Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kabar / Update Perkembangan Terakhir Krisis Yaman
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Update Perkembangan Terakhir Krisis Yaman

thumb (1)Oleh: Ustadz Abdullah Haidir, Lc

Hampir tiga pekan penyerangan pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyerang markas-markas pertahanan pemberontak houthi dan pasukan loyalis Ali Abdullah Shaleh yang bersekutu dengannya. Bagaimanakah perkembangan terkakhir?

Di medan pertempuran, pasukan koalisi masih terus lancarkan serangan udara menyasar obyek-obyek militer dan pusat-pusat penyimpanan senjata milik pemberontak houthi. Juru bicara pasukan koalisi menyatakan bahwa simpanan persenjataan di gudang-gudang senjata mereka sangat fantastis, bahkan diperkirakan melampui persenjataan yang dimiliki militer Yaman. Gempuran pesawat-pesawat tempur ini efektif melemahkan kekuatan pemberontak houthi dan pasukan loyalis Ali Abdullah Shaleh. Terbukti tentara milisi rakyat Yaman yang melawan mereka, berhasil memukul mundur pasukan houthi dan merebut sejumlah pos dan markas pemberontak houthi di beberapa kota. Khususnya di provinsi Aden, Selatan Yaman.

Pasukan houthi berusaha mengarahkan tembakannya ke arah rakyat sipil Yaman dengan menembakkan Meriam mereka ke rumah-rumah penduduk bangunan-bangunan publik. Mereka pun menggerebek beberapa rumah politikus dan aktifis yang menentang mereka, tak sedikit yang dari mereka yang diculik. Mereka juga merubah siasatnya dengan menyimpan persenjataannya di lapangan-lapangan olah raga dan sekolah-sekolah.

Houthi sempat berusaha mengalihkan pertempuran ke perbatasan Yaman-Saudi, tentu untuk ciptakan kekacauan di dalam negeri Saudi. Namun sejak awal hal ini sudah diantisipasi dengan menyiapkan pasukan yang selalu siaga di perbatasan untuk menghalau setiap upaya mereka menerobos masuk ke dalam wilayah Saudi. Pihak koalisi umumkan tiga tentara Saudi gugur dan puluhan lainnya luka, sedangkan di pihak pemberontak houthi tak kurang 500 personilnya tewas.

Hingga kini keberadaan Ali Abdullah Saleh dan Abdul Malik Houthi tidak diketahui rimbanya. Kedua orang yang paling dicari-cari ini karena dianggap paling bertanggungjawab atas krisis Yaman kini, tak lama setealah penyerangan pasukan koalisi, menghilang dari peredaran. Bahkan Abdulmalik houthi, beberapa hari lalu sempat diberitakan tewas oleh media syiah pendukung mereka. Namun informasi itu segera mereka ralat sendiri.

Di sisi lain, banyak orang-orang dekat Ali Abdullah Shaleh yang menyatakan pembangkangannya dan mencari perlindungan ke Negara tetangga, seperti Oman. Adapula yang ke Saudi. Beberapa batalyon yang sebelumnya loyal kepada Ali Abdullah Shaleh telah nyatakan pembelotannya dari pasukan Abdullah Shaleh.

Sementara itu perlawanan rakyat pun tak kalah sengitnya. Terakhir, ulama kharismatis Yaman, Syekh Abdulmajid Zandani, nyatakan dukungan secara terbuka penyerangan pasukan koalisi terhadap pemberontak Houthi dan serukan rakyat lakukan mobilisasi untuk melawan houthi.

sabq.orgKemenangan Diplomasi

Adapun dalam tataran politik dan diplomatis, Selasa kemarin 13/4/2015 melengkapi kemajuannya secara militer dengan raih kemenangan diplomatik. Yaitu dengan dikeluarkannya keputusan DK PBB atas usulan Negara-negara teluk dalam mengatasi krisis Yaman. Isi keputusannya adalah mengharuskan pasukan houthi untuk letakkan senjata dan serahkan kekuasaan kepada pemerintah resmi serta harus menarik pasukannya dari ibukota Shana’a dan beberapa kota lainnya.

Para pengamat menyatakan bahwa keputusan DK PBB ini sebagai kemenangan diplomasi pasukan koalisi. Setidaknya langkah mereka memiliki landasan konstitusional yang kuat. Sementara itu, dukungan dari dunia internasional terus mengalir, khususnya dari Negara-negara Islam.

Adapun Iran, seperti diperkirakan, terus mengeluarkan statementnya yang mengecam serangan pasukan koalisi dan serukan Saudi untuk hentikan penyerangan. Mereka seakan sebagai pihak yang peduli keselamatan rakyat Yaman, padahal merekalah yang menjadi pendukung utama pemberontak Houthi bahkan menyambut hangat saat houthi mengkudeta pemerintahan Abdul Hadi Mansur yang sah secara konstitusional. Bahkan saat dahulu houthi berhasil duduki Shana’a, dengan arogan merka katakan bahwa Shana’a, ibu kota Yaman, merupakan ibu kota Iran keempat, setelah Beirut (Libanon), Baghdad (Irak) dan Damaskus (Suriah). Bahkan mereka, sebelum penyerangan pasukan koalisi, dengan jumawanya ketika itu menolak upaya-upaya menyelesaikan masalah lewat perundingan. Sempat pula terucap dari salah seorang petingginya, bahwa mereka akan duduki Mekah dan Madinah.

Iran pun sempat mengirimkan armada lautnya ke perairan internasional mendekati arah Yaman. Namun pasukan koalisi sudah memblokasi perairan Yaman dan nyatakan tegas akan siap membalas jika pasukan Iran menembakkan senjatanya. Hingga kini armada laut Iran tidak berani menembakkan senjatanya.

Para pengamat menyatakan bahwa Iran sangat panik dengan adanya operasi ini. Tampaknya mereka tidak memperkirakan bahwa Saudi dan Negara-negara pendukung akan melakukan penyerangan sedemikian rupa. Padahal mereka sangat berharap, kaum houthi ini menjadi kepanjangan tangan mereka di Yaman, sebagaimana hizbullah di Lebanon. Jelas, serangan pasukan koalisi ini dianggap akan membuyarkan impian kaum syiah terhadap negeri-negeri Arab, khususnya teluk yang kaya raya. Apalagi diperkirakan, jika serangan koalisi berhasil jadikan pemberontak houthi bertekuk lutut, hal ini pasti akan mendorong untuk selesaikan kasus Suriah dengan kekuatan untuk hadapi Bashar yang semakin kalap jatuhkan bom-bom gentong di atas penduduknya sendiri. Penjajagan masalah ini pun sudah mulai digulirkan dalam perbincangan antara Saudi, Turki dan Qatar. Maka, Iran akan semakin terancam lagi. Karena diktator Bashar kini telah menjadi boneka Iran di Negara tersebut.

Perjalanan masih panjang, namun banyak yang optimis bahwa serangan pasukan koalisi ini memiliki dampat positif dalam menghalau hegemoni iran di kawasan timur tengah, bahkan dapat menjadi stimulus untuk atasi masalah-masalah serupa di kawasan lainnya. Wallahu a’lam.

Disadur dari berbagai sumber

(Manhajuna/GAA)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Kemuliaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah SWT. berfirman: “Demi fajar, Dan …

One comment

  1. Allahu akbar…semoga kaum syi’ah bisa dihancurkan oleh Allah Dari kekejamannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *