Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Peluang yang Memungkinkan dan Tidak Mustahil
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Peluang yang Memungkinkan dan Tidak Mustahil

Alih bahasa: Muthahhir Arif

Pilihan terbaik kita adalah tidak menunggu lama di jalur tertutup dan larut dalam memikirkan sesuatu yang sangat jauh yang belum kita raih. Dan berhentilah meratapi bahwa kita belum bisa menunaikan ibadah-ibadah yang besar, seperti:

• Mengkhatamkan Al-Qur’an 3 kali dalam bulan ini

• Tidak qiamullail lebih banyak di malam hari

• Tidak shalat tarwih 20 rakaat

• Tidak memberi buka puasa untuk ratusan orang

• dan lain sebagainya.

Akan tetapi, ambillah peluang di depan mata yang memungkinkan dan dengan mudah kita amalkan sekarang..!

Kita bisa:

🌿 Membaca Al-Qur’an walau hanya satu halaman

🌿 Shalat sunnah walau hanya 2 rakaat

🌿 Bertasbih walaupun hanya 10 kali

🌿 Beristighfar walau hanya 20 kali

🌿 Bersedekah walau hanya dengan sebiji kurma

🌿 Membaca buku walau hanya 2 halaman

🌿 dan seterusnya..

Seorang wanita dari Bani Israil telah melakukan hal memungkinkan untuk ia kerjakan meski dirinya berlumur dosa, yaitu ia memberi minum seekor anjing; maka dengan itu ia pun masuk Surga!!

Dan seseorang yang melakukan hal memungkinkan di tengah kesibukannya, seperti menyingkirkan ranting berduri dari jalan, maka ia pun mendapatkan ampunan dosa!

Jalan menuju Allah hitungannya per jengkal ..!

“Siapa yang mendekat kepada-Ku sejengkal..”
(Hadits Qudsi)

Kebaikan itu ditimbang dengan sebiji dzarrah (atom) dan bukan dengan batu timbangan (pergram atau perkilo)

Sebagaimana Firman-Nya:

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya“. (QS. Al-Zalzalah: 7)

Dan peluang-peluang iman dan keselamatan dapat diraih melalui; detik demi detik, serta menit demi menit, dan bukan dari jam demi jam, atau dari hari demi hari!

Maka janganlah kita berhenti walau sebentar dan meremehkan;
satu langkah,
satu kalimat,
satu tasbih, atau
satu doa yang kita munajatkan ke langit…

Kita jangan berhenti karena menunggu sebuah lompatan besar yang akan merubah kondisi kita secara menyeluruh!

Ingatlah di setiap malam:

Jangan evaluasi diri kita prihal kemustahilan yang kita impikan.

Akan tetapi, evaluasilah diri kita dengan hal memungkinkan kita lakukan.

Betapa banyak ucapan dan perbuatan yang sanggup kita lakukan tetapi masih juga kita lalaikan..!!?

‎‏Pastikan, bahwa peluang yang memungkinkan itu terbentang untuk kita wujudkan amal nyata dan bukan sekadar harapan dan angan-angan.

Walaupun berhenti pada langkah pertama, ketiga, atau kesepuluh, dan semua itu tetap dihargai, dan tetap punya andil dalam membangun gedung yang bertingkat ..

Hanya saja hal itu dianggap sebuah kelemahan diri, dan pola didik yang salah!

Maka tidak layak seorang muslim mengikuti jalan tersebut, dan tetap pada kondisi demikian.

Sejatinya, setiap kali kita sampai di puncak dari puncak-puncak prestasi setinggi apapun itu, kita masih berkeinginan untuk menaiki puncak lain yang lebih baik dan lebih sempurna..

Demikianlah, kita melewatkan waktu kita dan menghabiskan detik demi detik dari umur kita dengan semangat perlombaan dan optimalisasi

Hingga saatnya .. kita berjumpa dengan Allah sebagai orang yang shaleh dan mushlih (yang telah melakukan perbaikan).

جعلنا الله وإياكم من الصالحين المصلحين، آمين

(Manhajuna/IAN)

(Visited 27 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Kedudukan Niat dalam Agama

Oleh: Abu Abdurrahman Fahd Al-Ammari Alih bahasa: Muthahhir Arif Niat merupakan perkara terpenting dalam syariat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *