Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Hadist / Petunjuk Nabi Dalam Ibadah Qurban
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Petunjuk Nabi Dalam Ibadah Qurban

Oleh: Faris Jihady, Lc

عَنْ أَنَس بن مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: “ضَحَّى النَّبِيُّ – صلى الله عليه وسلم – بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ، ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

Diriwayatkan dari Anas ibn Malik ra, ia berkata; “Rasulullah saw berqurban dengan dua domba berwarna campuran hitam dan putih, kemudian menyembelihnya dengan tangannya sendiri, menyebut nama Allah, bertakbir dan meletakkan kaki beliau di atas sisi leher keduanya”. (Hadits Shahih, diriwayatkan Bukhari, Muslim, Abu Daud, AnNasa’i, Ibn Majah, At-Tirmidzi dll).

Beberapa pelajaran hadits:

1.    Anas ibn Malik –sahabat yang meriwayatkan hadits tersebut- mendeskripsikan hewan yang dijadikan kurban oleh Rasulullah saw dengan dua deskripsi:
–    كبش Kabsy, yaitu domba (jenis kambing dengan bulu lebat) yang melewati satu tahun
–    أملح Amlah, yaitu yang warna bulunya putih dominan bercampur dengan hitam, demikian mayoritas ahli bahasa mendefinisikannya
–    اقرن Aqran, yaitu memiliki dua tanduk yang bagus

2.    Mengapa Rasulullah saw memilih hewan kurban dengan deskrips di atas? Al-Mawardi dan ArRafi’i –dua ulama besar mazhab Syafi’i- mengatakan; karena dua hal; tampilan luarnya bagus, dan kualitas dagingnya baik.

3.    Dari deskripsi hadits di atas, dapat disimpulkan beberapa hukum terkait dengan ibadah qurban dan tatacaranya;

a.    Pada dasarnya, hukum ibadah udhiyah / kurban adalah sunnah muakkadah, demikian mazhab Imam AsSyafi’i dan pengikutnya, itu juga adalah pendapat Imam Ahmad, Abu Yusuf dan Muhammad ibn Hasan –keduanya murid Abu Hanifah-. Adapun Imam Abu Hanifah mewajibkannya bagi orang yang mukim (bukan musafir).

b.    Disunnahkan dalam ibadah kurban untuk mendahulukan jenis domba/kambing sebelum unta, ini adalah pendapat ulama Malikiyah dan Syaf’iyyah, kecuali dalam ibadah hadyu (hewan yang disembelih pada saat haji di tanah haram), maka didahulukan jenis unta.

c.    Disunnahkan jumlah hewan kurban lebih dari satu, karena Rasulullah berkurban dengan dua domba. Karena itu, ulama Syafi’iyyah mengatakan; 7 ekor kambing/domba lebih baik daripada seekor unta, karena darah yang ditumpahkan lebih banyak, dan nilai taqarrub-nya lebih bertambah sesuai dengan yang ditumpahkan.

d.    Disunnahkan berkurban dengan hewan yang bertanduk, meskipun yang tidak bertanduk juga diperbolehkan

e.   Disunnahkan memilih hewan dengan tampilan dan kualitas terbaik, karena Rasulullah saw telah memilih dengan pilihan yang baik, sesuai dengan deskripsi dalam hadits tersebut.

f.    Disunnahkan bagi pemilik hewan kurban untuk menyembelih dengan tangannya sendiri, namun jika tidak bisa, maka diperbolehkan untuk mewakilkan dan dianjurkan untuk ikut menyaksikan penyembelihan

g.    Disyari’atkannya menyebut nama Allah dalam penyembelihan dan bertakbir; Bismillah, Allahu Akbar

h.   Dalam penyembelihan, dianjurkan membaringkan hewan pada sisi kirinya, kemudian penyembelih meletakkan kaki di atas sisi kanan. Apa pasal? Karena ini lebih memudahkan bagi penyembelih dalam memegang pisau dan mencengkram kepala hewan.

Wallahu a’lam.
*diringkas dari kitab Al-I’lam bi Fawaid Umdatil Ahkam, Imam Ibn Al-Mulaqqin AsSyafi’i.

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Fiqih Kurban (1): Kedudukan Kurban

Ibadah qurban dalam teks-teks hadits disebut dengan istilah udhiyah أضحية  begitupula dalam catatan kitab-kitab fikih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *