Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kabar / Payung Terbesar di Dunia akan Dipasang di Makkah
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Payung Terbesar di Dunia akan Dipasang di Makkah

MAKKAH – Pekerjaan dimulai pada hari Kamis untuk instalasi payung lipat terbesar di dunia di halaman bagian utara Masjidil Haram, Makkah.

Ini adalah salah satu dari delapan payung raksasa berteknologi tinggi dan 54 payung yang lebih kecil untuk dipasang di Masjidil Haram dalam enam bulan kedepan.

Diproduksi di Jerman, masing-masing kanopi akan terdiri dari sebuah jam raksasa, layar berisi pedoman untuk jamaah, AC, dan kamera pengintai. Setiap payung akan memiliki tinggi 45 meter dan berat 16 ton. Ini akan memberikan keteduhan dengan cakupan area 2.400 meter persegi ketika payung terbuka.

25 insinyur, teknisi spesialis, dan ahli keamanan dari Jerman akan mengawasi proses instalasi dan mekanisme operasi elektronik. 54 payung yang lebih kecil juga akan dipasang di halaman utara, meliputi area dengan luas 19.200 meter persegi. Sebagai bagian dari proyek, 122 bangku untuk jamaah untuk beristirahat beserta bangunan tempat layanan juga akan dibangun. Pekerjaan infrastruktur untuk instalasi kanopi sudah dimulai.

Seluruh plaza utara yang membentang dari pintu Raja Fahd sampai pintu Raja Abdullah dari masjid akan memiliki kanopi ketika proyek selesai. Daerah yang diarsir akan memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 400.000 jamaah.

Pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sedang melakukan pengawasan terhadap proyek, bekerja sama dengan spesialis dari Departemen Pendidikan dan perusahaan kontraktor, yang sedang melaksanakan ekspansi terbesar yang pernah dilakukan terhadap situs suci Islam, Masjidil Haram.

Pada bulan Desember 2014, beberapa minggu sebelum kematiannya, Raja Abdullah memerintahkan pemasangan payung di halaman sekitar Masjidil Haram.

Sheikh Abdulrahman Al-Sudais, Ketua Umum Pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, mengumumkan bahwa perintah King Abdullah datang untuk memberikan payung untuk plaza eksternal, sebagai tambahan bagi daerah yang disetujui dalam proyek ekspansi, dengan luas tambahan diperkirakan 275.000 meter persegi. Lebih dari 300 kanopi akan memberikan naungan dari matahari ke pengunjung Masjidil Haram, katanya.

Hampir 250 payung serupa telah dipasang di plaza sekitar Masjid Nabawi di Madinah sebelumnya. Seperti bunga-bunga mekar, payung diprogram untuk melipat dan membuka secara berurutan dengan jarak hitungan menit untuk menghindari tabrakan antara bagian payung yang bergerak. Proses operasi berjalan dengan senyap secara otomatis menyesuaikan perubahan suhu harian. Payung membuka setiap pagi, membentuk langit-langit yang tembus cahaya, dan melipat setiap malam dalam waktu kurang dari tiga menit.

Di musim panas, payung terbuka memberikan naungan yang teduh di siang hari dan melindungi dari radiasi matahari. Ketika dilipat pada malam hari, sisa panas yang terserap oleh lantai batu dan dinding bisa kembali ke atmosfer. Proses menjadi berkebalikan di musim dingin. Ketika suhu relatif rendah, payung dilipat pada siang hari untuk memungkinkan matahari musim dingin menghangatkan area, dan membuka pada malam hari untuk mempertahankan panas di dekat permukaan tanah.

Sumber: saudigazette

(Manhajuna/IAN)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

3

Buruan, Beasiswa Pascasarjana KFUPM Tahun 2016

Manhajuna.com – Universitas Raja Fahd untuk Minyak Bumi dan Mineral dalam bahasa Inggris King Fahd University …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *