Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kolom / Refleksi Kemerdekaan
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Refleksi Kemerdekaan

Oleh Ustadz Abdullah Haidir, Lc.

abdullah-haidir
Kira-kira…saat dahulu mujahidin Indonesia berjuang mengusir penjajah, apakah teriakan takbir yg kerap mereka lantangkan ataukah teriakan merdeka..?

Kira-kira…nilai-nilai apakah yang paling ampuh menggelorakan semangat juang para mujahid saat mengusir pemjajah? nilai agama atau nasionalisme..?

Kira-kira tokoh-tokoh inspirator perjuangan mengusir penjajah di berbagai pelosok tanah air, ulama atau artis..?

Kira-kira…negara-negara mana yang sangat tulus menginginkan kemerdekaan bangsa kita saat itu…negeri-negeri Islam atau negeri-negeri imperialis salibis?

Kira-kira…jargon para mujahid kita saat mengusir penjajah dahulu… “merdeka ataoe mati” atau “hidup mulia atau mati syahid”…?

Kira-kira…inspirasi perjuangan para mujahid kita mengusir penjajah didapat sepulang mereka dari Mekah atau dari Washington dan London?

Kira-kira..basis-basis perjuangan para mujahid kita saat mengusir penjajah, masjid atau night club? pesantren atau bioskop? surau atau discotik?

Kira-kira… yang paling cepat merespon seruan jihad mengusir penjajah saat itu santri apa anak band?

Kira-kira… yang kini paling diharapkan arwah para mujahid pengusir penjajah, lantunan doa tulus atau nyanyian di panggung dangdut…?

Status ini bkn utk mengungkit masalah SARA… hanya agar diketahui bahwa tanpa Islam dan kaum muslimin…negeri ini bukan apa-apa

Maka.. menjadi ironis dan ahistoris, jika setelah merdeka, teriakan takbir menjadi asing dan nilai-nilai agama justru dicurigai..

Maka, menjadi ironis dn ahistoris, jika setelah merdeka bukannya membesarkan Allah, tapi justru menghamba dan jadi kacung imperialis…

Maka, adalah ironis & ahistoris jika setelah merdeka para ulama yang menjadi inspirator jihad melawan penjajah diabaikan bahkan dilecehkan…

Catatan kelam Bani Israel, ingin merdeka dari Fir’aun, minta pertolongan Allah dan taat terhadap Nabi Musa, namun setelah merdeka, Allah diingkari Nabinya dimusuhi…

Selamat merdeka negeriku, moga kau makin sadar, darimana, apa, bagaimana dan untuk apa kemerdekaan itu….!!

(Manhjuna/AFS)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Haji dan Perubahan

Oleh: Ustadz Abdullah Haidir, Lc. Watak dasar kehidupan adalah adanya perubahan. Tidak ada perubahan, berarti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *