Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Preman
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Preman

premanManhajuna – Surat AL KAHFI. Kisah para pemuda yang diabadikan sejarah. Berhasil menggoncang dunia dengan keimanan mereka. Kisahnya termaktub dalam kitab-kitab mulia. Para pemuda yang diselamatkan Tuhannya di dalam gua. Ya, mereka adalah orang-orang pilihan. Yang berani menentang kuasa kerajaan.
Tapi teman, perhatianku tertuju pada ayat setelahnya. Disini ada harapan. Kita juga bisa seperti mereka.

Kita pernah punya cita-cita bukan? Harapan besar demi kejayaan Islam. Mungkin terlalu besar untuk orang-orang seukuran kita. Namun tidak ada yang mustahil teman. Silahkan jika kalian berkenan untuk melihat ayat ke-14 dari surat itu. ‘wa rabathna ‘ala qulubihim’, dan kami ikat hati-hati mereka. Ya, ini syarat pertama teman. Keterikatan hati dalam satu cinta. Cinta kepadaNya. Cinta jalan-jalanNya. Cinta kepada orang-orang yang dicintaiNya. Keterikatan hati dalam pengorbanan. Dalam cinta dan perjuangan. Keterikatan hati dalam satu visi dan obsesi. Keterikatan hati dalam selipan doa-doa cinta di kegelapan.

Hati yang terikat akan mau berkorban dalam kesulitan. Berbagi dengan lapang hati. Membantu dan membahu. Senyuman dan keakraban. Kekuatan dan perjuangan. Kekokohan dan kesatuan. Bukan keterikatan yang dilandaskan hobi, atau satu afiliasi. Bukan keterikatan yang dilandaskan suku kedaerahan. Juga bukan keterikatan sebatas kekeluargaan. Tapi lebih dari itu. Keterikatan dalam sebuah kecintaan dan harapan akan kejayaan.
Hati-hati yang terikat walau tak dekat. Yang erat walau tak kerabat. Yang terpaut walau tak pernah bercakap mulut. Hati yang bersatu walau tak pernah ketemu.

Barulah setelah itu ‘idz qaamu’. Ketika mereka berdiri. Tampil ke permukaan. Memiliki izzah dan kewibawaan. Peranan dan penghormatan. Memiliki posisi dan harga diri. Hati-hati yang terikat menjadi langkah pertama untuk menggapai sebuah izzah. Kekuatan dan kemuliaan. Hati yang terpaut membuat kita kuat walau sebenarnya penat. Hati yang terikat membuat kita kokoh. Disaat yang lainnya mulai roboh. Membuat kita tetap mempesona disaat yang lainnya terlena. Tetap utuh disaat yang lain luluh dan runtuh. Tetap berwibawa disaat yang lain mulai kecewa.

Tetap tersenyum disaat yang lain mulai manyun. Tetap bersahaja disaat yang lain tak lagi bisa apa-apa.
Karna hati yang terikat akan selalu berdoa. Mengharapkan kebaikan untuk para kekasihnya. Dimanapun ia berada. Hati yang terikat akan senantiasa membantu dan menyuntikkan semangat baru dikala bertemu.

Jiwa yang tak mudah tergerus oleh arus. Jiwa yang tak mudah goyah yang bahkan iapun lelah. Jiwa yang tetap berjuang sampai titik penghabisan. Jiwa yang terikat tak kan pernah menyerah. Karna ia paham ada yang mendoakannya di gelap-gelap malamnya. Karna ia paham. Ia tak sendiri.

Barulah saatnya ‘wa qaaluu’. Dan mereka bicara. Hati yang terpaut akan melahirkan izzah. Izzah yang tinggi akan membuat kita dihargai. Disaat itulah kita bicara. Mengguncang dunia. Meneriakkan ‘Ini kami para pemuda’. Merealisasikan visi dan obsesi. Memaparkan harapan besar terhadap perubahan. Mengembalikan kejayaan yang sempat ditelan zaman.

Ya, disaat itulah kita menggoreskan sejarah baru dengan tinta keemasan.
Ya, mungkin terlalu besar untk sebuah cita-cita. Namun tak mustahil untuk sebuah realita.

Kitalah PREMAN itu. PARA REMAJA BERIMAN.

(Manhajuna/GAA)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Kemuliaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah SWT. berfirman: “Demi fajar, Dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *