Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kabar / Alumni Libya Dorong Perdamaian di Timur Tengah
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Alumni Libya Dorong Perdamaian di Timur Tengah

Oleh: Dr. Aunur Rafiq, MA (Ketua Terpilih IKALI 2017-2021)

Puncak Bogor- Pasca gerakan tsaurah (revolusi) di Libya yang ditandai dengan jatuhnya era Mu’ammar Qadafi, situasi politik dan keamanan di Libya masih belum ada titik pencerahan. Justru, persoalan semakin bertambah runyam, padahal suksesi kepemimpinan di negara yang dikenal kaya sumber daya alam minyak itu sudah berlangsung kurang lebih enam tahun.

Masing-masing kelompok yang muncul setelah tumbangnya rezim lama semakin memperlihatkan egoisme dan arogansinya, mereka merasa paling berhak dan layak untuk berkuasa. Sehingga terjadi dualisme pemerintahan yang bersitegang hingga saat ini. Oleh sebab itu, Alumni Libya mendorong proses perdamaian di Libya, sehingga rakyat Libya tidak berlarut-larut berada dalam ketegangan, konflik dan krisis politik ini.

Demikian rekomendasi yang menjadi harapan dan poin penting majelis reuni akbar Ikatan Alumni Libya Indonesia, Puncak Bogor (Ahad 25-26/3/2017).

IKALI adalah Ikatan Alumni Libya Indonesia yang menghimpun para lulusan Kuliah Dakwah Islam Internasional (The World Islamic Call College),Tripoli Libya. Dalam Ikatan inilah seluruh alumni Libya dari berbagai daerah di Indonesia bergabung, mulai dari angkatan pertama sampai angkatan terakhir.

Reuni yang diadakan ketiga kali ini dihadiri 35 orang, ada yang dari Makassar,  Jember, Bandung, Karawang dan Jabodetabek.

Hadir sejumlah tokoh alumni senior seperti KH Muhyidin Junaidi, MA., Dr. Aunur Rafiq Dr. Fisher Zul,  Dr. Andi Hamzah, Amin Lubis, MA, Atmadi Rasyid, Lc, dan angkatan alumni awal lainnya.

Reuni ini juga dihadiri oleh Dr. Khalid al Jaroosy, delegasi Jam’iyyah Dakwah Islam Dunia Libya di Indonesia.

Reuni ini bertujuan untuk konsolidasi, menguatkan jalinan silaturrahim di antara para alumni Libya Indonesia. Selain itu, reuni akbar ini  menjadi media untuk saling tukar fikiran dan pengalaman. Mengingat para alumni Libya ini, pada umumnya sudah banyak berkiprah dan mengabdi di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Di samping, mereka juga dinilai mapan dan memiliki kedudukan strategis di berbagai ranah kehidupan berbangsa dan bernegara.  Ada yang aktif di organisasi Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah,  NU,  PERSIS, Dewan Dakwah dan sebagainya.

Ada juga alumni yang bekerja sebagai pimpinan dan dosen di sejumlah Universitas ternama di Indonesia,  pengusaha, diplomat, penerjemah, pengasuh lembaga sekolah dan pesantren, jurnalis, birokrat pemerintahan dan varian profesi lainnya.

Bahkan banyak dari alumni Libya ini yang sudah menjadi muballigh kondang,  mengisi even-even tertentu di masjid-masjid, perkantoran, perusahaan, dan berbagai komunitas baik di dalam atau pun di luar negeri. Di setiap bulan Ramadhan, para dai dari lulusan Libya ini ada yang dikirim ke belahan dunia, seperti Amerika, Australia, Yunani, China, Thailand dan  Malaysia.

Ada juga di antara mereka yang dikirim ke pelosok daerah di dalam negeri untuk melakukan aktivitas dakwah.

Dalam reuni ini diadakan acara FGD, membahas berbagai persoalan, yang secara garis besar dapat dibagi menjadi dua persoalan pokok, yaitu , konsolidasi internal (tastbiitul wujud) dan konsolidasi eksternal (istbatul wujud). Konsolidasi internal ini, salah satunya membahas tentang merumuskan kembali arah kebijakan atau visi dan misi Ikatan. Selain itu, menyepakati penyegaran kepengurusan atau restrukturisasi IKALI untuk periode 2017-2021.

Adapun konsolidasi eksternal, menyepakati sejumlah program jangka pendek dan jangka panjang yang memberi manfaat, baik bagi anggota Ikatan, atau pun bermanfaat untuk umat dan bangsa secara umum.

Forum menyepakati beberapa program unggulan di antaranya membuat program pengembangan ekonomi, seminar dan penerbitan buku yang menyoroti persoalan Timur Tengah, khususnya masalah konflik dan solusi perdamaian di Libya.

Sebagaimana disampaikan sebelumnya, bahwa forum reuni mengajukan sejumlah rekomendasi, utamanya mendorong pemerintah Indonesia agar lebih aktif dalam menciptakan perdamaian dunia, khususnya konflik di Timur Tengah seperti Libya. Berkaitan dengan suasana politik di Libya terkini, yakni  setelah gerakan revolusi yang ditandai dengan tumbangnya rezim Qahdafi,  kondisi Libya masih belum pulih dan stabil. Pendek cerita, Libya dihadapkan kepada permasalahan yang semakin kompleks dan rumit. Dan saat ini, di Libya ada dua kekuatan pemerintah yang saling konfrontasi untuk mendapatkan pengaruh dan kekuasaan penuh.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya, apabila pemerintah Indonesia melakukan pendekatan diplomatik yang terukur dan strategis terhadap dualisme pemerintahan yang terjadi di Libya tersebut. Sehingga Libya segera kondusif dan damai,  tidak berlarut-larut dalam konflik yang berkepanjangan.

Secara aklamasi dan musyawarah mufakat, Reuni Akbar IKALI ini telah melahirkan kepengurusan baru untuk periode 2017-2021. Dr. Aunur Rafiq terpilih sebagai ketua umum IKALI, Adapun wakilnya adalah M. Syahrul Murojab, M.Pd dan Dr. M. Choirin. Sedangkan sekretaris Ikali diamanahkan kepada Imron Baehaqi Lc, MA dan Bedri Lc sebagai wakil sekretarisnya.

(Manhajuna/IAN)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *