Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Muslimah / Pria Tidak Paham Bahasa Wanita
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Pria Tidak Paham Bahasa Wanita

Oleh: Pak Utih, Ahmad Shafiai Uda Jaafar

Pria tidak paham bahasa wanita. Itulah kenyataanya, karena kaum adam menggunakan software yang berbeda untuk menafsirkan ungkapan dan wanita pun menggunakan software berbeda ketika mengungkapkan kata-kata.

Contoh, wanita menggunakan “Word” untuk menyampaikan pesan pada pria dan pria menggunakan PowerPoint untuk menampilkan pesan tersebut. Para pria akan me-copy dan paste Word dalam slides PowerPoint-nya. Oleh karena itu, kalau dia keliru me-paste, pastinya makna dan tujuannya tidak akan sesuai dengan yang dimaksud.

Pada dasarnya otak pria itu analoginya seperti ‘berkotak-kotak’. Kalau dia bicara tentang satu topik, maka dia menggunakan satu kotak yang di dalam kotak itu hanya ada satu tema atau topik saja. Berbeda dengan otak wanita yang diumpamakan seperti jaring, bercabang-cabang dan saling berkait antara satu dengan yang lainnya.

Oleh karena itu, ketika hendak berbicara dengan pria, pastikan dia mengetahui topik apa yang hendak anda sampaikan agar dia bisa mempersiapkan ide ataupun kotak apa yang akan dia pakai. Contohnya dalam situasi anda (wanita) meminta dia untuk membelikan es krim. Dalam situasi ini, lelaki biasanya memerlukan pertanyaan yang ‘direct’. Akhirnya, mengapa dia merespon dengan “eh dia nih maunya hanya menghabiskan uangku saja” sebab mungkin ketika anda menginginkan es krim tadi, otak dia sedang menggunakan kotak uang, maka dia selalu merespon tentang uang dia. Oleh karena itu, bersikaplah dengan tenang dan terangkan kepada dia bahwa yang anda inginkan hanyalah makan es krim, agar dia sadar dan terus menukar kotak otaknya.

Perlu anda ketahui, kebanyakan pria ketika pulang ke rumah, semua otaknya dia OFF-kan kecuali otak kotak MAKAN – MAIN – TIDUR. Oleh karena itu, jika hendak meminta tolong padanya untuk membantu pekerjaan rumah atau hanya sekedar ngobrol biasa, maka hendaklah anda ‘alert’ dia dulu dengan menyatakan keinginan tersebut dengan ‘relax’ dan sabar dan biarkan dia yang menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya, bisa jadi setelah MAKAN atau setelah MAIN atau sebelum TIDUR. Puji dia ketika telah menyelesaikan pekerjaan tersebut dan kalau perlu beri dia hadiah.
Selamat mencoba.

Sumber: ratuhati.com

(AFS/Manhajuna)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Hati-Hati dengan “Wewenang”

Oleh: Ustadz Musyaffa Ahmad Rahim, MA. Tersebut dalam hadits muttafaqun ‘alaih (Bukhari [1496, 4347] dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *