Hijri Calendar by Alhabib
Beranda / Hikmah / Ampunan Allah, Akar Solusi Kita
>> Sponsorship/Donasi Website Manhajuna <<

Ampunan Allah, Akar Solusi Kita

Ramadhan. Entah untuk yang keberapa kalinya. Semoga Allah Ta’ala panjang dan berkahi umur kita agar kembali dipertemukan dengan bulan yang dinanti-nanti ini pada masa datang.

Berbicara tentang keutamaan bulan Ramadhan, seakan tak pernah habis. Bulan ini tampaknya memang sudah diseting untuk menjadi bulan yang dapat memberikan energi sebesar-besarnya bagi setiap muslim agar semakin mantap mengarungi kehidupan dalam bingkai ajaran Allah Ta’ala.

Akan tetapi, jika kita perhatikan hadits-hadits Rasulullah ﷺ, sasaran riil dari Ramadhan yang kita lalui sebenarnya sederhana, meskipun dampaknya tidak sesederhana yang kita bayangkan. Yaitu teraihnya ampunan dari Allah Ta’ala.

Perhatikan dua hadits Rasulullah ﷺ tentang keutamaan puasa dan ibadah di bulan Ramadhan;

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)

 “Siapa yang puasa (di bulan) Ramadhan dengan iman dan penuh harap pahala, maka akan diampuni dosanya  yang telah lalu.” (Muttafaq alaih)

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)

“Siapa yang beribadah (shalat) (di bulan) Ramadhan dengan iman dan penuh harap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq alaih)

Dari hadits ini tampak, bahwa permasalahan ampunan Allah sangat besar artinya bagi kehidupan kita. Bayangkan, ibadah puasa di siang hari Ramadhan, lalu malamnya dihiasai dengan ibadah shalat dan ibadah lainnya, balasannya adalah ampunan Allah Ta’ala atas dosa-dosa yang telah lalu.

Bahkan di malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, ketika Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah ﷺ, jika kita menemui malam tersebut apa yang sebaiknya kita baca, Rasulullah ﷺ berpesan kepadanya untuk membaca

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي (رواه الترمذي وابن ماجه)

“Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pema’af, menyukai permaafan, ma’afkanlah Aku.”  (HR. Tirmizi dan Ibnu Majah)

Mengapa di malam mulia yang berdoa di dalamnya mustajabah itu Rasulullah ﷺ tidak mengajarkan kita  memohon, misalnya, hidup sejahtera dunia akhirat, atau kaum muslimin diberi kemenangan atas orang-orang kafir, atau Islam diberi kejayaan di seluruh dunia, dsb.

Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa perkara ampunan Allah Ta’ala adalah masalah prinsip dan mendasar bagi keselamatan hidup kita. Sebaliknya, bertumpuknya dosa dan kemaksiatan dalam kehidupan adalah sumber problematika kita yang sesungguhnya.  Banyak ayat-ayat Allah Ta’ala dan hadits-hadits Rasulullah ﷺ yang mengisyaratkan tentang bahaya dosa dan kemaksiatan dalam kehidupan, baik dalam kontek pribadi, keluarga, masyarakat hingga Negara. Maka dengan demikian, berbagai problematika yang kita hadapi sekarang ini, akar solusinya dapat kita cari dari sini; Ampunan Allah Ta’ala.

Karenanya,  tingginya kwantitas dan kwalitas ibadah yang terjadi di tengah masyarakat seiring masuknya bulan suci Ramadhan, hendaknya tidak hanya didasari pada keinginan untuk meraih pahala dan kebaikan sebanyak-banyaknya. Tetapi juga dimotivasi –bahkan seharusnya bobotnya lebih besar- oleh keinginan mendapatkan ampunan dosa sebesar-besarnya dari Allah Ta’ala.

Hal ini patut menjadi perhatian. Karena ada fenomena ironis yang sering kita saksikan, dimana bertambahnya frekwensi ibadah di bulan ini, ternyata tidak mengurangi secara signifikan tingkat ‘dosa’ yang dilakukan. Lihatlah acara-acara di TV, hanya judulnya saja yang bernama ‘gebyar Ramadhan’ selebihnya adalah pamer aurat dan adegan-adegan merangsang. Lihat pula urusan-urusan birokrasi, praktek korupsi dan kolusi ternyata tak berkurang di bulan ini. Lihat pula para lelaki dan wanita iseng yang menjalin asmara via WA, FB, media sosial lainnya,  yang tetap melakukan aktifitasnya, mungkin, sehabis teraweh atau berbuka puasa.

Pendekatan mengisi bulan Ramadhan seperti ini tak ubahnya sopir angkutan yang mengejar setoran dengan ngebut ugal-ugalan serta menerjang rambu-rambu lalu lintas. Akibatnya denda yang harus dia bayar bisa jadi lebih besar dari setoran yang dia dapatkan.

Hal ini pula yang telah diingatkan oleh Rasulullah ﷺ dalam sabdanya,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ (رواه البخاري)

“Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka tidak ada bagi nilainya Allah Ta’ala dia meninggalkan makanan dan minumannya” (HR. Bukhari)

Tanpa obsesi yang muluk-muluk, mari kita jadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk mendapatkan ampunan Allah Ta’ala dengan bertaubat kepada-Nya dan menjauhkan maksiat sejauh-sejauhnya. Karena, dari sinilah akar solusi atas setiap problematika yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Bahkan, dari sinilah sesungguhnya barometer yang menentukan apakah kita termasuk orang yang beruntung atau merugi dengan pada bulan suci Ramadhan ini.

Rasulullah ﷺ bersabda,

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَانْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ (رواه أحمد)

“Rugilah orang yang mendapatkan Ramadhan, namun ketika dia berlalu, dirinya  tidak mendapatkan ampunan (dari dosa-dosanya)” (HR. Ahmad)

Sumber: Buku Pesan-pesan di Jalan Kehidupan, Abdullah Haidir, Murajaah Thariq Abdulaziz At-Tamimi, MA, Penerbit Kantor Dakwah Sulay, Riyadh, KSA

(Manhajuna/IAN)

Ust. Abdullah Haidir, Lc.

Pembina at Manhajuna.com
Alumni Syariah LIPIA ini adalah pengasuh utama manhajuna.com. Setelah 15 tahun menjadi Penerjemah dan Penyuluh Agama (Da'i) di Kantor Jaliyat Sulay, Riyadh, beliau memutuskan pulang mengabdikan diri di tanah air. Kini selain tetap aktif menulis dan ceramah di berbagai kesempatan, ustadz humoris asal Depok ini juga tergabung dalam mengelola Sharia Cunsulting Center.
(Visited 138 times, 1 visits today)

Beri Komentar (via FB)

http://bursanurulfikri.com/

Lihat Juga:

Hukum Puasa Syawal

Apa hukumnya puasa enam hari bulan Syawal, apakah wajib? jawaban : Puasa enam hari bulan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *