Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Muslimah / Kultwit @salimafillah tentang #Wanita
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Kultwit @salimafillah tentang #Wanita

  1. Ummu Salamah bertanya pada Nabi mengapa #Wanita tak disebut dalam Al Quran secara khusus layaknya lelaki. Maka turunlah QS 33: 35 (HR Ahmad)
  2. “Sesungguhnya #wanita adalah belahan tak terpisahkan (yang setara) dari kaum pria.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimi, Ibn Majah)
  3. “Mukmin tersempurna imannya adalah yang terbaik akhlaqnya. Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik memperlakukan #Wanita.” (HR At Tirmidzi)
  4. “Sesiapa punya anak #Wanita, dididik baik-baik, diajarkan akhlaq terpuji, dinikahkan dengan lelaki shalih; baginya 2 pahala.” (HR Muslim)
  5. “Urut pertama yang harus ditaati #Wanita adalah suaminya. Dan yang pertama harus ditaati lelaki adalah ibunya.” (HR Al Bazzar & Al Hakim)
  6. “..Mati di jalan Allah itu syahid, terkena wabah & tenggelam syahid. #Wanita yang mati melahirkan ditarik anaknya ke surga.” (HR Muslim)
  7. #Wanita hamil, melahirkan, menyusui, menyapih; mendapat pahala seperti terluka di jalan Allah. Mati di masa itu syahid. (HR Ibn Al Jauzy)
  8. Nabi adalah nan pertama membuka pintu surga. Seorang #Wanita mendahului beliau; ternyata dia mengasuh yatim sepeninggal suami. (HR Abu Ya’la)
  9. “#Wanita yang hamil, melahirkan, & menyayangi anak; lalu dia menegakkan shalat & tak durhakai suami, pastilah masuk surga.” (HR Al Hakim)
  10. Anak dari rahim #wanita & menyusu darinya, jika bercerai maka si ibu lebih berhak atasnya selama belum menikah lagi. (HR Ahmad, dll)
  11. #Wanita nan bersedekah pada suami & anak yatim dalam tanggungannya mendapat 2 pahala; pahala shadaqah & menyambung kerabat. (HR Muslim)
  12. “..Lelaki itu pemimpin keluarga, #wanita pemimpin rumah tangga suami & anak-anaknya. Tiap kalian pemimpin & dimintai tanggung jawab” HR Muslim
  13. “..Dia memasak makananku, mencuci bajuku, & merawat anak-anakku; padahal semua BUKAN kewajiban atasnya. Sabarlah atas #Wanita..” (‘Umar)
  14. #Wanita hebat itu Hajar, ditinggalkan bersama bayi di terik gurun mematikan: “Jika ini perintahNya, Dia takkan pernah menyiakan kami.”
  15. Kita tahu, kalimat itu sulit & berat sebab dia #Wanita bersama bayi merah & sergapan rasa menggulung; takut, sedih, kecewa & cemburu.
  16. Dan kalimat iman tak serta-merta membuat langit turunkan keajaiban. #Wanita itu diuji, maka berpayah dia lari-lari 7 kali Shafa-Marwah.
  17. Proklamasi iman #Wanita itu mengabdi; tanpanya kita tak bersa’i, tak jumpa zamzam, tak berjumrah & tak ber-”Kama Shallaita” di tahiyat.
  18. Hajar adalah #Wanita mulia, & di sisinya pun ada suami & anak yang mulia. Tapi bagaimana jika kau bersuamikan lelaki nan jahat & keji?
  19. Mari mengaca pada Asiyah, #Wanita di sisi Fir’aun itu. Ujian iman dimulai dari sosok terdekat yang seharusnya jadi pelabuhan rasa.
  20. Dan #Wanita teguh itu menemukan manisnya pengaduan pada Rabb semesta alam; “Bangunkan untukku rumah di sisiMu, di surga terjanji itu.”
  21. Selanjutnya inilah #Wanita suci, ahli ibadah pelayan ummat yang tak pernah disentuh lelaki. Maka Allah memilihnya jadi keajaiban zaman.
  22. Dan bukankah tiap karunia hakikatnya ujian, pun begitu pada Maryam. #Wanita suci itu menanggungkan aib, rasa malu, & beratnya beban.
  23. Tapi begitulah iman. Ia tak menjamin tuk selalu berlimpah & tertawa. Ia hanya hadirkan lembut sapaNya di tiap dera yang menimpa. #Wanita
  24. #Wanita itu diabadikan Surat bernada merdu dalam Quran; Maryam. Najasyi, para uskup Habasyah & semua pencinta pasti cucurkan air mata.
  25. Lalu hadirlah Khadijah. #Wanita yang segala kata membisu di depan keagungannya. Janda mulia itu memilih si lelaki terpuji tuk hidupnya.
  26. Lalu dimulailah perannya sebagai #Wanita yang menegakkan punggung suami di hadapan zaman, menyediakan rengkuh lembut & kelapangan hati.
  27. Turunnya wahyu I serasa memikulkan sepenuh bumi ke pundak Muhammad, #Wanita itu menyambut gemetarnya dengan selimut, lembut tanpa tanya.
  28. “Khadijah, #Wanita itu beriman padaku saat semua ingkar, dia serahkan hartanya ketika semua bakhil”, kenang Muhammad bertahun kemudian.
  29. Dari #Wanita ini lahir Fathimah, penghulu surgawati berikutnya. Satu hari, setimbun isi perut unta ditumpahkan ke kepala Nabi nan sujud.
  30. Beliau tak bangkit, hingga #Wanita belia itu datang mengusap & menyeka penuh tangis haru. “Tenang Fathimah, Allah takkan siakan ayahmu.”
  31. #Wanita itu menuntun ayahnya pulang, disekakannya air hangat, dibakarkannya perca untuk hentikan darah di luka. Lalu disilakannya rehat.
  32. Penuh nyali #Wanita itu kembali ke Ka’bah, ditudingnya para pemuka Quraisy yang tertawa-tawa hingga mereka terkesiap. Lalu dia bicara.
  33. “Ayahku Al Amin, akhlaqnya mulia, & tak sekalipun dia pernah rugikan kalian..”, #Wanita itu terus bicara & mereka khusyu’ mendengarkan.
  34. Fathimah; dia puteri Nabi setara raja, tapi pelayanpun tak punya. Dia isteri pahlawan, tapi tangannya melepuh menggiling gandum. #Wanita
  35. #Wanita ini ibu dari 2 penghulu pemuda surga, tapi rumah cahaya itu roti berbukanya sering tandas tersedekahkan hingga lapar menyergap.
  36. Mari jua mentakjubi ‘Aisyah. #Wanita cerdas ini ahli tafsir, sejarah, faraidh, meriwayatkan 4000-an hadits, & hafal ribuan bait syair.
  37. Ajaibnya, #wanita bergelar Ash Shiddiqah binti Ash Shiddiq (Nan amat jujur puteri pembenar kebenaran) menguasai itu semua sebelum 18 tahun.
  38. Kehadiran #Wanita ini menjadikan hidup Sang Nabi warna-warni; cantiknya, cerdas-lincahnya, cemburu, juga iri & fitnah yang mengguncang.
  39. Madinah jadi indah dengan ilmunya. Bashrah bergelora dengan khuthbah-khuthbahnya menuntut-bela pembunuhan ‘Utsman kepada ‘Ali. #Wanita
  40. Berikutnya Ummu Sulaim. #Wanita ini dipinang Abu Thalhah. “Engkau lelaki yang sulit ditolak”, ujarnya, “Hanya saja aku ini muslimah.”
  41. “Andai kau tinggalkan berhala & menjadi muslim”, lanjut #Wanita itu, “Maka cukuplah islammu jadi maharku. Takkan kuminta selain itu.”
  42. #Wanita itu menyerahkan puteranya, Anas ibn Malik, untuk berkhidmat pada Nabi demi beroleh ilmu, tertular akhlaq, & terlimpahi berkah.
  43. Satu hari, putra tersayangnya sakit keras, padahal Abu Thalhah si suami hendak pergi. #Wanita itu melepasnya dengan senyum menentramkan.
  44. Ummu Sulaim melepas Abu Thalhah, menenangkan tuk bertawakkal pasrahkannya pada Allah. Saat sang suami pergi, anak itu meninggal. #Wanita
  45. Ummu Sulaim meminta para pelayan tak bicara, mereka disuruh bersihkan & hiasi rumah. Dia sendiri yang akan sampaikan pada suami. #Wanita
  46. Dimandikanlah sang anak lalu dibaringkan & diselimuti di kamar seakan tidur lelap. #Wanita ini lalu memasak istimewa & berdandan cantik.
  47. Ketika suaminya pulang, disambutlah mesra. Lelaki itu bertanya: “Bagaimana anak kita?” Si #Wanita senyum & jawab: “Sudah lebih tenang.”
  48. Sang suami percaya setelah menengok kamar puteranya. Lalu dia makan dengan lahap dilayani isterinya, bahkan lalu pengantinan. #Wanita
  49. Setelah puas, berbaringan mereka di ranjang. Umm Sulaim: “Apa pendapatmu jika seseorang menitipkan suatu barang pada kawannya..” #Wanita
  50. “..Bolehkah yang dititipi menolak mengembalikan saat si penitip memintanya?” Si suami tersenyum: “Tentu tidak boleh begitu..” #Wanita
  51. Ummu Sulaim: “Ketahuilah, Allah yang menitipkan anak pada kita, & Dia kini mengambilnya kembali. Sabarlah duhai Abu Thalhah.” #Wanita
  52. “Apa?!”, seru sang suami tersentak. Dia lalu tergugu, “Sesudah sambutan mesra, makanan lezat, & kepuasan ini kamu baru bicara?!” #Wanita
  53. Keesokan paginya seusai memakamkan jenazah, Abu Thalhah mengadukan halnya pada RasuluLlah. Beliau tersenyum & menepuk bahunya. #Wanita
  54. “Pengantinankah semalam?”, tanya beliau. Abu Thalhah mengangguk malu. “Semoga Allah berkahi malam kalian berdua dengan karunia.” #Wanita
  55. Dari malam itu Ummu Sulaim hamil. Lalu lahirlah ‘Abdullah ibn Abi Thalhah. Darinya: 7 cucu nan hafizh Quran & Faqih sejak belia. #Wanita
  56. Itulah keberkahan #Wanita shalihah lagi mukminah, yang ahli ibadah, yang pandai menjaga amanah atas rumahtangga suami & aturan Allah.
  57. #Wanita terindah di mata lelaki, adalah mereka yang membuat cemburu bidadari; kecantikannya merasuk ke jiwa, melintas batas usia.
  58. #Wanita paling kemilau dipandang pria, adalah dia yang mahkotanya fikiran jernih, liontin kalungnya hati yang ridha, gelangnya qana’ah.
  59. #Wanita paling hebat di hati suaminya adalah dia yang senyumnya menyembuhkan, tatapannya meneduhi, & sambutannya menyegarkan.
  60. #Wanita paling berharga adalah ahli Matematika: mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga, membagi kesedihan sampai tak berarti.
  61. #Wanita yang bernilai itu pandai berhitung: menambah keyakinan hingga utuh, mengurang kegalauan hingga habis.
  62. #Wanita langit yang singgah hidup di bumi; wajahnya mengingatkanmu akan surga, ibadah & bangun malamnya menghubungkanmu dengan Ilahi.
  63. #Wanita musuh syaithan mengecup mesra tanganmu, melepasmu bekerja dalam bisik syahdu, “Kami lebih sabar lapar daripada makan tak halal.”
  64. #Wanita yang ditakjubi malaikat itu berilmu & berkeadaban; dibaringkannya sang suami di pangkuan, disimak & dibetulkannya hafalan Quran.
  65. #Wanita yang dirindu surga, tuan putri para bidadari; ditunainya amanah Allah lahir & batin; sebagai anak, saudari, isteri, ibu & nenek.
  66. #Wanita yang tak disudi neraka; syaithan gigit jari oleh syukurnya, putus asa oleh istighfarnya, tepok jidat oleh ridha suaminya.

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Kemuliaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah SWT. berfirman: “Demi fajar, Dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *