Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Mendamaikan Perselisihan Manusia dan Keutamaannya
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Mendamaikan Perselisihan Manusia dan Keutamaannya

Oleh : Abu Kautsar

Islam adalah agama yang cinta perdamaian dan persatuan, Islam hadir memenuhi fitrah dan sifat manusia karena tabiat manusia cinta perdamaian dan persatuan.

Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupan sehari-harinya terkadang menemui satu kesalahfahaman yang kalau dibiarkan akan bermuara pada perselisihan dan pertengkaran. Ini bisa terjadi pada semua level kehidupan dari yang paling terkecil kehidupan pribadi sampai kehidupan antar kelompok, dari kehidupan rumah tangga sampai pada kehidupan bernegara. Dan perselisihan banyak sumber dan pemicunya apakah masalah Sosial politik, Perdagangan dan ekonomi atau seribu macam lainya.

Hari-hari ini semua media sedang diramaikan oleh Puisi seseorang yang menamakan dirinya budayawan. Isi puisinya sangat melecehkan Islam sekalipun indah puisinya tapi tidak ada alasan harus melecehkan Islam karena seni dan Islam bisa berjalan seirama tanpa saling mengenyampingkan satu sama lainya karena Islam adalah agama yang di turunkan Allah SWT untuk kedamaian manusia.

Allah SWT yang menciptakan alam semesta dan seluruh isinya memahami betul bahwa manusia sebagai makhluknya akan mengalami perselisihan sehingga diantara perhatian dan anjuran hukum-hukum Islam adalah memberi ruang dan pahala yang besar bagi pihak-pihak lainya untuk menjadi juru damai perselisihan antara manusia secara individu, kelompok atau kelembagaan. Allah SWT berfirman :

لَّا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Tidak ada kebaikan dari bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan yang memerintahkan bersodaqah atau berbuat kebaikan atau mendamaikan manusia dan barang siapa yang mengamalkan yang demikian karena mengharap keridhaan Allah maka akan diberi pahala yang besar.” [QS:.Anisaa: 114]

Imam At-Tabbari mengatakan “mendamaikan manusia yang dibolehkan Allah SWT agar kedua belah pihak kembali bersatu, berdamai dan besepakat di atas kalimat Yang di perintahkan Allah SWT”.

Mendamaikan manusia satu amalan yang mendatangkan pahala agung namun banyak dilupakan manusia, Rasulullah SAW dalam sabdanya bahwa pahala mendamaikan manusia derajatnya lebih baik dari derajat puasa،shalat dan sodaqah

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ, وَالصَّلاةِ, وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوا: بَلَى قَالَ: إصَلاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ, فَإِنَّ فَسَادَ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ

Maukah kalian aku berikan kabar yang derajatnya lebih baik dari puasa, shalat dan bersodakah? Para sahabat menjawab “Tentu ” dan Rasulullah menjawab “memperbaiki yang berselisih, karena sesungguhnya perselisihan itu adalah kesesatan.

Aneka macam perselisihan pada jaman kenabian seringkali muncul dan Rasulullah SAW telah memberikan contoh dengan cepat dan tepat demi memperbaiki pihak-pihak yang beselisih dan demi kemaslahatan dan soliditas umat Islam secara individu atau kelompok.

Pada suatu hari dua kelompok penduduk Quba berselisih sampai pada tahap akan saling membunuh dengan lemparan-lemparan batu dan ketika Rasulullah SAW mendengar beliau memerintahkan mereka agar menghadap kepadanya dan bersabda ;

إذهبوا بنا نصلح بينهم
{رواه البخاري}

Datangkan kepadaku, kudamaikan mereka

Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib di kabarkan masuk surga sebagai sayyidnya pemuda penduduk surga oleh Rasulullah SAW bukan karena ada pertalian darah dengan Nabi, tetapi karena Nabi memprediksi dengan kenabiannya bahwa Al-Hasan akan mendamaikan dua kelompok besar yang sedang bertikai yakni Kelompok Muawiyah dan Kelompok Ayahnya. Rasulullah SAW bersabda :

إن ابْنِي هَذَا سَيِّدٌ، وَلَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يُصْلِحَ بِهِ بَيْنَ فِئَتَيْنِ مِنَ المُسْلِمِينَ»

Sesungguhnya cucuku ini adalah sayyid, kelak Allah akan memdamaikan dua kelompok besar kaum muslimin.”

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda :

الحسن والحسين سيدا شباب أهل الجنة

ورواه الترمذي وابن حبان وأحمد والطبراني وغيرهم

Al-Hasan dan Al-Husaen sayyidnya pemuda penduduk surga.”

Al-Hasan bin Ali berinsiatif turun dari jabatannya sebagai Amirulmukminin demi perdamaian dua kelompok kaum muslimin yang sedang bertikai dan demi tidak tertumpah lagi darah kaum muslimin, para ahli sejarah berpendapat peristiwa perang Siffin telah memakan korban mencapai tujuh puluh ribu orang, empat puluh ribu korban dari pihak Muawiyah dan hampir tiga puluh ribu korban dari pihak Ali Radiyallahu ‘an huma.

Mendamaikan manusia adalah perintah Allah SWT :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (الحجرات : ١٠)

Sesungguhnya orang beriman bersaudara maka damaikan antara saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat kasih sayang

Dan hukum Islam memberikan keringanan bolehnya seseorang berdusta dalam tiga hal dan tidak ada keringanan hukum pada tiga perkara tersebuat adalah, Kondisi perang dan mendamaikan manusia, serta ucapan (sanjungan) seorang suami kepada isterinya dan juga sebaliknya seorang istri kepada suaminya،sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

الحرب والإصلاح بين الناس، وحديث الزوج امرأته، وحديث المرأة زوجها(رواه البخاري)

Dalam kontek kekinian mendamaikan perselisihan antar manusia secara individu atau kelompok bukan lagi sebatas ada dalam ajaran Islam secara khusus tapi secara umum sudah berbentuk lembaga baik domestik atau International dan hampir setiap negara memiliki lembaga peradilan dan pra-pradilan. Semua itu adalah salah satu bentuk inisiatif untuk mengadakan perdamaian antar lembaga atau negara, bahkan dalam level dunia international PBB (peserikatan bangsa-bangsa) mendirikan lembaga perdamaian manusia demi terciptanya keamanan, ketentraman dan kenyamanan manusia dalam menjalankan kehidupannya dimuka bumi dan dalam pergaulan international.

(Manhajuna/IAN)

Fathurrahman Abu Kautsar

Fathurrahman Abu Kautsar, pekerja yang sedang berdomisili di Riyadh Arab Saudi. Beliau yang dulu sempat menimba ilmu di Lembaga Bahasa Arab dan Ilmu keislaman Ustman bin Affan Jakarta, juga aktif dalam mengelola Forum Majelis Taklim Riyadh (FORMATRA) sebagai Wakil Ketua. Selain itu ditengah kesibukannya, beliau juga menyempatkan diri untuk menimba ilmu dari beberapa ulama negeri Arab Saudi
(Visited 98 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Islam, Perang dan Kemerdekaan

Oleh: Aji Teguh Prihatno, S.T. Musuh musuh Islam, dari kaum kafir hingga kaum liberal tiada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *