Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Investasi Langit: Rahasia di Balik Doa Ayah dan Kaderisasi Anak Saleh
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Investasi Langit: Rahasia di Balik Doa Ayah dan Kaderisasi Anak Saleh

Manhajuna.com – Di tanah suci, di bawah naungan Ka’bah yang agung, seorang ayah bernama Abdullah bersimpuh. Ia bukanlah orang kaya; perjalanannya ke Baitullah adalah hasil dari tetesan keringat bertahun-tahun sebagai petani. Namun, di antara ribuan doa yang dipanjatkan, ada satu rintihan yang paling istimewa: Ia mendambakan keturunan yang saleh.

Munajat Tulus di Sisi Ka’bah
Dengan air mata yang mengalir, Abdullah bermunajat:
“Ya Allah, saya datang memenuhi panggilan-Mu, Labbaik Allahumma Labbaik. Kedatangan saya bukan untuk berwisata, melainkan mengharap rahmat-Mu. Saya merasa malu di hadapan tamu-tamu-Mu yang alim, karena saya membaca Al-Qur’an namun tak memahaminya, saya mendengar sabda Nabi-Mu namun tak mengerti bahasanya. Maka ya Rabb, karuniailah aku anak yang saleh, yang mampu memahami kitab-Mu dan sunnah Nabi-Mu…”

Allah Yang Maha Idhtirar (المضطرّ) mendengar rintihan itu. Sekembalinya dari tanah suci, ia dikaruniai putra yang kelak menjadi ahli agama. Inilah bukti nyata sabda Rasulullah ﷺ:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

“Apabila engkau meminta, mintalah kepada Allah. Apabila engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi & Ahmad)

Mendidik Anak: “Bisnis” Paling Utama
Prof. Dr. Muhammad Ratib Nablusi menekankan bahwa tugas termulia seorang manusia bukanlah meraih gelar akademik tertinggi, melainkan mendidik anak yang saleh. Sebagaimana firman-Nya:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ

“Dan orang-orang yang beriman, lalu keturunan mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan keturunan mereka dengan mereka…” (QS. At-Tur: 21).

Jika Anda meraih PhD, anak saleh yang Anda didik adalah “sertifikat” yang jauh lebih unggul di akhirat. Ia adalah aset yang terus mengalirkan pahala meski Anda telah berada di liang lahat.

إِذَا مَاتَ ابنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Tiga Kewajiban Ayah: Belajar dari Umar bin Khattab (RA)
Suatu ketika, seorang ayah mengadu kepada Khalifah Umar bin Khattab tentang anaknya yang durhaka. Namun, setelah mendengar pembelaan sang anak, Umar justru berbalik menegur sang ayah.

Umar menjelaskan bahwa anak memiliki hak atas ayahnya:
– Memilih ibu yang baik (Memilih calon istri salehah).
– Memberi nama yang baik.
– Mengajarkan Al-Qur’an.

Ternyata, sang ayah tersebut memberikan nama ‘Ju’la’ (serangga hitam yang bau) dan tidak mengajarkan satu huruf pun Al-Qur’an. Umar pun berkata:
“Engkau telah mendurhakai anakmu sebelum ia mendurhakaimu!”

Waspada “Dosa Jariah” yang Turun-Temurun
Hati-hatilah dalam mewariskan kebiasaan. Jika kita membiasakan keluarga dengan kelalaian shalat, pamer aurat, atau membuang waktu sia-sia, kita berisiko memikul “dosa jariah”.

Imam Syathibi rahimahullah memberikan peringatan keras:
– Keberuntungan besar: Bagi mereka yang saat wafat, dosa-dosanya ikut terkubur bersamanya.
– Kecelakaan besar: Bagi mereka yang telah wafat, namun dosa-dosanya tetap hidup dan mengalir hingga ratusan tahun karena dicontoh oleh keturunannya.

Doa “VVIP” dari Malaikat Pemikul ‘Arasy
Orang tua yang gigih mendidik anaknya akan mendapat pembelaan luar biasa. Malaikat-malaikat mulia yang memikul ‘Arasy terus memohonkan ampun untuk kaum Mukminin dan keluarganya:

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

Yahya bin Muadz al-Razi berkata, tidak ada benteng yang lebih kuat bagi seorang Mukmin di dunia ini selain doa para malaikat pemikul ‘Arasy ini.

Keteguhan Sa’ad bin Mu’az (RA)
Sebagai penutup, mari teladani prinsip Sa’ad bin Mu’az yang merasa dirinya harus menjadi yang terbaik dalam tiga hal:
– Keyakinan: Bahwa setiap sabda Rasulullah ﷺ adalah kebenaran mutlak dari Allah.
– Kekhusyukan: Tidak memikirkan apapun selain Allah saat sedang shalat.
– Kematangan: Fokus pada ibrah (pelajaran) tentang kematian saat mengantar jenazah.

Semoga di penghujung tahun ini, kita semakin semangat dalam mendidik keturunan agar menjadi anak-anak yang mencintai Al-Qur’an dan menjadi penolong kita di akhirat kelak.

وفقه الله وأعانه والمحبِّين والمتحابِّين في الله

 

Buya Dr. H. Ahmad Asri Lubis, Lc., MA.
29 Jumadil Akhir 1447 / 20 Desember 2025
Ma’had Darul Ikhlas, Dalan Lidang, Panyabungan

 

(MRS)

(Visited 35 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

IMA Arab Saudi Audiensi dengan Pensosbud KBRI Riyadh Bahas Pelestarian Budaya Indonesia

Riyadh, 29 Desember 2025 — International Madani Association Arab Saudi (IMA KSA) melaksanakan audiensi dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *