Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Siapakah Orang Yang Selamat ..?
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Siapakah Orang Yang Selamat ..?

Oleh: Muhammad Ismail
Alih bahasa: Muthahhir Arif

Orang yang selamat bukanlah orang yang sekedar ketika wabah ini sudah berakhir tanpa tertular penyakit.

Tetapi orang yang selamat adalah yang berhasil memahami risalah yang diinginkan oleh Allah, dan memetik pelajaran dari musibah ini, lalu bersegera bertaubat dan mengingat Allah serta banyak beristighfar dan tunduk kepada-Nya.

Orang yang selamat bukanlah orang yang membiarkan waktunya berlalu dengan melakukan amal ibadah sekedarnya saja dan memperbanyak menikmati hal-hal mubah.

Tetapi, orang yang selamat itu adalah orang yang tahu bagaimana memanfaatkan kondisi ini untuk meningkatkan keimanannya dengan berbagai ketaatan, amal dakwah, serta berjuang untuk tampil dengan akhlak serta etika dan tinggi seperti dalam kesabaran, lemah lembut, dan rendah hati.

Orang yang selamat itu bukanlah orang yang sekedar bersyukur dengan lisan atas nikmat Allah siang dan malam..

Tetapi orang yang selamat adalah orang yang bisa merasakan dengan jujur dan bisa menghargai betul keagungan setiap nikmat yang dirasakannya. Lalu iapun berusaha untuk mensyukuri mulai dari yang sekecil-kecilnya sampai pada yang sebesar-besarnya dengan lisan, hati, dan raganya.

Orang yang selamat itu, bukanlah orang yang sekedar shalat dan mendekatkan diri kepada-Nya namun dengan jiwa dingin dan perasaan acuh tak acuh.

Tetapi orang yang selamat itu adalah orang yang disadarkan oleh ujian ini sehingga ia memperbanyak pujian kepada Allah dengan pujian yang panjang tanpa putus, oleh karena Allah memilihnya di tengah jagad raya yang goncang ini sebagai hamba yang muslim dan mukmin, sementara banyak yang masih larut dalam kebodohan, kemusyrikan, kesesatan dan kemunafikan.

Orang yang selamat itu adalah orang yang memandang sekelilingnya, lalu yakin bahwa rasa aman itu bukan datang dari harta yang dikumpulkan, bukan pula pada kesehatan fisik yang dimiliki. Tidak pula pada kesuksesan karir yang dicapai.

Tapi rasa aman itu ketika seorang hamba menengadahkan tangannya ke langit dan berucap: “Wahai Tuhanku..” Lalu Allah pun menjawabnya: “Aku datang wahai hambaku..”

Semoga Allah menunjukkan kita ke jalan-Nya yang terbaik.

(Manhajuna/IAN)

(Visited 37 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Lebaran dan Tradisi

Saat dahulu bekerja di Saudi, saya dan beberapa teman dai berbagai negara pernah diundang TV …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *