Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kabar / Pimpin Negara Teluk, Arab Saudi Lancarkan Invasi Udara ke Basis Syiah Houthi di ‎Yaman
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Pimpin Negara Teluk, Arab Saudi Lancarkan Invasi Udara ke Basis Syiah Houthi di ‎Yaman

398466-e1427350226429
sabq.org

Manhajuna – Malam hari tepat pukul 00.00 waktu setempat (26/3/15), Arab Saudi lancarkan operasi militer udara bersandi عاصفة الحزم  (decisive storm). Operasi ini diputuskan Raja Salman bersama dengan negara-negara teluk lain, setelah perkembangan mutakhir di Yaman yang semakin tak terkendali, sejak ibukota San’a dikuasai milisi Syiah Houthi yang berkoalisi dengan Presiden terguling, Ali Abdullah Saleh.

Operasi ini dilancarkan sebagai bentuk respon atas permintaan Presiden Yaman, Abdu Rabbih Mansour Hadi, yang sejak beberapa waktu terakhir mengendalikan situasi di Aden secara tersembunyi, bersama dengan kabilah-kabilah Yaman Selatan melawan pemberontakan Syiah Houthi. Presiden Hadi meminta pertolongan negara-negara Teluk yang tergabung dalam GCC (Gulf Cooperation Council).

Berdasarkan update situasi terakhir, invasi udara mentargetkan basis-basis milisi Syiah dan posisi pergerakan mereka menguasai Yaman Selatan. Tercatat serangan terhadap basis udara ‘Anad, Bandara Sa’dah, Yaman Selatan, juga ruang kendali operasi Houthi di ibukota, San’a.

Operasi ini dilancarkan ditengah usaha Saudi atas permintaan Presiden Hadi, untuk mengadakan dialog nasional yang mengumpulkan berbagai kelompok politik yang berseberangan di Yaman, agar tercipta transisi damai. Milisi Syiah Houthi menolak upaya dialog ini, dan terus melakukan pemberontakan.

Saudi melalui Duta Besarnya di Amerika Serikat, Adil Jubair meyakinkan publik, bahwa operasi ini sesuai dengan permintaan Presiden Hadi pertanggal 24 Maret 2015, dan sesuai dengan pasal 51 Piagam PBB tentang pembelaan diri, dan Piagam Liga Arab, dalam rangka membantu dan melindungi rakyat Yaman yang mengalami agresi militer Syiah Houthi, yang secara nyata melanggar aturan internasional.

Secara geopolitik, invasi ini merupakan sikap tegas yang selama ini ditunggu oleh publik khususnya Dunia Islam, di tengah kekhawatiran semakin meluasnya pengaruh Syiah Houthi yang notabene representasi pengaruh Iran di kawasan, setelah sebelumnya Irak, Suriah, Libanon telah jatuh dalam genggaman mereka. Para analis kawasan menyatakan, keterlambatan invasi berarti jatuhnya San’a ke tangan Iran. Seorang analis politik terkemuka dari Kuwait, Prof Abdullah AlNafisi, mengatakan; “Operasi ini adalah apresiasi terhadap kedamaian, jika penjajahan Iran atas Yaman stabil, maka takkan stabil seluruh Jazirah Arab. Wajib tegas bersikap terhadap Iran, inilah yang seharusnya”.

Di dalam negeri Yaman sendiri, invasi ini mendapat dukungan dari rakyat Yaman yang keluar dari rumah-rumah mereka dengan mengangkat gambar Raja Salman, sebagai bentuk dukungan dan terima kasih.

(Manhajuna/FJH, dirangkum dari sabq.org dan berbagai sumber)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Rangkuman Kabar Terbaru Arab Saudi dan Sekitar Edisi 1/1/2017

Disarikan oleh: Ustadz Rijal Mahdi Lc. MA 2 Tahun Kepemimpinan Raja Salman menurut Putera Mahkota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *