Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Nasehat buat Kawan Sesama TKI
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Nasehat buat Kawan Sesama TKI

Oleh: Akram ibnu Umar

Assalamualaikum para kawan TKI. Perkenankan aku menyampaikan sedikit nasihat yang semoga bermanfaat.

“Mayat itu diikuti oleh 3 hal, 2 hal kembali dan satu hal menemaninya, dia akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya, maka keluarganya dan hartanya akan kembali, sementara amalnya akan menemaninya.”

Kawan, kita bekerja untuk bahagia. Jauh-jauh datang dari Indonesia, merantau di negeri orang, hinaan dan makian kita telan mentah-mentah.  Lelah dan sakit tak kita hiraukan, kita bekerja dan terus bekerja untuk bahagia. Padahal, bagi kita babu dan sopir, hasil yang didapatkan juga terkadang tidak mencukupi untuk menabung. Boro-boro nabung, utang dan kebutuhan aja belum bisa tertutupi. Walhasil, menderitalah kita didunia ini.  Jika kehidupan dunia hanya sekian saja, dalam arti tidak ada kebangkitan dan pembalasan berupa surga dan neraka, bukankah orang-orang seperti kita ini akan merasa bahwa Allah sungguh tidak adil karena terus memberikan kepada kita derita tanpa sedikitpun mendapatkan nikmat yang melimpah?

Maka itulah, Allah menciptakan surga bagi mereka yang beramal, dan neraka bagi mereka yang bermaksiat. Supaya kita yang miskin dan penuh derita ini, bisa mengejar surga yang penuh kenikmatan. Karena Surga tidak di beli dengan kekayaan dan jabatan, tapi dengan keimanan dan amal shaleh.

Bagi kawan-kawanku sesama TKI yang senantiasa merasakan derita. Beramallah kawan. Janganlah menjadi orang yang merugi, yaitu yang menderita di dunia dan penderitannya makin kekal di akhirat dalam neraka. Biarkanlah mereka yang kaya itu sibuk mengumpulkan uang dan memakmurkan keluarganya. Biarkanlah majikan kita menikmati kekayaannya dan kebahagiannya ketika berkumpul dengan keluarga mereka, Biarkanlah mereka dengan dunianya. Kenapa kita harus iri dan dengki pada mereka, padahal hartanya dan keluarganya tidaklah menemaninya di kuburan yang sempit dan sepi.

Ukuran rumah terakhir mereka di dunia sama dengan ukuran rumah terakhir kita di dunia, yaitu sebuah lubang sempit dalam tanah. Harta mereka akan menjadi sengketa, dan keluarga mereka hanya mengingatnya beberapa waktu saja. Semestinya  kitalah yang harus membuat mereka iri dengan amal shalih kita, amal shalih yang kita dapatkan dari sebuah kesabaran ketika merasakan penderitaan, dan rasa Syukur atas apa yang telah didapatkan. Amal shalih yang kita dapatkan dari susah payahnya melakukan amal perbuatan dan susah payahnya istiqomah di atas jalan kebenaran. Amal shalih inilah yang kelak akan menerangi kuburan kita, dan meramaikan kesendirian kita. Amal shalih inilah yang kelak akan memberatkan timbangan amal kebaikan kita dan menjadikan surga sebagai tempat peristirahatan abadi kita.

Maka beramallah wahai yang merasakan derita di dunia, karena surga yang penuh kenikmatan menantimu, perhatikan apa yang telah engkau perbuat dari waktu waktumu yang telah berlalu, hisablah dirimu, karena dunia adalah tempat “beramal tanpa hisab”dan akhirat adalah tempatnya “hisab tanpa amal”.  Jangan biarkan diri kita menderita di dunia, dan lebih menderita lagi di akhirat didalam neraka siksaannya tak terkira.

Salam dari kawanmu sesama TKI Arab Saudi, yang kenyang makan cacian dan makian, tapi senantiasa berharap surga yang penuh kenikmatan..

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Kemuliaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah SWT. berfirman: “Demi fajar, Dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *