Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Wawasan / Tips Mengenalkan Ibadah Bulan Ramadhan Untuk Si Kecil
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Tips Mengenalkan Ibadah Bulan Ramadhan Untuk Si Kecil

Oleh: Fajriati Maesyaroh, Psi

Manhajuna.com – Bulan Ramadhan sudah di depan mata. Dengan banyaknya kemuliaan yang ALLAH SWT berikan di dalamnya, maka kita pun sebagai orangtua tentunya sangat bersemangat untuk mengajak serta ananda tercinta untuk ikut menikmati ibadah-ibadah yang ada pada bulan Ramadhan, khususnya ibadah puasa.

Saat tinggal di Indonesia, kita perlu banyak bersyukur karena cuaca, iklim serta lama jam puasa tidak berubah banyak tiap tahunnya. Hal ini membuat kita jauh lebih mudah untuk mengajak si kecil belajar puasa. Namun saat ini, untuk kita yang tinggal di wilayah Timur Tengah, khususnya Qatar, Saudi Arabia dan sekitarnya, maka pada tahun 2015 ini Ramadhan akan jatuh pada musim panas, dengan suhu berkisar 40an°C dengan lama puasa sekitar 15 jam 15 menit. Untuk itu kita butuh persiapan ekstra baik bagi diri kita sdr, juga utk si kecil, sehingga Ramadhan tahun ini bisa berjalan dengan menyenangkan dan menjadi Ramadhan terbaik buat seluruh keluarga.

Nah….. Persiapan apa saja yang perlu kita lakukan untuk si kecil sang cahaya mata kita dalam menyambut Ramadhan kali ini?? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan Ummi dan Abi bersama :

1) Berikan prolog atau pengenalan tentang keutamaan bulan Ramadhan, serta ibadah-ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan. Pada anak usia pra-sekolah, pengkondisian ini bisa dilakukan dengan cara membaca buku bersama, bercerita dengan media boneka atau dengan menggunakan nama-nama binatang sebagai tokoh sentral, atau dengan lagu-lagu yang semuanya bertujuan mengenalkan anak pada bulan Ramadhan, dan puasa. Selain bisa menarik perhatian anak, metode tersebut akan membuat anak cepat memahami materi tentang Ramadhan yang kita berikan dengan nyaman tanpa merasa digurui.

2) Mengkomunikasikan kepada pihak sekolah bahwa anak kita akan belajar berpuasa pada Ramadhan nanti. Untuk ananda yang bersekolah di sekolah Indonesia (Seperti yang ada di Jeddah, Riyadh), tentunya akan lebih banyak hal yang bisa dilakukan bersama dengan sekolah. Orgtua bisa bekerja sama dengan sekolah dalam menghadirkan suasana yang lebih istimewa dlm Ramadhan nanti.  Dalam hal ini anak bisa diajak untuk turut serta mendekorasi sekolah atau ruang kelasnya, serta rumah dan kamar tidurnya dengan berbagai hiasan yang ia buat sendiri.. Di rumah, orangtua sebaiknya juga melakukan silaturrahmi untuk bermaafan dalam menyambut Ramadhan -sambil mengajak anak- kepada tetangga dan kerabat sehingga anak bisa melihat teladan pada diri orangtua serta baik untuk membangun image positif tentang Ramadhan.

Untuk ananda yang bersekolah di sekolah international, maka komunikasi dengan guru mengenai puasa mutlak dilakukan agar guru tidak salah persepsi, menganggap orgtua “menyiksa” anaknya dengan tidak memperbolehkan anak makan dan minum, padahal cuaca nanti akan sangat panas. Orgtua mutlak menyampaikan dengan bahasa yang baik agar guru paham, bahwa meskipun ananda masih kecil, tp kita ingin mereka belajar tentang puasa, belajar shabar mengendalikan dorongan/kebutuhan dirinya.

Sampaikan bahwa anak hanya akan puasa sampai pada waktu tertentu, tidak full seperti seharusnya, misalnya sampai zhuhur saja. Dengan demikian guru di sekolah pun bisa memahami tujuan belajar puasa pada anak dan in syaa allah hal tersebut akan menjadi dakwah buat mereka. Selain itu, orangtua juga bisa meminta guru untuk mengatur kegiatan belajar serta aktifitas ananda di sekolah. Dalam hal ini, kegiatan motorik kasar yang melelahkan sebaiknya diganti dengan kegiatan yang tidak membuat anak cepat merasa haus dan lelah. Namun perlu diingat bahwa latihan puasa ini sifatnya tidak memaksa. Selain karena anak-anak BELUM WAJIB berpuasa, hal terpenting adalah jangan sampai anak kemudian malah memiliki image yang negative tentang puasa atau bulan Ramadhan.

3) Di rumah, orangtua pun perlu mengatur jadwal aktivitas anak. Bila anak berkeinginan untuk berpuasa, maka orangtua perlu menata jam tidur anak sehingga ia bergairah saat bangun untuk sahur. Waktu sahur sebaiknya diakhirkan sehingga anak-anak tidak terlalu lama menunggu waktu shubuh, apalagi di musim panas ini waktu malam menjadi lebih pendek sehingga waktu istirahat malam pun semakin pendek.

Sebaiknya, setelah sholat subuh berjamaah, ananda dipersilahkan untuk tidur kembali sampai sekitar 1 jam sebelum waktu berangkat sekolah. 1 jam tersebut bisa dipergunakan anak untuk mandi, berpakaian dan membaca IQRO’ atau Al-Qur’an sampai waktu berangkat sekolah tiba. In syaa ALLAH, badan yang segar akan membuat ananda juga bersemangat dalam mengaji.

4) Melatih puasa secara bertahap dengan disertai reward yang sepadan. Pujian sebagai anak yang sholeh dan shabar juga adanya hadiah-hadiah kecil yang sifatnya mendidik akan sangat disukai anak. Dalam hal ini orangtua juga bisa menggunakan sistem bintang prestasi untuk setiap hal positif yang dicapai anak, baik dalam ibadah (puasa, sholat wajib, sholat tarawih, dll) atau pun perilaku (tidak marah-marah, mau membantu ibu, dll). Selain itu, ananda juga bisa diberi pengertian bahwa ada pahala dan surga dari Allah. Jadi hadiah materi diatas tak menutupi stimulus ganjaran Allah. “Jika kamu berpuasa, maka kamu ikut membuka pintu pahala dari Allah bagi orangtuamu yang telah mendidikmu untuk berpuasa” . Anak tentunya akan senang karena sekaligus dapat berbuat sesuatu kebaikan untuk orangtuanya.

5) Tidak menyimpan makanan atau minuman di tempat-tempat yang mudah terlihat.

6) Mengatur menu dengan makanan dan minuman yang disukai anak,terutama saat sahur (agar anak bersemangat), sambil tetap memperhatikan asupan gizi-nya. Jangan lupa, perbanyak asupan cairan selama waktu berbuka, yaitu sejak maghrib sampai fajar untuk menggantikan kebutuhan cairan yang hilang saat ananda berpuasa di siang harinya.

7) Menyiapkan berbagai alternative kegiatan pengisi waktu, seperti buku-buku, pensil warna dan crayon, kaset lagu-lagu anak, CD pendidikan, puzzle, lego dan mainan-mainan lain yang disukai anak.

8) Mengajak ananda untuk meramaikan syiar Ramadhan, misalnya dengan mengajaknya untuk bershodaqoh, mendengarkan ibu atau ayah membaca Al-qur’an, tarawih berjamaah di masjid atau di rumah (meski tidak harus sampai selesai), ikut pesantren kilat Ramadhan khusus untuk anak-anak pra-sekolah, mengantar makanan berbuka ke masjid atau ke rumah tetangga, bersilaturrahim, dll.

9) Ada banyak dampak psikologis positif yang harus dimengerti orang tua dari berpuasa:

  • Puasa melatih anak untuk bisa mengendalikan dorongan dalam dirinya sehingga bisa menahan pemuasan segera (melatih kecerdasan emosi).
  • Puasa menumbuhkan kemampuan anak untuk merasakan kesulitan orang lain dan memupuk rasa santun pada orang-orang yang kurang beruntung.
  • Membantu anak memiliki akhlaq mulia terutama jujur. Allah swt melihat dan tahu apakah anak puasa atau tidak.
  • Meningkatkan penghayatan dan pengamalan agama karena suasana dan semua orang Islam di seluruh dunia melakukannya.
  • Pelatihan puasa membuat anak menjadi lebih dekat dan akrab dengan orang tuanya.

Semoga Allah memberi keberkahan kepada kita selaku orangtua yang senantiasa berusaha mendidik anak-anak kita agar menjadi anak-anak yang sholeh, yang amat besar cintanya kepada Allah dan Rasulnya, serta dapat menyelamatkan kita dari adzab neraka kelak….

Tentang Penulis:

Penulis adalah seorang ibu dari 2 anak yang sekarang beranjak remaja : Daffa (13thn) dan Khadijah (9thn) yang sudah 8 tahun bermukim di QATAR menemani suami tercinta dalam mencari karunia ALLAH di bumi yang penuh barakah ini.

Latar belakang pendidikan beliau di bidang psikologi (beliau adalah lulusan dari Fakultas Psikologi UI) membuatnya aktif dan banyak berkecimpung di bidang pendidikan, anak dan keluarga. Saat ini penulis aktif sebagai pengajar di Pendidikan Islam Anak Indonesia (PIAI) Daar Al Arqam, Psikolog dan Konselor di Parents Support Group Qatar serta sebagai salah satu pengisi materi di beberapa acara serta taklim khusus Ibu-Ibu di AlKhor Qatar.

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

3597404_4

Bagaimana Memperlakukan Kulit Hewan Qurban ?

(Qurban Bukan Sedekah Daging: Bagian 6) Oleh: Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA Manhajuna.com – Menyembelih udhiyah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *