Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Antara Dua Tahun
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Antara Dua Tahun

Oleh: DR. Misy’al al-Falahi

Alih bahasa: Syarif Ridwan

Segala puji hanya milik ALLah Ta’ala, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kehadirat Nabi dan Rasul paling mulia, Muhammad Saw.

Kita seringkali menemukan berkas cahaya dalam kegelapan yang cukup untuk menerangi kehidupan kita. Dalam masalah dan krisis yang sangat berat, acap kita dapati celah kecil untuk melihat indahnya pemandangan musim semi. Tatkala seluruh pilihan yang ingin kita ambil selalu tersumbat saat kritis, tetiba sebuah gagasan brillian dari luar memberi kita keluasan menakjubkan untuk memilih yang muncul pada detik-detik terakhir sebelum segalanya terlambat.

Kawanku…
Tahun milikmu (1441) telah berlalu dengan segala yang ada padanya. Hari-harinya yang panjang pun telah usai. Berbagai situasi sulit dan peristiwa menyedihkan telah dilalui bersamanya. Tinggallah kenangan sukses, kesabaran dan optimisme itu tetap hidup dan menetap dalam sanubari. Adapun yang selain itu akan hilang menguap seiring hari-hari.

Kawanku…
Aku sungguh mengetahui sepenuh keyakinan bahwa krisis Corona menguasai berbagai situasi sebagaimana jejak yang ditinggalkannya pada tahun lalu. Namun pada waktu yang sama, ia juga memberi kita waktu dan kesempatan yang lebih banyak. Ia juga menciptakan untuk kita tantangan yang takkan membuat kita lebih kokoh tanpa kesulitan dan ujian yang melingkupi dunia ini seluruhnya, dari Timur hingga Barat, dari Utara sampai Selatan..! Bila saja kutunjukkan kepada Anda bagian dari kesuksesan personal yang berhasil diraih orang-orang tertentu, niscaya mereka yang masih hidup akan mengetahui apa yang telah diperbuat oleh krisis ini..!!!

Kawanku…
Kehidupan ini adalah petualangan uji keberanian atau tidak sama sekali. Dan waktu kita yang paling berharga adalah ketika optimisme kian berlipat ganda walau apapun yang terjadi di sekitar kita, hingga membuat kita takkan pernah berpaling. Harapan dalam jiwa kita kian menguat sampai pada batas dimana kita dapat menanam benih kebaikan, bahkan ketika kiamat tiba dan tata Surya di alam semesta berubah posisi. Sebagaimana sabda Rasullullah Saw.: “Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu menanamnya maka hendaklah ia menanamnya.” (HR. Bukhari & Ahmad)

Kawanku…
Pada kesempatan singkat ini aku ingin mengajakmu:
Cobalah ambil selembar kertas dan penamu, lalu tuliskan 3 goal dan target paling penting dari 6 peran berikut: aspek iman, keluarga, sosial, pengetahuan, kesehatan, dan finansial. Adapun peran terbesarmu dan paling esensial (rencana pribadimu), maka itu yang akan menyita waktu, pikiran dan emosimu. Sehingga ketika akhir tahun menjelang, engkau tidak datang kecuali membawa kisah sukses dan keberhasilan pada target itu. Membuat orang-orang di sekitarmu terkesiap karenanya.

Kawanku…
Tidakkah kita bertanya pada diri sendiri, kapan kita bertaubat? Kapan membebaskan diri dari segala yang haram? Kapan membersihkan hati kita dari dengki dan iri, membenci sifat buruk itu lalu meninggalkannya? Kapan kita menegakkan shalat disertai hak-haknya berupa rasa khusyu dan pengagungan kepada ALLah Ta’ala? Kapan kita memiliki wirid tetap dan rutin? Lebih sempurna dalam sholat yang ditunaikan, kala berpuasa dan bersedekah, ketika tilawah Al-Qur’an, silaturahim, atau pada segala sesuatu yang memberi kita kehidupan..?

Kawanku…
Tidakkah sekarang waktunya bagi kita kembali membaca Al-Qur’an kita di penghujung malam, bersegera ke masjid kala adzan berkumandang, berusaha khatam Al-Qur’an dalam tiga hari, atau puasa Sunnah Senin dan Kamis..?

Agar kita dapat menyelamatkan diri dari rusaknya hati dan petaka lisan terhadap kehormatan seorang Muslim, atau mencari-cari aib mereka. Agar kita dapat mengatasi berbagai perbedaan, semakin dewasa di hadapan setiap konflik, dan mampu menaklukkan berbagai rintangan di jalan.

Kawan…
Tidakkah sekarang tiba saatnya menumbuhkan sedikit perhatian kita agar memiliki ide dan gagasan yang dengannya kita hidup, rencana yang mengharuskan kita untuk berkorban, agenda yang dapat menyerap emosi, waktu dan kerja keras kita. Agar kita tidak termasuk golongan yang ALLah sebutkan dalam Al-Qur’an: “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.” (Qs. At-Taubah: 38)

Kawanku…..
Engakaulah yang bertanggung jawab atas dirimu sendiri, maka tempatkan dirimu pada posisi yang layak. Keluargamu adalah amanah besar bagimu, maka usah hemat waktu luangmu untuk melejit bersama mereka di atas tangga kesuksesan…

Kawanku…
Tahunmu yang baru (1442) selangkah telah engkau tapaki. Jangan biarkan hari-hari yang akan engkau lalui itu mendahului tujuan dan rencana-rencanamu. Di ujung jalan akhir tahun nanti kami tunggu berita suksesmu. Agar kami turut bahagia karenanya. Dan engkau berlari bersama kisah suksesmu itu sebagai tauladan bagi manusia lainnya. Tinggalkan hal-hal sepele dalam hidupmu. Jadilah Sang juara dan pencipta peluang terbesar…!(Sungguh kami termasuk orang-orang menunggu).

(Manhajuna/IAN)

(Visited 33 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Kedudukan Niat dalam Agama

Oleh: Abu Abdurrahman Fahd Al-Ammari Alih bahasa: Muthahhir Arif Niat merupakan perkara terpenting dalam syariat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *