Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Kajian / Hadist / Membudayakan Sifat Malu
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Membudayakan Sifat Malu

عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ؛ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رضي الله عنه قَالَ
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى؛ إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
[رواه البخاري]

Kosa kata

أَدْرَكَ : diketahui, didapatkan

النُّبُوَّة : kenabian

لَمْ : tidak

تَسْتَحِ(تَسْتَحِي) : malu

(فَـ) ـاصْنَعْ : (maka) perbuatlah

شِئْـ(ـتَ) : (kamu) kehendaki

Terjemah hadits

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al-Anshary Al-Badry radhiallaahu ‘anhu dia berkata, ‘Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya ungkapan yang telah diketahui orang dari ucapan para nabi terdahulu adalah: ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” (HR. Bukhari)

Kedudukan Hadits

Hadits ini termasuk Jawami’ul Kalim yang dimiliki Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam. Di dalamnya terkandung inti ajaran Islam, karena sebuah perbuatan terdiri dari dua bagian, perkara yang mendatangkan rasa malu untuk melakukannya, seperti perkara haram, makruh dan sesuatu yang bertentangan dengan keutamaan, maka meninggalkannya disyari’atkan, atau perkara sebaliknya, yaitu perkara wajib, sunnah dan mubah, maka melakukannya disyariatkan.

Pemahaman Hadits

Maksud dari كلام النبوة الأولى adalah perkara yang telah disepakati dan dianjurkan para Nabi sebelum Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam serta tidak terhapus dalam syariat mereka karena merupakan perkara yang sangat aksiomatis (pasti) secara logika.

Kalimatفاصنع ما شئت (perbuatlah sesuka hatimu) dipahami oleh para ulama dengan beberapa pemahaman:
1. Sebagai bentuk ancaman, pemahamannya adalah jika kamu tidak malu silakan perbuat sesukamu, nanti kamu akan terima balasannya. Hal ini seperti ancaman Allah terhadap orang kafir untuk berbuat sesuka hati mereka dalam Al-Quran, surat Fushshilat: 40.

2. Bermakna berita, pemahamannya adalah jika seseorang telah hilang rasa malunya, maka dia akan berbuat sesuka hatinya (tak peduli hal tersebut dilarang atau diharamkan).

3. Indikasi dibolehkannya sesuatu. Maksudnya jika ada perbuatan yang engkau tidak merasa malu melakukannya baik kepada Allah atau kepada manusia, maka lakukanlah, karena berarti hal itu dibolehkan.

Dari ketiga pemahaman di atas, yang paling kuat adalah pemahaman pertama, meskipun kedua pemahaman berikutnya ada ulama yang menguatkannya.(*)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits

• Malu adalah ajaran yang disepakati oleh para nabi .
• Jika seseorang telah meninggalkan rasa malu, maka jangan harap lagi (kebaikan) darinya sedikit pun.
• Malu merupakan landasan akhlak mulia dan selalu bermuara kepada kebaikan. Siapa yang banyak malunya lebih banyak kebaikannya, dan siapa yang sedikit rasa malunya semakin sedikit kebaikannya.
• Tidak ada rasa malu dalam mengajarkan hukum-hukum agama serta menuntut ilmu dan kebenaran. Allah ta’ala berfirman : “Dan Allah tidak malu dari kebenaran” (33 : 53).
• Diantara manfaat rasa malu adalah ‘Iffah (menjaga diri dari perbuatan tercela) dan Wafa’ (menepati janji)
• Rasa malu merupakan cabang iman yang wajib diwujud-kan.

Tema hadits dan Ayat Al-Quran Terkait

– Menumbuhkan rasa malu secara proporsional : Al-Baqarah (2): 26, Al-Ahzab (33): 53

– Malu akan mendatangkan ‘iffah : Al-Qashah (28): 25

(*) Al-Wafi fi Syarhi al-Arba’in An-Nawawiyah, hal. 151, Syarh al-Arbain An-Nawawiyah: Imam An-Nawawi, 150, dan: Syekh Ibnu Utsaimin, hal. 233.

Sumber: Kajian Hadits Arba’in Nawawiyah, Imam An-Nawawi, Penyusun Abdullah Haidir, di Muraja’ah DR. Muinudinillah Basri, MA Fir’adi Nashruddin, Lc. Penerbit Kantor Dakwah Sulay Riyadh

(Manhajuna/IAN)

(Visited 71 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Jalan Menuju Surga

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ؛ جَابِرْ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *