Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Pada Setiap Musibah Ada Kebaikan
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Pada Setiap Musibah Ada Kebaikan

Alih bahasa: Muthahhir Arif

Ketika perahu dilubangi adalah puncak keselamatan.

Ketika terbunuhnya sang pemuda adalah puncak kasih sayang.

Ketika tertahannya harta kedua anak yatim adalah puncak kesetiaan.

Karena itu.. bersabarlah wahai orang beriman, atas sesuatu yang belum engkau pahami

Maka terkadang Yang Maha Pengasih mengasihimu dengan kasih sayang yang amat luas, dengan jalan yang tidak menyenangkan bagimu, tapi Dia menjadikannya kemenanganmu, dan ditinggikannya derajatmu di Surga; dengan hal yang engkau tidak menduganya..!!

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui“.
[QS. Al-Baqarah: 216]

Contoh, wabah yang saat ini menimpa seluruh dunia, meskipun jelek di satu sisi, namun di sisi lain, bisa menjadi peluang pahala yang sangat besar, sebagai penegasan dari makna ayat yang mulia.

Misalnya, dengan musibah ini betapa banyak;

-orang Islam yang meningkat iman dan ketaatannya kepada Allah, dan semakin dekat pada-Nya

– orang yang tidak shalat, meninggalkan shalat, kini kembali menunaikan shalat dengan ikhlas dan semangat

– para pendosa yang banyak melakukan maksiat, kini bertaubat dan meninggalkan dosa

– orang yang lupa Akhirat dan hanya fokus pada dunia; kini hatinya sadar, dan banyak beramal shaleh, sebagai persiapan menghadapi kematian

– orang yang mengingkari nikmat Allah yang begitu banyak pada dirinya; kini ia menyadari nilai setiap nikmat-Nya, kecil ataupun besar, dst;

Karena itu,

wahai orang-orang yang beriman,
wahai orang-orang yang bertaubat,

Tenanglah..

Tuhan Pemilik Kebaikan tidak pernah mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan selalu!

Bersangka-baiklah kepada Allah di setiap peristiwa dan musibah; karena Dia Maha Maha Pengasih, Maha Penyayang, lagi Maha Lembut

Perbanyaklah taubat penuh kesungguhan, dan istighfarlah dengan lisan dan hati

Pastikan dirimu berada di jalan yang dicintai-Nya, melalui istiqamah dan bersegera melakukan berbagai ketaatan ..

Dan bergembiralah ..

Kesempatan menang itu boleh jadi terlambat, akan tetapi pasti akan tiba.

Itu janji Allah:

‎فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

Semoga Allah memberkahi kita semua. Amin

(Manhajuna/IAN)

(Visited 14 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Kedudukan Niat dalam Agama

Oleh: Abu Abdurrahman Fahd Al-Ammari Alih bahasa: Muthahhir Arif Niat merupakan perkara terpenting dalam syariat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *