Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Wawasan / Tabrakan Rusia-Cina di Antariksa
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Tabrakan Rusia-Cina di Antariksa

tabrakan-satelit

Ada lebih dari 600 ribu kepingan sampah antariksa.

Satelit mini Ball Lens in the Space (BLITS) milik Rusia berumur lebih pendek dari yang direncanakan. Satelit milik Rusia ini seharusnya masih berumur setahun lagi, tapi sebuah kecelakaan kecil menamatkan riwayat satelit yang diluncurkan tiga setengah tahun lalu itu.

Pada 4 Februari lalu, Vasiliy Yurasov dan Andrey Nazarenki, keduanya peneliti di Institute for Precision Instrument Engineering, Moskow, menemukan penurunan 120 meter pada poros orbit satelit BLITS. Mereka juga menemukan perubahan periode putar satelit mini tersebut dari 5,6 detik menjadi 2,1 detik.

Mereka menduga BLITS telah mengalami tabrakan dengan obyek langit lain pada 22 Januari lalu, ketika perilaku satelit itu mulai berubah. Yurasov melaporkan masalah itu ke Center for Space Standards & Innovation (CSSI) di Colorado, Amerika Serikat. “Mereka meminta bantuan untuk memastikan apakah perubahan itu akibat tabrakan satelit BLITS dengan benda angkasa lain” ujar T. S. Kelso, Manajer Program CSSI, pekan lalu.

Menurut hasil analisis Kelso dan tim CSSI, biang keladi masalah ini adalah sampah antariksa bekas satelit Fengyun 1C milik Cina. Satelit ini sebenarnya sudah dihancurkan oleh senjata anti satelit milik Cina enam tahun lalu. Namun, serpihan satelit cuaca ini masih terus gentayangan di atas sana.

Tabrakan satelit dengan sampah satelit ini bukan kasus pertama. Empat tahun lalu, satelit komunikasi Amerika hancur setelah dihajar serpihan satelit militer bekas milik Rusia. Walaupun Badan Antariksa Amerika (NASA) terus memantau pergerakan ratusan ribu keeping sampah satelit itu, ada banyak sekali serpihan berukuran kecil yang sulit dideteksi. Saat ini ada sekitar 600 ribu serpihan berukuran lebih dari  1 centimeter  yang  gentayangan di antariksa. Walaupun ukurannya kecil,  serpihan ini bukan masalah kecil. SP | SPACE | WATCHER | Majalah  Detik Pagi

Akibat Sampah Satelit

Para analis meyakini, pada 22 Januari lalu, satelit kecil milik Rusia, BLITS, dihajar serpihan satelit Cina, Fengyun 1C. setelah tabrakan itu, satelit BLITS berputar sangat cepat. Beberapa serpihan BLITS terdeteksi oleh pelacak di bumi.

Asal: Rusia

Dilincurkan: 17 September 2009

Berat: 7,35 kilogram

Fungsi: dipakai sebagai satelit penelitian akurasi pengukuran jarak dengan laser oleh International Laser Ranging Service

 

Asal: Cina

Diluncurkan: 10 Mei 1999

Fungsi: Satelit cuaca

Target: Sengaja dihancurkan untuk uji senjata anti satelit milik Cina pada 11 Januari 2007

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

7 Fakta Teleskop Termahal ALMA

Proyek teleskop paling mahal di bumi, Atacama Large Milimeter Array [ALMA], berada ditengah Gurun Atacama, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *