Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Aqidah & Pemikiran / Pemahaman Salah Tentang Setan
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Pemahaman Salah Tentang Setan

Syubhat Tentang Wujud Setan 

Ada dua syubhat yang beredar di tengah masyarakat tentang wujud setan:

Pertama, syubhat yang mengatakan bahwa setan sebenarnya tak lebih merupakan simbol keburukan semata, atau bisikan-bisikan buruk yang terdapat dalam jiwa. Jadi wujud setan -menurut pendapat ini- sebenarnya tidak ada.

Pendapat ini banyak beredar di kalangan cendikiawan yang selalu berupaya menyesuaikan ajaran dan prinsip-prinsip Islam dengan logika semata. Maka ketika wujud setan terasa sangat abstrak dalam logika, lahirlah kesimpulan tersebut.

Kedua, syubhat yang secara berlebih-lebihan berupaya mereka-reka wujud setan sedemikian rupa, dengan berbagai bentuk dan keyakinan yang umumnya memberikan kesan menyeramkan.

Syubhat ini umumnya banyak beredar di masyarakat awam akibat dari pengaruh keyakinan-keyakinan tradisional dari keper-cayaan luar Islam. Maka lahirlah cerita-cerita fiktif yang tak jarang menjadi keyakinan tersendiri di sebagian masyarakat; seperti kisah ‘Sundel bolong’, ‘nenek lampir’, ‘si manis Jembatan Ancol’, dsb. Apalagi ketika media cetak atau elektronik mengangkat kisah ini dalam bentuk cerita fiksi atau film.

Dampak Syubhat Tentang Wujud Setan

Kedua syubhat di atas jelas tidak di dukung oleh nash-nash yang ada kecuali kesimpulan akal atau rekaan semata. Selain itu, kedua syubhat tersebut berdampak negatif bagi kaum muslimin dalam mensikapi keberadaan setan.

Yang pertama dapat menimbulkan sikap meremehkan keberadaan setan, dan kemudian akan melemahkan atau menghilangkan sama sekali sikap perlawanan atau mempertahankan diri terhadap sang musuh. Sebab perlawanan atau mempertahankan diri akan tumbuh manakala adanya keyakinan terhadap keber-adaan musuh. Jika tidak, maka sikap tersebut sulit diwujudkan. Berikutnya jelas, sedikit demi sedikit dia akan masuk perangkap setan yang tidak dia sadarinya berupa penyimpangan dan pelanggaran terhadap ajara Allah Ta’ala. [1]

Sebaliknya syubhat kedua, akan membuat seseorang keliru mengantisipasi ketakutannya dan kekhawatirannya terhadap setan. Yang dia takuti hanya akibat dunianya saja, itupun dengan kesimpulan dan pemahaman yang berlebih-lebihan. Sementara itu tipu daya setan yang sangat banyak dan dapat menjerumuskannya dalam kemaksiatan dan kesyirikan tidak pernah dia takuti.

Hal inilah yang sekarang tampak banyak membentuk opini di tengah masyarakat tentang keberadaan setan itu. Ketakutan mereka terhadap setan tidak membuat mereka semakin taat kepada Allah Ta’ala dan bersih aqidahnya, tapi justru semakin menjerumuskan mereka pada perbuatan-perbuatan kemaksiatan bahkan hingga kepada perbuatan syirik dan kufur.

Lantas, bagaimanakah pandangan yang shahih tentang setan? Nantikan, artikel selanjutnya yang berjudul, Pandangan Islam Tentang Setan.

Catatan Kaki:

  1. Madahkhil asy-Syaithan ‘ala ash-Shalihin, DR Abdullah al-Khathir, hal. 4

Sumber: Untaian Hikmah Dalam Tafsir Surat Al-Fatihah, oleh Abdullah Haidir, Lc, di murajaah Ummu Rumaisha.

Baca Juga: Memohon Perlindungan Allah Ta’ala dari Godaan setan

(Manhajuna/IAN)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

mencela-setan

Pedoman Islam Tentang Setan

Manhajuna.com – Setan adalah makhluk Allah Ta’ala yang Dia ciptakan berdasarkan hikmah dan ilmu-Nya. Setan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *