Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Alquran / Melampaui Kata: Menyelami Kedalaman Makna Basmalah
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Melampaui Kata: Menyelami Kedalaman Makna Basmalah

Manhajuna.com – Terjemahan Kitabullah bukanlah sesuatu yang bersifat statis atau jumud. Seiring berkembangnya hubungan umat dengan Al-Qur’an, pemahaman kita terhadap maknanya pun terus tumbuh. Seorang penterjemah sejati tidak hanya memindahkan kata dari satu bahasa ke bahasa lain, melainkan ia harus mampu menangkap esensi dan kedalaman rasa yang terkandung di dalam bahasa langit tersebut.

Anatomi Basmalah: Gerbang Menuju 99 Nama Allah
Basmalah (بسم الله الرحمن الرحيم) bukan sekadar kalimat pembuka. Secara struktur, ia terdiri dari empat patah kata dan satu huruf penghubung (Harful Jar), yaitu ba’ (بِـ). Di dalam frasa (بسم الله) “Dengan Nama Allah”, secara implisit terangkum seluruh Asma’ul Husna yang berjumlah 99.

Artinya, setiap kali seorang hamba mengucap Bismillah, ia seolah-olah sedang memanggil seluruh sifat keagungan dan keindahan Allah dalam satu tarikan napas.

Tantangan Istilah: Mengapa Ar-Rahman dan Ar-Rahim Tak Tergantikan?
Dalam jurnalisme dan ilmu bahasa, istilah teknis atau keagamaan sering kali kehilangan maknanya jika diterjemahkan secara literal (kamus). Sebagaimana kita tidak menerjemahkan “Shalat”, “Zakat”, atau “Haji”, maka nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim pun memiliki kedalaman yang melampaui sekadar “Maha Pengasih” dan “Maha Penyayang”.

Terjemahan klasik tersebut sering kali terasa “sempit” dan kabur. Mari kita bedah secara linguistik:
1. Ar-Rahman (الرحمن): Terdiri dari lima huruf dasar (3+2). Mengikuti kaidah bahasa Al-Qur’an: “Katsratul mabna tadullu ‘ala katsratil ma’na” (Banyaknya huruf menunjukkan luasnya makna).
– Sifatnya: Global dan menyeluruh. Rahmat Allah ini meliputi seluruh makhluk, Muslim maupun non-Muslim, hewan, tumbuhan, hingga tatanan planet di alam semesta.
– Dimensi: Menunjukkan kebesaran dan keagungan rahmat yang tidak terbatas oleh ruang.
2. Ar-Rahim (الرحيم): Terdiri dari empat huruf dasar (3+1).
– Sifatnya: Spesifik dan istimewa. Sifat ini dikhususkan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. (وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا). Melalui sifat Rahim-Nya, Allah memberikan taufiq, kecintaan pada ketaatan, dan keteguhan iman.
– Dimensi: Menunjukkan sifat yang berkekalan dan berpanjangan (Ad-Da’im).

Dengan Ar-Rahman, Allah menjaga eksistensi makhluk-Nya. Dengan Ar-Rahim, Allah mencintai dan membimbing hamba Mukmin-Nya menuju hidayah.

Urgensi Memahami Bahasa Arab bagi Seorang Muslim
Imam Syafi’i rahimahullah dalam karya monumentalnya, Al-Umm, menegaskan pentingnya setiap Muslim mempelajari bahasa Arab sesuai kemampuannya:

فَعَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَتَعَلَّمَ مِنْ لِسَانِ الْعَرَبِ مَا بَلَغَهُ جُهْدُهُ، حَتَّى يَشْهَدَ بِهِ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَيَتْلُوا بِهِ كِتَابَ اللَّهِ

Memahami bahasa Arab adalah kunci untuk merasakan “manisnya” dzikir, mulai dari takbir, tasbih, hingga basmalah yang kita ucapkan dalam shalat. Tutur kata yang baik (kalimah thayyibah) laksana pohon yang akar-akarnya menghujam kuat ke bumi dan dahan-dahannya menjulang tinggi ke langit.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

Penutup: Jangan Terpukau, Teruslah Mendaki
Sebagai Mukmin, janganlah kita hanya terpukau dan merasa cukup dengan sifat Ar-Rahman (rahmat umum) yang telah kita terima di dunia. Sebaliknya, kita harus bergiat mengejar sumber-sumber sifat Ar-Rahim Allah, yaitu kasih sayang khusus yang membawa kita pada keselamatan abadi di akhirat kelak.

Sebab, tutur kata yang kita ucapkan dan pahami adalah buah dari iman yang bersemi di dalam hati nurani.

وما توفيقي إلا بالله عليه توكل وإليه أنيب

Buya Dr. H. Ahmad Asri Lubis, Lc., MA.
Risalah Ma’had Darul Ikhlas, Panyabungan
03 Rajab 1447 / 22 Desember 2025

 

(MRS)

(Visited 74 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Agar Tahun 2026 Lebih Bermakna

PESAN EMAS ALI BIN ABI TALIB Dalam Hadis Shahih Bukhari, sahabat ternama Ali bin Abi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *