Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Alquran / Tafsir Surat Al Insyirah
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Tafsir Surat Al Insyirah

Oleh: Lutfi Firdaus Munawar, Lc. MA. Ditulis ulang oleh: Arif Fitriyanto

Alhamdulillah kita masih diberi nikmat iman, islam, kesehatan dan juga waktu luang untuk mempelajari Islam dalam kesibukan kita beraktivitas.

Bahasan kali ini adalah tentang kandungan surat Alam Nasyrah atau surat Al Insyirah. Surat ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk dalam surat Makiyyah—yang makna nya diturunkan kepada Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam semasa beliau masih berdakwah di Mekkah. Surat ini turun setelah surat Ad-Dhuha.

Berikut adalah arti surat dari ayat 1 sampai 8,

1. Bukankah Kami telah melapangkan bagimu; dadamu?
2. Dan Kami telah menghilangkan daripadamu; bebanmu,
3. Yang memberatkan punggungmu
4. Dan Kami telah tinggikan bagimu sebutan (nama)mu ,
5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
8. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap

Kandungan surat Al Insyirah

Kandungan surat Al Insyirah dibagi ke dalam tiga bagian utama

Bag-1#Allah mengingatkan tentang tiga nikmat besar yang telah diberikan kepada Rasulullah SAW

Pertama, Seperti disebutkan dalam ayat 1,  “Bukankah Kami telah melapangkan bagimu; dadamu?” (1) Jadi kelapangan dada dengan diberikan nikmat Iman dan Islam adalah sesuatu yang sangat berharga. Dan Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam, juga kita semua, dituntut untuk mensyukuri nya.

Kedua, Seperti disebutkan dalam ayat 2 dan 3, “Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu” (2) “Yang memberatkan punggungmu?” (3) Allah telah mengangkat dosa Rasulullah yang senantiasa memberatkan punggung nya.  Sebagai muslim maka kita senantiasa melihat bahwa dosa adalah sesuatu yang memberatkan. Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam bersabda bahwa orang beriman atas dosa yang dia lakukan adalah ibarat orang yang berdiri di bawah gunung/bukit yang akan runtuh; dan dia sangat takut diruntuhi oleh gunung/bukit itu.

Ketiga, Seperti disebutkan dalam ayat 4, “Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,” (4) Bahwa nama Rasulullah Muhammad salallahu ‘alayhi wa sallam senantiasa disebutkan mengiringi nama Allah SWT. Seperti dalam syahadat, dalam azdan dan juga iqamat. Juga termasuk meninggikan nama Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam dalam hal ketaatan; Bahwa barangsiapa mentaati Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam maka dia mentaati Allah, begitu juga sebaliknya bahwa barangsiapa tidak taat kepada Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam maka dia termasuk tidak taat kepada Allah.

Bag-2#Inti dari surat Al Insyirah

Inti dari surat Al Insyirah ada di ayat 5 dan 6, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (5) “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (6)

Kronologi dari ayat ini adalah ketika Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam tengah mencoba mendakwahi penduduk Taif, setelah kejadian meninggal nya paman dan istri Nabi. Tujuan nya supaya penduduk Taif bersedia masuk Islam dan menjadi pengikut dan penolong dakwah Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam . Namun, mereka menolak ajakan Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam dan bahkan melukai beliau. Ketika kemudian Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam beristirahat di kebun dan ditemui oleh Malaikat Jibril yang menawarkan diri untuk melemparkan dua gunung besar untuk ditimpakan di atas penduduk Taif. Dalam keadaan sedih, Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam malah menolak tawaran Jibril dan bahkan men-doa-kan penduduk Taif supaya pada akhir nya nanti akan lahir dari punggung-punggung mereka orang-orang yang menyembah Allah dan tidak menyekutukan Nya.

Tidak lama kemudian turun surat ini, dan terutama ayat di atas. Para ahli tafsir menafsirkan ayat di atas dengan bahwa kemudahan yang didapat oleh Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam adalah Isra’ Mi’raj dan di ujung nya adalah Fathu Makkah dimana orang-orang masuk Islam dengan berbondong-bondong.

Yang menarik dari dua ayat di atas adalah, tentang kesulitan (al-usr) dan kemudahan (yusr).

Dalam tafsir Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu lebih jauh diterangkan bahwa Allah Ta’ala menyebut “satu kesulitan di antara dua kemudahan”.  Menurut penjelasan ulama, alasannya adalah karena kesulitan (al-usr) yang tersurat di dalam dua ayat tersebut memiliki bentuk definitive/tunggal (baca: makrifah).  Jadi, walaupun disebut dua kali, cuma satu kesulitannya.  Sementara itu, kemudahan (yusr) diekspresikan dengan indefinite article (baca: naqirah) yang mengindikasikan bentuk jamak atau lebih dari satu.

Maka makna yang terkandung adalah, bahwa ada satu kesulitan dan disusul dengan dua kemudahan. Inti nya kalau ada satu kesulitan kita akan beruntung. Bahkan dalam salah satu hadist disebutkan bahwa Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam, sebagaimana dikutip Ibnu Katsir dari riwayat Anas bin Malik, pernah mengilustrasikannya saat  duduk bersama para sahabat di depan sebuah batu.  “Saat kesulitan datang dan masuk batu ini, maka kemudahan pasti akan datang dan masuk pula menghilangkan kesulitan tersebut.

Bag-3#Bagian terakhir dari surat Al Insyirah

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,” (7) Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (8)

Kandungan ayat ini adalah bahwa kita dituntut untuk melakukan perkerjaan atau aktivitas secara totalitas dan penuh kesungguhan. Dimana ketika satu aktivitas telah selesai dikerjakan segera kemudian beranjak ke aktivitas berikutnya.  Hal ini juga bermakna untuk melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh ketika kita telah selesai melakukan berbagai urusan yang lain.

Dan bagian akhir—di ayat ke 8—adalah bahwa sebagai orang beriman maka sudah sepatutnya kita hanya menggantungkan hasil akhir kepada Allah SWT.

Wallahu’alam bi shawab

(Manhajuna/AF/IAN)

Ust. Lutfi Firdaus Munawar, Lc. MA.

Ustadz asal Lamongan yang sehari-hari akrab dipanggil ustadz Lutfi ini, sekarang sedang studi doktoral di Universitas King Saud (KSU), Riyadh. Selain kuliah, beliau aktif menjadi penceramah dan pengisi berbagai kajian di Riyadh, seperti jaliyat, dan komunitas-komunitas lainnya yang ada di Riyadh, Arab Saudi. FB: /Lutfi Firdaus Munawar

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

al-fatihah-the-opening

Makna Lafaz Basmalah

﴾ بِسْم ﴿ Seharusnya kalimat (بِسْم) ditulis dengan  (بِاسْمِ), namun karena sering digunakan, huruf alifnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *