Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Kisah Nabi Sulaiman (Bag.I): Raja dengan Kerajaan Terbesar Sepanjang Masa Bertaubat pada Allah
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Kisah Nabi Sulaiman (Bag.I): Raja dengan Kerajaan Terbesar Sepanjang Masa Bertaubat pada Allah

Manhajuna.com – Nabi Sulaiman ‘alayhi sallam mewarisi kenabian dan kekuasaan dari Nabi Dawud ‘alayhi sallam. Ini bukan warisan materi, nabi tidak mewariskan kekayaan mereka. Kekayaan dan peninggalan materi dari para Nabi diberikan kepada orang miskin dan yang membutuhkan, tidak kerabat mereka. Nabi Muhammad salallahu ‘alayhi wa sallam mengatakan: “Properti nabi ‘tidak akan diwariskan, dan apa pun yang kita tinggalkan akan digunakan untuk amal.” (HR Al-Bukhari, shahih). Dalam riwayat lain disebutkan, “Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Allah SWT berfirman [QS. An-Naml (27): 15-17]

(15.) Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada  Dawud dan Sulaiman, dan keduanya berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami dari banyak hamba-hambaNya yang beriman.”

(16.) Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud,(*) dan dia (Sulaiman) berkata, “Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia nyata.”

(17.) Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib.

Setelah kematian ayahnya, Nabi Sulaiman ‘alayhi sallam menjadi raja. Dia memohon kepada Allah untuk dikaruniai kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh siapapun setelahnya, dan Allah mengabulkan keinginannya. Selain kebijaksanaan, Allah telah menganugerahi Nabi Sulaiman ‘alayhi sallam dengan banyak kemampuan. Dia bisa memerintahkan angin, memahami dan berbicara dengan burung dan hewan. Allah mengarahkan dia untuk mengajari kaum laki-laki dan jin untuk menambang bumi dan meng-ekstrak mineral untuk membuat alat-alat dan senjata. Allah juga menganugerahi Nabi Sulaiman ‘alayhi sallam dengan tambang tembaga, yang merupakan logam langka di zaman tersebut.

Di masanya, kuda adalah kendaraan transportasi yang umum digunakan. Mereka sangat penting untuk pertahanan, untuk membawa tentara, kebutuhan, dan senjata perang. Hewan-hewan dirawat dengan baik dan terlatih. Suatu hari Nabi Sulaiman ‘alayhi sallam meninjau parade kudanya. Kebugaran, kecantikan dan postur kuda membuatnya terpesona sehingga ia terus membelai dan mengagumi mereka. Matahari hampir terbenam, dan waktu sholat telah terlewatkan. Ketika ia menyadari hal ini, ia berseru: “Aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku tersibukkan  dari ingat akan (kekuasaan) Tuhanku, sampai matahari terbenam.”

Allah SWT berfirman [QS. Shad(38):30-40]

(30.) Dan kepada Daud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh ia sangat taat (kepada Allah).

(31.) (Ingatlah) ketika pada suatu sore dipertunjukkan kepadanya (kuda-kuda) yang jinak tapi sangat cepat larinya, (32.) maka dia berkata. “Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku tersibukkan dari ingat akan (kekuasaan) Tuhanku, sampai matahari terbenam.”(**) (33.) “Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku.” Lalu dia mengusap-usap kaki dan leher kuda itu.(***)

(34.) Dan sungguh Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan dia tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.(****) (35.) Dia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah yang Maha Pemberi.”

(36.) Kemudian kami tundukkan kepadanya angin yang berembus dengan baik menurut perintahnya kemana saja yang dikehendakinya, (37.) dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam, (38.) dan (setan) yang lain yang terikat dalam belenggu. (39.) Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan. (40.) Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

Catatan Kaki:

(*) Nabi Sulaiman `alayhi sallam menggantikan kenabian dan kerajaan Nabi Dawud `alayhi sallam serta mewarisi ilmu pengetahuan dan kitab Zabur yang diturunkan kepadanya.
(**) Sebagian mufasir ada yang menerjemahkan ayat 32 demikian, “Aku benar-benar menyukai barang yang baik (kuda) ini sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan.”
(***) Sebagian mufasir ada juga yang menerjemahkan ayat 33 demikian, “Bawalah kembali semua itu kepadaku, lalu dia memotong kaki dan lehernya.”
(****) Sebagian mufasir mengatakan yang dimaksud dengan ujian ini adalah ketidakmampuan Nabi Sulaiman `alayhi sallam menjadikan 70 isterinya hamil dan melahirkan anak-anak yang siap jihad karena lupa mengatakan insyaAllah

Referensi: islamawareness.net

Al-Qur’an dan Terjemahan Departemen Agama RI

(Manhajuna/IAN)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Muhammad(PBUH)

Lahirnya Sang Pencerah Sejati

Oleh: Ustadz Fir’adi Nasruddin, Lc. « إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا, لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *