Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Anugerahkan Kami Anak yang Sholeh
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Anugerahkan Kami Anak yang Sholeh

Dirangkum oleh: Alan Soffan

Salah satu doa yang senantiasa dilantunkan kebanyakan muslimin terutama orang tua adalah doa Nabi Ibrahim AS.

“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh” ﴾QS. Ash Shaaffat:100﴿

Hampir bisa dipastikan bahwa keinginan mempunyai anak yang sholeh adalah dambaan semua orang tua muslim. Tetapi, apakah kita sudah mengetahui kriteria anak/orang sholeh. Karena, bagaimana mungkin kita menginginkan sesuatu, tetapi kita tidak mengetahui ciri-ciri nya. Mungkin sebagian sudah merasa tahu ciri-ciri anak sholeh, tetapi apakah itu yang dimaksud dalam tuntunan Islam.

Oleh karena itu, penting rasanya kita mengetahui ciri-ciri anak sholeh sebagaimana yang dituntunkan Al Quranul karim khususnya yang disebutkan dalam QS. Al Imron:113-114.

 لَيۡسُواْ سَوَآءً۬‌ۗ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ أُمَّةٌ۬ قَآٮِٕمَةٌ۬ يَتۡلُونَ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ وَهُمۡ يَسۡجُدُونَ (١١٣) يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلۡخَيۡرَٲتِ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ (١١٤)

“Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.”

Tanda-Tanda Orang Sholeh

Jadi  dalam QS. Al Imron:113-114 di atas, paling tidak ada lima tanda orang sholeh yaitu:

  1. Selalu membaca ayat Allah di malam hari

Kita harus memahami bahwa ayat Allah itu luas, sebagaimana tertuang dalam QS. Al Fushilat: 53; “ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar…”. Dengan demikian, setidaknya ada tiga kategori besar ayat-ayat Allah yaitu ayat eksakta, ayat sosial dan ayat risalah (Al Quran). Oleh karena itu, untuk mencapai derajat anak sholeh, maka paling tidak kesholehannya adalah dengan membaca ayat risalah yaitu Alquran. Dan penting untuk digaris bawahi bahwa membaca ayat Allah (AlQuran) bukan masalah bisa atau tidak bisa, tapi harus ada aspek terbiasa. Boleh jadi seseorang bisa membaca Al Quran tapi belum tentu dia terbiasa. Dua- duanya yaitu bisa dan terbiasa harus melekat bersama dalam membaca ayat Allah SWT.

  1. Selalu bersujud

Ini adalah ciri yang kedua, punya kebiasaan bersujud, yaitu tunduk kepada Allah SWT (dalam arti luas), khususnya mendirikan sholat. Jadi intinya, anak sholeh harus menjadikan sholat sebagai suatu kebiasaan dalam kehidupannya. Laki-laki wajib sholat di masjid, sedangkan perempuan di rumah. Dan yang paling dahsyat adalah konsisten mendirikan sholat subuh berjamaah di masjid, sangat jelas sekali panggilan subuh,”…Sholat (Shubuh) lebih baik dari tidur..”. Jadi salah satu tanda kesholehan adalah sholat lima waktu di masjid.

  1. Beriman kepada Allah SWT dan hari akhir

Ini adalah wilayah keyakinan yang sangat penting, yang akan mempengaruhi orientasi kehidupan seseorang. Ketika seseorang didalam hatinya mempunyai keimanan kepada Allah SWT dan hari akhir, maka seharusnya ia akan selalu menghiasi setiap langkahnya dengan kebaikan dan menjauhi dari yang dilarang. Karena dengan itu dia akan memperoleh pahala yang menghantarkan ia bertemu dengan Allah SWT dan terlindung dari beratnya siksa neraka.

  1. Amar makruf nahi mungkar

Sangat penting untuk memahami bahwa orang sholeh bukan hanya sekedar orang baik, tapi dia harus menjadi orang yang mau mengajak orang lain dengan segala resikonya. Orang sholeh bukan hanya orang yang tidak melakukan kejelekan, tapi dia selalu puya keberanian untuk meninggalkan kejelekan untuk dirinya dan juga mampu mengajak orang lain untuk meninggalkan kejelekan tersebut.

Al Quran menuntun kita dalam QS. Lukman:17; “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu…”. Jadi setelah sholat, maka perintahnya adalah amar makruf nahi munkgar, kemudian dilanjutkan bersabarlah atas resiko yang mungkin akan menimpamu. Jadi, tidak betul kalau sebagian masyarakat kita berpandangan, yang penting kita sholeh, orang lain terserah mereka. Justru Islam sangat gamblang menjelaskan, bahwa sholeh itu harus menjalar ke masyarakat, ajari anak kita dengan tauladan dalam beramar makruf nahi mungkar.

  1. Bersegera dalam kebaikan

Yang terakhir adalah selalu di depan untuk hal yang positif dan produktif, siap jadi pelopor bukan pengekor, menjadi perintis bukan pewaris, menjadi penggerak bukan penggertak, menjadi anak luar biasa, bukan biasa diluar. Intinya selalu menjadi pelopor kebaikan seperti tersurat dalam QS. Alfathir 32: “… diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar”.

Akhirnya ayat 113-114 dalam surat Al Imron ini ditutup dengan “…dan merekalah orang-orang yang sholeh..”

Apa janji dan jaminan untuk orang sholeh, cukuplah QS. Al Anbiya:105 menjadi jawaban pertanyaan ini “..Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh ”.

Demikian, semoga ulasan ciri-ciri anak sholeh diatas semakin mempertajam lantunan doa-doa kita kepada Alah SWT untuk menjadikan kita dan anak keturunan kita menjadi orang sholeh….amin.

Catatan:Di rangkum dan di sesuaikan seperlunya dari ceramah video ust. Didik Purwodarsono | Karakteristik Anak Sholeh di Bijak.tv.

(Manhajuna/IAN)

Alan Soffan

Alan Soffan merupakan kandidat Doktor asal Jawa, menyelesaikan pendidikan S-1 di UGM, kemudian S-2 di King Saud University (KSU). Saat ini disamping sedang proses penyelesaian S-3 di Plant Protection Department College of Agriculture and Food Science KSU, beliau juga aktif dalam aktifitas sosial di komunitas masyarakat Indonesia Riyadh, Arab Saudi
(Visited 731 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Seputar Hukum dan Ketentuan Menjamak Shalat Karena Turun Hujan

Oleh Ustad Abdlullah Haidir, Lc. Menjamak shalat dalam safar, relatif sudah cukup dikenal dan sering …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *