Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Adab Haji dan Umrah
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Adab Haji dan Umrah

1/ Niati secara ikhlash bahwa pelaksanaan ibadah haji anda untuk Allah semata, dan katakanlah sebagaimana Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

«اللَّهُمَّ حَجَّةٌ لاَ رِيَاءَ فِيهَا وَلاَ سُمْعَةَ»

“Ya Allah, (jadikanlah) haji yang tidak mengandung unsur riya (unjukdiri) dan unsur sum’ah (siar diri).

2/ Jadilahkanlah pelaksanaan haji anda sesuai dengan tata pelaksanaan hajinya berdasarakan sabdanya:

«خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ»

“Ambillah manasik (tata cara) haji kalian dariku.”

3/ Hindarilah perkataan seronok (ar-rafats) dan perbuatan maksiat serta perdebatan batil, sehingga menjadikan haji anda sebagai ibadah yang maqbul (diterima).

4/ Jauhilah berdoa kepada selain Allah, yaitu kepada orang yang telah meninggal dunia. Atau meminta tolong kepada mereka yang merupakan perbuatan yang tergolong ke dalam kesyirikan yang membatalkan ibadah haji dan amal lainnya, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

[الزمر: 65]

Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. 39:65)

5/ Bersikap santunlah kepada orang di sekitar anda saat bertawaf dan melakukan sa’i serta melontar jamrah, dan jangan anda mengeraskan suara saat berzikir dan berdoa , apalagi melakukan doa secara berjama’ah.

6/ Jangan mendesak orang saat di Hijir dan tidak berhenti di sana, hingga menghalangi tawaf.

7/ Hentikanlah pelaksanaan sa’i antara Shafa dan Marwah saat shalat didirikan agar shalat berjama’ah tidak luput darimu.

8/ Jagalah shalat berjama’ah di masjid, lebih-lebih di Masjidl Haram.

9/ Jangan melangkahi leher-leher orang yang sedang shalat hingga mencederai mereka. Dan duduklah di tempat yang paling dekat.

10/ Hindari melintas di hadapan orang yang sedang shalat sekalipun di al-haramain karena termasuk perbuatan syaithan, kecuali saat keadaan sangat mendesak.

11/ Perbanyak tawaf mengelilingi Ka’bah, karena di dalamnya terkandung pahala yang besar. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

«مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ سَبعًا وَصَلَّى رَكعَتَيْنِ كَانَ كَعِتقِ رَقبَةٍ»

“Barangsiapa bertawaf  di Baitul Haram 7 (tujuh) kali putaran, dan shalat dua raka’at setara dengan membebaskan budak.”

12/ Tidak menyembelih hewan kurban sebelum hari Nahr (kurban) dan tidak diperbolehkan menggantinya dengan bersedekah seharga hewan tersebut.

13/ Diantara tanda haji mabrur adalah terjadi perubahan yang lebih baik pada diri anda dari sisi keyakinan, ibadah, muamalah, dan akhlak anda. Dan hendaklah anda berdoa:

«رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ»

“Ya Rabb kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”

Sumber: Haji Mabrur oleh Muhammad bin Jamil Zainu, diterjemahkan oleh Mohammad Khairuddin. islamhouse.com

(Manhajuna/IAN)

(Visited 47 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Parameter Haji Mabrur

Oleh : Abu Kautsar Haji mabrur adalah impian dan harapan semua orang yg melaksanakn haji. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *