Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Hadist / Bergantung Kepada Allah Ta’ala
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Bergantung Kepada Allah Ta’ala

عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ؛ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ J يَوْماً، فَقَالَ: « يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ؛ اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ  يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ »

[رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح.  وفي رواية غير الترمذي:]

 احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

Kosa kata

خلف di belakang أُعَلِّمُـ(ك) (aku) ajarkan (engkau)
اِحْفَظ Peliharalah /jagalah تجاهـ(ك) dihadapan-(mu)
اسْتَعَنْـ(تَ) (engkau) minta pertolongan اجتمعـ(ت) berkumpul
ينفعو(ك) memberikan manfaat (kepadamu) يضرو(ك) (mereka) mendatangkan bahaya (kepadamu)
رُفِعَـ(ت) diangkat الأقلام (قلم) Pena
جَفَّـ(ت) kering الصحف (صحيفة) catatan

 Terjemah hadits

Dari Abu Al-Abbas; Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma, dia berkata, “Suatu saat Aku (menunggang hewan)  di belakang Nabi , maka beliau bersabda,

“Wahai ananda, Aku akan ajarkan kepadamu bebe-rapa perkara: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya berada di hadapanmu. Jika kamu ingin memohon, mohonlah kepada Allah, jika kamu ingin minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.

Ketahuilah, sungguh jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikit pun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu. Dan jika mereka berkumpul untuk mendatangkan suatu kecelakaan bagimu, niscaya mereka tidak akan dapat mencelakaimu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering”

(HR. Tirmizi., Dia berkata: Hadits hasan shahih)[1]

 Dalam sebuah riwayat selain Tirmizi [2] (Rasulullah bersabda):

“Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di depanmu. Kenalilah Allah di waktu senang niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah, bahwa apa yang ditetapkan luput darimu, tidak akan menimpamu, dan apa yang  ditetapkan akan menimpamu, tidak akan luput darimu. Ketahuilah, kemenangan itu bersama (membutuhkan) kesabaran, jalan keluar (akan datang) bersama kesulitan dan bersama kesulitan (akan datang) kemudahan.”

Kedudukan Hadits

Ibnu Rajab al-Hambali berkata, “Hadits ini mengandung pelajaran dan prinsip-prinsip yang sangat penting dalam perkara agama, sehingga ada ulama yang berkata, ‘Ketika Aku perhatikan hadits ini, aku menjadi sangat terkesima dan tercengang. Alangkah ruginya orang yang tidak mengetahui hadits ini, atau orang yang sedikit memahami maknanya.” [3]

Fiqhul Hadits

Kalimat إحفظ الله  (Jagalah Allah) maksudnya adalah jagalah batasan dan syariat Allah, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Kalimat تجده تجاهك   (Engkau akan mendapati-Nya berada di hadapanmu) maksudnya adalah bahwa Allah akan selalu membimbingnya.

Kalimat رفعت الأقلام وجفت الصحف (Pena telah diangkat dan lembaran telah kering) maksudnya adalah bahwa apa yang telah Allah tentukan telah final, pena telah diangkat dan lembaran telah kering, tidak ada perubahan pada ketentuan Allah.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits

  • Hadits ini menunjukkan sifat rendah hati (tawadhu) Rasulullah ﷺ dan kedekatan beliau kepada para shahabat-nya tak terkecuali kepada anak-anak, hingga beliau bersedia berboncengan ketika mengendarai hewan tunggangannya.
  • Perhatian Rasulullah ﷺ dalam mengarahkan umatnya serta menyiapkan generasi mukmin idaman.
  • Menanamkan aqidah kepada Allah, hendaknya dilakukan sejak usia dini.
  • Termasuk adab pengajaran adalah menarik perhatian pelajar agar timbul keinginannya terhadap pengetahuan sehingga hal tersebut lebih terkesan dalam dirinya.
  • Siapa yang konsekuen melaksanakan perintah-perintah Allah, nicsaya Allah akan menjaganya di dunia dan akhirat.
  • Beramal saleh serta melaksanakan perintah Allah dapat menolak bencana dan mengeluarkan seseorang dari kesulitan.
  • Tidak mengarahkan permintaan apapun (yang tidak dapat dilakukan makhluk) selain kepada Allah semata.
  • Manusia tidak akan mengalami musibah kecuali berda-sarkan ketetapan Allah Ta’ala .
  • Menghargai waktu dan menggunakannya untuk sesuatu yang bermanfaat , sebagaimana Rasulullah ﷺ memanfaatkan waktunya saat beliau berkendaraan.
  • Seorang mukmin –setelah berusaha maksimal- hendak-nya pasrah kepada ketentuan Allah dan ridha atas segala ketetapan terhadap diri-Nya.
  • Jika seseorang mengalami masa-masa senang atau berhasil, hendaklah dia tidak lupa kepada Allah, bersyukur dan ta’at kepada-Nya serta menggunakan semua kebaikan yang ada padanya sesuai dengan apa yang Allah cintai dan ridhoi, agar ketika datang masa sulit baginya, Allah tidak melupakannya.
  • Keutamaan sabar adalah dapat mengantarkan seseorang kepada keberhasilan dan kemenangan dalam kehidupan.
  • Seseorang yang mengalami keburukan, hendaknya dia tidak larut dalam kesedihan, karena: ‘Apa yang telah ditetap-kan akan menimpamu, tidak akan luput darimu’, begitu juga jika dia tidak dapat meraih sesuatu yang dicintainya, hendaknya dia tidak larut dalam kesedihan, karena: ‘Apa yang ditetapkan luput darimu, tidak akan kau dapatkan.
  • Kemudahan akan didapat setelah berbagai kesulitan yang menghadang seseorang dalam kehidupannya.

Tema hadits dan ayat Al-Quran yang terkait

Menyiapkan generasi beriman : An-Nisa (4): 9,  Al-Furqon (25): 74, Al-Ahqof (46):15
Allah tempat bergantung dan berlindung : Al-Fatihah (1): 5, Yusuf (12): 67,

Al-Ikhlash (112): 2

Musibah dan Keberha-silan hanya datang dari Allah Ta’ala : At-Taghabun (64): 11, At-Taubah (9): 51
Jangan lupa diri ketika senang : Al-Hadid (57): 22-23, Al-An’am (6): 44
Sabar merupakan modal keberhasilan : Al-Mukminun (23): 11, Al-Baqarah (2): 155-156)
Setelah kesulitan akan datang kemudahan : Al-Baqarah (2): 214, Asy-Syarh (94): 5-6.
Catatan Kaki:
  1. Jami’ At-Tirmizi, Kitab Sifati Yaumil Qiyamah, 2516. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih al-Jami’, no. 7957
  2. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih al-Jami’, no. 5244 dan Shahih Ibnu Majah, no. 62
  3. Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 337

Sumber: Kajian Hadits Arba’in Nawawiyah, Imam An-Nawawi, Penyusun Abdullah Haidir, di Muraja’ah DR. Muinudinillah Basri, MA Fir’adi Nashruddin, Lc. Penerbit Kantor Dakwah Sulay Riyadh

(Manhajuna/IAN)

(Visited 55 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Takwa dan Akhlak Mulia

عَنْ أَبِي ذَرّ؛ جُنْدُبِ بْنِ جُنَادَةَ، وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ؛ مُعَاذِ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *