bersumpah meminta kepada Allah maka Allah akan mengabulkannya. Jika engkau bisa bertemu dengannya dan ia memintakan ampun kepada Allah bagi dirimu maka lakukanlah hal itu.”

Maka betapa seharusnya kita memuliakan dan menghargai orang lain tanpa memandang derajat dan kedudukan dimata masyarakat, kecuali ketakwaan dihadapan Rabb Sang Pencipta. Wallahu ‘alam.

(Manhajuna/HSJ)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Sambut Ramadhan Dengan Taubatan Nashuha

Oleh: Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA Manhajuna.com – Salah satu bentuk persiapan terbaik dalam rangka penyambutan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *