Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Alquran / Muslim Menghadapi Musim Dingin (Bag.II)
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Muslim Menghadapi Musim Dingin (Bag.II)

Oleh: Faris Jihady, Lc

Manhajuna.com – Musim dingin sebagai salah satu fenomena alam adalah keniscayaan bagi sebagian tempat di muka bumi. Padanya seharusnya seorang muslim mendapatkan tadzkirah (peringatan), sekaligus jadi bahan renungan untuk semakin mendekatkan diri pada Allah, seperti yang sudah dijelaskan pada tulisan bagian pertama (Baca juga: Muslim Menghadapi Musim Dingin Bag.I).

Berikut lanjutan dari tulisan terkait hal yang mesti menjadi bahan perhatian bagi seorang muslim ketika menghadapi musim dingin.

Beberapa Hukum Yang Mesti Diperhatikan

Musim dingin identik dengan air yang dingin, karena itu seringkali kita enggan memperkuat ibadah khususnya yang diawali dengan menyentuh air (berwudhu). Ada beberapa panduan hukum yang bisa menjadi perhatian:

  1. Air hujan pada dasarnya suci dan mensucikan. Sehingga dapat digunakan untuk thaharah. Allah berfirman:

وَأَنَزَلنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُوراً – الفرقان:48

Kami telah menurunkan dari langit, air yang suci dan mensucikan

  1. Sangat disunnahkan menyempurnakan wudhu meskipun dalam situasi dingin, selama masih dalam batas kemampuan. Ia merupakan salah satu sarana penggugur dosa.
  2. Banyak orang untuk menghangatkan badan, mereka menggunakan kaos kaki atau sepatu tebal. Saat berwudhu ini cukup menyulitkan untuk membasuh kaki, karena itu syariat memberi keringanan berupa bolehnya cukup mengusap bagian atas alas kaki saat berwudhu. Ketentuannya adalah:
  3. Ketika memulai memakai alas kaki tebal, hendaknya sudah dalam keadaan thaharah (berwudhu secara sempurna). Setelahnya baru diperbolehkan –ketika hadats dan hendak berwudhu- untuk cukup membasuh bagian atas alas kaki (bagian atas kaki yang tertutup)
  4. Bagi mukim masa berlaku mengusap alas kaki selama sehari semalam. Sedangkan bagi musafir berlaku selama 3 hari 3 malam.
  5. Cara mengusapnya adalah mengusap dari bagian depan atas kaki ditarik ke belakang. Tidak perlu mengusap bagian telapak kaki.

Beberapa doa yang disunnahkan saat musim dingin

  1. Saat menyaksikan angin kencang:

اللهم إني أسألك خيرها وخير ما أرسلت به، وأعوذ بك من شرها وشر ما أرسلت به

           Allahumma inni as’aluka khairaha wa khaira ma arsalta bihi, wa a’udzu bika min syarriha wa syarri ma arsalta bihi

“Ya Allah aku memohon pada Mu kebaikannya dan kebaikan dari apa yang telah engkau kirimkan, dan aku  berlindung pada Mu dari keburukannya, dan keburukan yang Engkau kirimkan bersamanya”

  1. Saat menyaksikan hujan:

اللهم صيبا نافعا

          Allahumma shayyiban naafi’an

Ya Allah jadikan ia hujan yang bermanfaat

Saat hujan menjadi lebat dan deras:

اللهم حوالينا ولا علينا، اللهم على الآكام والظرب وبطون الأودية ومنابت الشجر

          Allahumma hawaalaina walaa ‘alainaa, allahumma ‘alal aakaami wa zharbi wa buthunil audiyah wa manabit syajar

Ya Allah, turunkan ia di sekitar kami, jangan menimpa ke atas kami, turunkan ia lembah-lembah dan bertumbuhnya tanaman

Musim Dingin; Momentum Panen Ibadah

Bagi para salafusaleh, musim dingin adalah musim di mana mereka memanen ibadah. Seiring dengan perubahan cuaca dan waktu yang mendukung untuk meningkatkan kuantitas ibadah. Mereka menamakan musim dingin sebagai ghanimah baridah غنيمة باردة (harta berharga yang didapat tanpa susah payah).

Umar ibn Khattab ra berkata:

الشتاء غنيمة العابدين

“Musim dingin adalah ghanimahnya para penghamba”

Bahkan Abdullah bin Mas’ud ra menyambut musim dingin dengan special:

مرحباً بالشتاء تتنزل فيه البركة ويطول فيه الليل للقيام، ويقصر فيه النهار للصيام

“Marhaban (selamat datang) musim dingin, saat di mana keberkahan turun, malam menjadi panjang saat yang tepat untuk qiyam (shalat malam), siang menjadi pendek saat yang tepat untuk shiyam (puasa)”

Seorang salaf dari kalangan tabi’in, Ubaid ibn Umair berkata secara khusus mengingatkan para ahli Qur’an;

يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ طَالَ اللَّيْلُ لِصَلاَتِكُمْ ، وَقَصُرَ النَّهَارُ لِصِيَامِكُمْ فَاغْتَنِمُوا.

“wahai ahlul Qur’an, malam telah memanjang untuk shalat kalian, dan siang telah memendek maka pergunakanlah”.

Semoga Allah beri kaum muslimin kekuatan untuk menghadapi musim dingin ini dengan kualitas ibadah terbaik.

(Manhajuna/IAN)

(Visited 512 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Muslim Menghadapi Musim Dingin (Bag.I)

Oleh: Faris Jihady, Lc Manhajuna.com – Masyarakat Dunia saat ini umumnya menghadapi perubahan cuaca yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *