Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kabar / Benarkah Selfie Megawati dan Puan Maharani Memperburuk Suasana di Arab Saudi?
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Benarkah Selfie Megawati dan Puan Maharani Memperburuk Suasana di Arab Saudi?

Oleh: H. Rijal Mahdi LC, MA (Mahasiswa s3 Universitas King Saud, Riyadh, KSA)

Kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi King Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia menjadi topik utama media masa didalam dan luar negeri minggu ini. Hampir semua channel televisi di tanah air memberitakan kunjungan bersejarah ini dengan mengulas MoU yang telah ditanda tangani oleh Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.

Selain media massa, media sosial juga heboh dengan kunjungan ini. Netizen heboh dengan semua berita kunjungan Sang Raja; mulai dari berita tentang tangga pesawat, mobil mewah, hotel tempat rombongan Raja menginap, wisata Bali, dan hal-hal lainnya, bahkan penerjemah khusus Presiden RI saat kunjungan Raja Salman juga ikut ramai dibicarakan di media sosial.

Antusias netizen ini disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah karena kunjungan bersejarah yang baru terulang semenjak 47 tahun silam, kedekatan emosional antara rakyat Indonesia dan Arab Saudi yang mayoritas beragama Islam, tambahan quota haji 2017, misi nasional Arab Saudi untuk menyelamatkan ekonomi negaranya melalui visi Arab Saudi 2030, atau ada yang mengaitkannya dengan perpolitikan nasional di Indonesia.

Saya sebagai seorang Warga Negara Indonesia yang kebetulan sedang berada di luar negeri dan tepatnya di Riyadh, ibu kota Arab Saudi dapat merasakan hebohnya pemberitaan kunjungan ini melalui media masa yang saya ikuti. Dari pemberitaan lokal dan luar negeri yang saya ikuti, paling tidak ada beberapa catatan yang dapat saya tuliskan dalam kesempatan ini.

Silsilah Raja Salman

Tanggal 02 Maret 2017 ketika mengikuti kabar terkini TVONE, saya agak kaget dengan laporan reporter televisi TVONE ketika menyebutkan nama orang nomor satu di Arab Saudi yang sedang berkunjung ke Indonesia. Reporter TVONE melaporkan bahwa nama Raja Arab Saudi adalah Raja Salman Bin Abdul Aziz Al-Siraj. Ketika itu saya sedang menterjemahkan sebuah teks dari Arab ke Indonesia, saya langsung berhenti dan mendengarkan siaran itu dengan secara fokus. Dipenghujung berita, sang reporter kembali menyebutkan bahwa Raja Arab Saudi adalah Salman Bin Abdul Aziz Al-Siraj, bukan Al-Saud. Mungkin bagi orang Indonesia nama asal usul keturunan tidak terlalu penting untuk dihafal dengan baik, akan tetapi bagi orang Arab, silsilah nama ayah, kakek, marga, dst adalah hal yang sangat penting. Hal ini karena silsilah keluarga menjadi tolak ukur asal usul seseorang, apakah dia berasal dari keluarga yang terpandang atau biasa-biasa saja. Dan kata “Al-Saud” bukan “Al-Siraj” adalah menjadi sumber nisbah kerajaan Arab Saudi dan merupakan keluarga yang mendirikan kerajaan Arab Saudi sekarang ini.

Konferensi Pers Menteri Luar Negeri

Keesokan harinya, 03 Maret saya kembali kaget dengan pemberitaan TVRI saat menyiarkan konferensi pers antara Menteri Luar Republik Indonesia dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi. Dari pihak Indonesia, konferensi pers disampaikan langsung oleh ibu Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi. Adapun dari pihak Arab Saudi, konferensi pers disampaikan oleh Menteri Negara Urusan Luar Negeri, Dr. Nizar Bin Ubaid Madani (bukan Menlu KSA). Akan tetapi TVRI memberitakan konferensi pers itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Adil Al-Jubair. Dari media lokal yang saya ikuti, saat rombongan Raja Salman telah berangkat ke Indonesia, Menlu Saudi Adil Al-Jubair sedang berada di Iraq dalam lawatan resmi kenegaraannya ke negeri itu. Jadi dapat dipastikan bahwa yang menyampaikan konferensi pers bersama dengan Menteri Retno Marsudi bukanlah Adil Al-Jubair.

Selfie Megawati Dan Puan Maharani

Pada Jumat, 03 Maret 2017 media cetak dan elektronik Okaz Newspaper lokal di Arab Saudi memuat berita Raja Salman dan Presiden RI menanam pohon bersama di halaman Istana. Koran lokal itu juga memuat photo selfie Megawati dan Puan Mahari dengan Raja Salman. Isi berita yang berbahasa Arab itu biasa saja, tidak ada yang special, tidak ada yang heboh, dan tidak ada yang marah.  Akan tetapi netizen di tanah air dihebohkan dengan postingan selfie tersebut karena terdapat potongan pidato Raja Salman yang diambil secara terpotong yang berarti : “Tidak Menghormati Penguasa Dan Mencampuri Urusan Dalam Negeri Suatu Negara” karena posisi petikan pidato Raja Salman itu berada diatas photo selfie Megawati dan Puan Maharani. Para netizen berasumsi dan bahkan digiring pada suatu kesimpulan yang tidak ada dasarnya, bahwa photo selfie Megawati dan Puan dianggap tidak menghormati Sang Raja, masyarakat Saudi marah dengan perlakukan tidak terhormat tersebut, dan kesimpulan-kesimpulan lain yang tidak ada dasarnya.

Berikut ini saya nuqilkan pada pembaca judul Koran Okaz yang membuat heboh netizen di tanah air:

okaz
Okaz, 03-03-2017

دعا أمام البرلمان الإندونيسي لتنسيق المواقف والجهود لمواجهة التطرف والإرهاب

Raja Salman menghimbau didepan Parlemen Indonesia untuk berkoordinasi dalam memerangi radikalisme dan terorisme.

الملك سلمان: توحيد الصف لحسم التدخلات وصدام الثقافات

Raja Salman: Satukan barisan untuk membendung intervensi dan benturan budaya.

حذر من ظاهرة عدم احترام سيادة الدولة والتدخل في شؤونها الداخليلة

Raja Salman mengingatkan “FENOMENA TIDAK MENGHORMATI PEMERINTAH” yang berkuasa dan intervensi urusan dalam negeri Negara lain (dalam konteks intervensi Iran terhadap Negara Timur Tengah).

Dari ketiga judul Arab diatas dan isi dari konten berita itu (saya sudah baca secara utuh),  bagian mana yang menyatakan bahwa Warga Arab Saudi marah dengan photo selfie tersebut? Saya bukan orang yang suka selfie, saya juga kurang setuju dengan selfie Mantan Kepala Negara dan Menteri Negara dengan Sang Raja yang terhormat dan sudah sangat senior itu, saya juga tidak membenarkan sebab musabab selfie itu bahwa konon Raja Salman bertanya dimana cucu Soekarno?, bukan, bukan karena itu! Tapi jangan berasusmsi sendiri terkait dengan judul berita yang berada pas diatas photo selfie tersebut. Hindarilah menjadi bagian dari orang yang memperkeruh suasana dengan menyebarkan berita yang tidak diketahui keabsahannya. Wallahu a`lam bissawab!

(Manhajuna/IAN)

H. Rijal Mahdi LC, MA

H. RIJAL MAHDI LC, MA: Seorang putera Minangkabau aktif dalam dunia penerjemahan buku-buku islami, diantara karya yang telah diterbitkan;“Mudahnya Jalan Ke Syurga, Cakna Remaja, Ulama Warasatul Anbiya`; Ide & Program”. Menyelesaikan S-1 di International Islamic Call Collage Tripoli-Libya, S-2 di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, dan saat ini sedang menempuh pendidikan S-3 nya dalam bidang Sastera Arab di King Saud University (KSU), Riyadh-Arab Saudi. Selain menterjemah dan belajar, aktif di Forum Majelis Ta`lim Riyadh (FORMATRA).

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *