Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Risalah Suci Untuk Penghuni Bumi
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Risalah Suci Untuk Penghuni Bumi

Oleh: Prof. M. Ratib Nablusi (حفظه الله)

Alih bahasa: Ust. Dr. Hj. Ahmad Asri Lubis (والله الموفق)

Moderator: Virus halus yang tidak dapat dilihat dengan mata, ternyata memaksa milyaran manusia berada dalam rumah masing-masing. Virus ini menyerang pemimpin dan rakyat. Menyerang pengikut dan pembesar dunia. Virus ini menyingkap corak pendedahan kehidupan umat manusia. Makhluk ini juga menyingkap betapa umat manusia sebelum ini hidup bersenang lenang sesuka hati mereka. Mereka melihat cara hidup mereka ini satu kebiasaan. Lantas, dalam sekejap mata cara hidup tersebut lenyap sedemikian rupa. Mereka mendapati bahwa pelbagai corak nikmat yang mereka kecapi sesuka hati dengan sesuka hati, malah mereka alpa dan lupa bersyukur, tiba-tiba hilang lenyap dari pandangan. Sepatutnya, umat manusia lebih banyak mendekati Allah. Persoalannya sekarang ini ialah,

Adakah diharapkan kehidupan umat manusia mengalami perubahan setelah mengalami bencana dahsyat seperti ini?

*** ***

YM Prof. Nablusi, Sebelum saya cuba menjawab pertanyaan ini, cuba bayangkan suatu negara kuasa besar mengirim satu missi kepada negara-negara tetangga sendiri. Negara kuasa besar atau negara super-power ini mengadakan pertunjukan dan latihan militer dilengkapi dengan peralatan perang canggih, kenderaan berperisai, kapal tangki, kapal perang, dan peluru berpandu. Pertunjukan militer ini pada hakikatnya adalah satu missi penting kepada negara-negara tetangga sendiri.

Demi Allah, manusia telah jauh lari dari agama, menjauhi kebenaran, menjauhi keadilan. Justru si kuatlah yang memegang tampuk kebenaran. Pihak yang layak memiliki kebenaran jika ternyata lemah, tidak berhak sama sekali.

Pelbagai pelanggaran hak telah berlaku, sikap mengabaikan tanggungjawab, segala jenis kekufuran, aliran anti tuhan, kesyirikan, dan akhirnya permukaan bumi ini penuh dengan kezaliman dan kekejaman.

Lantas, muncul satu risalah atau misi dari sisi Allah. Sebagaimana pertunjukan militer adalah satu risalah, Allah juga hanya dengan mengutus dan menggunakan makhluk halus yang tiada berupaya. Bukan pula terkira makhluk yang hidup. Tiada dapat dilihat dengan mata. Tiba-tiba makhluk Allah ini menyebabkan kehidupan manusia terhenti total. Lapangan terbang tutup. Tiada yang musafir. Kapal terbang tak bergerak. Feri dan kapal laut juga. Demikan juga makmal dan laboratorium, kerja pejabat, dan para pekerja juga tertegun.

Suatu yang tak masuk akal. Saya (Nablusi) macam tak percaya ketibaan risalah dan misi dari sisi Allah, misi yang sangat jelas laksana matahari di waktu siang. Dengan membawa suara yang sangat lantang untuk perhatian semua penghuni bumi.

Bumi ini telah dipenuhi kezaliman dan kekejaman, sebagaimana yang pernah diperingatkan Rasulullah SAW. Tersebar kezaliman, adu kekuatan, perluasan kekuasaan, pelanggaran hak, perancangan jahat, disamping ucapan indah membelit mempesona.

Namun ternyata segala kepintaran manusia, akal yang cerdas, tamadun, kebudayaan, kemajuan, dan sebaginya, semuanya pasrah tak bermaya di hadapan makhluk Allah yang lemah ini bernama virus.

Saya melihat risalah dan misi yang dikerahkan oleh Allah ini bersifat syumul atau menyeluruh. Bukan hanya untuk satu bangsa, satu tanah air, dan bukan hanya untuk satu umat. Malah untuk semua penduduk planet bumi.

Risalah dan misi ini menyatakan dan membuktikan kewujudan Allah. Allah Maha Adil, Maha Bijaksana. Allah yang menjadikan umat manusia, supaya umat manusia hidup selesa dan bahagia dunia akhirat.

Namun ternyata umat manusia sudah menjauhi Allah, menjauhi aturan agama Allah. Malah, kelompok yang konsisten dengan ajaran Allah dituduh dengan tuduhan yang bukan-bukan. Dalam pada itu kita menilai bahawa kebenaran atau perkara hak adalah satu kekuatan. Malah akhirnya dinilai siapa yang memegang tampuk kekuatan dialah yang dinggap benar.

Maka sudah jelas neraca kefahaman sudah terbalik, sudah menyimpang, dan jauh berubah. Pada saat yang menyedihkan seperti sekarang ini, Allah SWT mengirim satu risalah dan misi suci. Saya (Nablusi) sepanjang perjalanan dakwah yang saya tempuh belum pernah terjumpa satu risalah yang sangat jelas, dengan suara yang lantang, dan menyeluruh kepada semua penduduk planet bumi. Risalah virus ini ternyata menyerang para pemimpin tertinggi di negara Barat, ketua negara, para menteri, dan para ilmuwan.

Apa yang jelas ialah bahwa virus ini adalah satu risalah Allah. Risalah suci ini membawa slogan agung dan mulia, berbunyi:

Dakulah Allah, tiada Ilah selain Zat-Ku. Tunduk dan patuhilah Zat-Ku. Tegakkanlah ibadat solat untuk mengingati-Ku (QS, Taha:14).

إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري

(Manhajuna/IAN)

(Visited 14 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Bentuk-bentuk Rahmat Allah pada Manusia

Alih bahasa: Muthahhir Arif Allah Swt berfirman: “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *